Sabtu, 30 November 2013

Catfiz Messenger

Di sekitar tahun 1990-an, bermula dari pesan singkat berupa teks melalui telepon genggam yang kita kenal dengan istilah SMS (surat masa singkat  atau short message service), yang kemudian melahirkan pengiriman gambar bergerak (animasi) atau melodi yang populer dengan sebutan MMS (multimedia messaging service) terus berkembang pesat seiring dengan perkembangan dunia maya.

Di lain pihak para pengguna komputer, untuk berkomunikasi lewat media internet diawali dengan surat elektronik (e-mail), di mana selanjutnya untuk kebutuhan komunikasi cepat dan singkat lahirlah yang kita kenal sebagai Yahoo Messenger, Hangouts (dahulu G-Talk), dan sejenisnya hingga kemudian merambah ke media sosial seperti Facebook, Twitter, dll.

Dewasa ini seiring dengan perkembangan telepon pintar (smart phone), kita pun mengenal berbagai layanan atau loper pesan. Diawali oleh BlackBerry Messenger sebagai fasilitas telepon genggam BlackBerry yang kemudian menjadi sangat populer di Indonesia, karena dipopulerkan secara tak langsung oleh Presiden Barrack Obama sebagai salah seorang penggunanya yang kala itu berkunjung ke Indonesia.

Selain BlackBerry (Kanada) kita pun kemudian mengenal WhatsApp (Amerika), KakaoTalk (Korea), Line (Jepang), WeChat (Cina), dan lain sebagainya.

Nah, bagaimana dengan Indonesia?

Jika kancing baju atau sapi saja kita mesti impor, maka kita boleh bangga akan kreativitas putra-putri Indonesia dalam membuat aplikasi sejenis yang saat ini berjalan di sistem operasi Android, yakni Catfiz Messenger yang boleh diandalkan untuk bersaing dengan yang lain-lain itu.

Langkah selanjutnya agar menjadi yang terdepan dalam menyesuaikan kebutuhan pengguna telepon pintar adalah melakukan pengembangan terus-menerus dan sebagaimana di negara lain, dukungan pemerintah perlu untuk memperkuat keberadaanya.

Kini tinggal berpulang kepada kita masing-masing, gengsi atau bangga-kah kita bila menggunakan hasil karya bangsa sendiri?

Maukah kita maju? Maukah kita sejajar dengan bangsa lain? Ataukah... Indonesia Hebat, Ayo Kita Bisa, Garuda di Dadaku, Bersama Kita Bisa, hanya akan kita jadikan sekadar slogan belaka? Akankah kita akan senantiasa menjadi bangsa kuli yang bekerja untuk negara lain?

Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang peduli dan dapat mendukung apa yang telah dilakukan oleh rakyatnya demi kemajuan bangsa dan negara.

Rakyat yang baik, adalah rakyat yang mau bergotong-royong untuk kemajuan bangsa dan negaranya.

Era teknologi informasi telah semakin dalam kita masuki...
Siapa menguasai informasi, ia akan menguasai dunia.

30 November 2013 | samidirijono | arsitek |

Rabu, 14 Agustus 2013

Tenabang Seusai Lebaran


Pasca-libur Lebaran perubahan terlihat di daerah Tenabang atau Tanah Abang, khususnya di lingkungan sekitar Pasar Tanah Abang yang biasanya dipadati pedagang kaki lima (PKL) hingga ke badan jalan, sudah tidak lagi kita jumpai di sana.

Sebagaimana yang dikatakan Gubernur DKI Joko Widodo sesaat sebelum lebaran, bahwa pedagang kaki lima di sekitar Pasar Tanah Abang tidak lagi diperbolehkan berjualan di badan jalan maupun di trotoar.

Kebijakan menempatkan para pedagang ke dalam gedung di Blok G di Pasar Tanah Abang dijalankan melalui pendekatan langsung yang dilakukannya dengan mengedepankan nasib mereka.

Kebijakan membersihkan area jalan dan trotoar kali ini mudah-mudahan tidak bernasib sama dengan kebijakan yang pernah dilakukan oleh gubernur-gubernur sebelumnya, di mana dalam satu hingga tiga bulan ke depannya, pedagang kembali menjamur di trotoar hingga ke badan jalan.

Patut dijaga pula agar jalan yang sudah tidak ditempati pedagang itu tidak dipakai angkutan umum untuk nge-tem atau jadi tempat parkir kendaraan.

perlu dibangun trotoar yang lebar dan nyaman

Kebijakan gubernur dapat dilengkapi dengan membangun trotoar yang lebar dan nyaman bagi pedestrian atau pejalan kaki. Membongkar dan membenahi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di trotoar, kemudian melengkapi trotoar dengan lanskap dan furnitur, baik tempat duduk, tempat sampah, pepohonan yang rindang, hingga  perlengkapan parkir sepeda, rambu-rambu, lampu, telepon umum, saluran air. Bila perlu ditambahkan pula ornamen, semacam patung atau hal-hal lainnya, pasti akan menjadikan daerah Tanah Abang menjadi lebih manusiawi.

contoh beberapa perlengkapan trotoar

Bila pengunjung merasa nyaman dan dapat melepas lelahnya sejenak, tentu ini secara tidak langsung dapat meningkatkan aktivitas berbelanja di daerah ini.

Sehingga judul berita di harian Kompas, 13 Agustus 2013 bahwa Kini Semua Merasa Nyaman di Tanah Abang, pun menjadi lebih nyata.

Ayo kita berbenah diri!

14 Agustus 2013 | samidirijono | arsitek |

Selasa, 30 April 2013

Pemerintah Bohong Lagi?


Pernyataan subsidi BBM yang selalu didengung-dengungkan oleh semua pihak, sebagai apa yang dikatakan oleh Kwik Kian Gie sebagai brainwash itu, tampaknya memang akan membuahkan hasil, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di saat lawatannya ke Singapura menyatakan, bahwa pemerintah berencana menaikkan harga BBM.

Apa kita sudah lupa akan apa yang diungkapkan oleh Rieke Dyah Pitaloka dan Kwik Kian Gie soal harga BBM di tahun 2011 lalu?  Silahkan buka kembali lembaran penjelasan mereka tentang hal itu atau baca lagi catatan sami yang lalu Pemerintah Bohong Soal Subsidi BBM.

Apakah keinginan menaikkan harga BBM ini akibat tekanan negara lain? Mengingat perbedaan harga yang mencolok menyebabkan SPBU asing sulit untuk bisa berjualan di sini. SPBU milik Petronas, Total, Shell bukan satu-dua yang telah ditutup karena sepi pembeli.


Undang-Undang Antimonopoli atau antitrust law tidak membolehkan terjadi monopoli, namun bila hanya harga New York yang dipakai patokan untuk BBM kita, bukankah hal itu bisa diartikan sebagai monopoli juga?

Belakangan ini kita sering mendengar istilah harga keekonomian. Sebuah istilah yang acap digunakan dalam sistem kapitalisme, sistem yang secara de-facto dianut negara kita, maka istilah harga keekonomian BBM kita sangat rendah pun sering mengemuka. Ada pula yang mengatakan bila dibandingkan dengan sebotol air mineral saja harga bensin kita lebih murah.

Padahal seharusnya pemikiran dengan cara pandang seperti itulah yang perlu dibalik, agar harga-harga yang lainnya itulah yang perlu diturunkan, dengan demikian dampaknya mata uang kita menguat dan rupiah tidak terpuruk terus-menerus seperti sekarang.

Jangan lupa, sejak dahulu setiap kenaikan harga BBM selalu berdampak pada kenaikan semua harga kebutuhan hidup lainnya.

Di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembang) hari Selasa, 30 April 2013, Presiden SBY mengatakan, “Subsidi yang terlalu besar tidak sehat.”  Tapi tahukah Anda kalau di APBN 2013 subsidi BBM Rp297,7 triliun, sedangkan belanja pegawai pemerintahan SBY mencapai Rp241 triliun, apakah ini sehat?

Di sisi lain, soal penyelundupan BBM kita sudahkah teratasi? Utamanya penyelundupan di laut lepas yang menggunakan kapal tanker, bisa dibayangkan volume daya angkut sebuah kapal tanker saja luar biasa banyaknya.

Sebagai negara penghasil minyak kita harus belajar, bukan hanya mengelola, mengolah dan memproduksi, tapi juga harus berani melakukan ekspansi mencari sumber-sumber minyak baru di mancanegara, melakukan kerja sama dengan mereka atau bila perlu menggarap sendiri dari bahan mentah hingga menjadi bahan jadi.

Salah satu penyebab pemborosan energi adalah kemacetan, akibat kurangnya panjang jalan dibandingkan jumlah kendaraan yang ada dan pengaturan lampu lalu lintas yang kurang baik. Untuk lampu lalu lintas bisa diawali dengan belajar dari buku Bang Ali, bagaimana cara Ali Sadikin dahulu selaku Gubernur DKI Jakarta memperbaiki sistem lampu lalu lintas di Jakarta dan tentunya dengan teknologi sekarang yang kian canggih harus bisa dilakukan jauh lebih baik dari itu.

Konversi energi pun sepertinya dilakukan dengan setengah hati, terlihat dari banyak bajaj yang dahulu menggunakan gas telah dimodifikasi ke penggunaan premium, akibat SPBG hanya ada di tempat tertentu menjadikan para pengguna BBG tidak leluasa untuk mengisi bahan bakarnya.

Upaya mengalihkan kendaraan berplat merah untuk menggunakan pertamax dan bukan premium, ini pun hanya akal-akalan saja guna membohongi masyarakat, mengingat biaya penggunaan bahan bakar itu sesungguhnya dibebankan ke negara juga

Berapa harga bensin premium sesungguhnya? Kita tidak pernah tahu.

Bila dikatakan subsidi bensin premium Rp5.000,00 berarti harga premium adalah Rp4.500,00 + Rp5.000,00 = Rp9.500,00. Itu berarti harga premium sama dengan harga pertamax atau harga super milik shell.

Pertanyaannya, samakah mutu premium dengan super atau pertamax? Bila beda, apa mungkin harga premium sama dengan yang lain itu?

Tampaknya pemerintah memang bohong lagi soal subsidi BBM!

Jadi ingat Iwan Fals dalam lagu Manusia 1/2 Dewa...

Turunkan harga secepatnya...pasti kuangkat engkau menjadi manusia setengah dewa.

30 April 2013 | samidirijono | arsitek |

**
APBN: anggaran pendapatan dan belanja negara
BBG: bahan bakar gas
BBM: bahan bakar minyak
SPBG: stasiun pengisian bahan bakar gas
SPBU: stasiun pengisian bahan bakar umum

Rabu, 09 Januari 2013

Mobil Listrik Pak Menteri BUMN

Gara-gara Dahlan Iskan sang Menteri BUMN saat menguji coba mobil listriknya yang berpelat nomor DI (Demi Indonesia) mengalami kecelakaan, maka jadi berbuntut panjang. Pers pun senang mendapat bahan berita.

Baik mengenai mobilnya, nomor pelat, mau pun uji coba mobilnya, yang kesemua itu sebetulnya telah lama terpublikasikan oleh media, atau jauh-jauh hari sebelum kecelakaan itu terjadi. Kepolisian, kementerian perhubungan, dan berbagai pihak mulai ikut ramai membicarakan, seakan-akan setelah kecelakaan baru dicari-cari segala kesalahannya.

Pertanyaannya kenapa semua itu baru diributkan sekarang setelah kecelakaan terjadi?

Apakah pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Perhubungan dan Kepolisian tidak berbicara dan mengingatkan Dahlan Iskan sebelumnya tentang semua itu? Mengingat mobil ini sudah dari jauh-jauh hari dipublikasikan di media massa.

Banyak hal memang yang dilanggar oleh Pak Menteri, dia mengakui segala kesalahannya dan bersedia menanggung kesalahannya. “Kalau ikut birokrasi yang ada, belum tentu (pencapaian mobil Tucuxi) bisa seperti sekarang......saya menerobos semua itu dan siap menanggung konsekuensinya.......uji coba ini untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan siap menerima risiko, karena ini bukan suatu kejahatan seperti perkosaan atau korupsi.” Demikian yang dikatakannya pada tanggal 8 Januari 2013 di acara Prime Time News, Metro TV.

Sejak terbebas dari kanker hati yang dideritanya, Dahlan Iskan telah bertekad, “Saya siap mengabdikan diri saya untuk uji coba ilmu pengetahuan.”

Apalagi sudah menjadi tekad Pak Menteri bahwa masa depan Indonesia adalah mobil listrik, dan masa depan dunia juga mobil listrik.  Tampaknya ia tidak ingin mengulangi kesalahan saat Presiden Suharto dahulu tidak segera mengembangkan teknologi sel surya.

Kecelakaan itu sendiri bisa diakibatkan oleh berbagai sebab, baik teknis atau nonteknis. Kemungkinan kecelakaan akibat sabotase pun bisa saja terjadi, mengingat banyak pihak terkait yang bisa saja merasa dirugikan dengan adanya mobil listrik karya anak bangsa sendiri ini, baik mereka yang orang Indonesia apalagi orang asing. Semoga hasil investigasi terhadap mobil itu sendiri bisa diungkap apa penyebab celaka itu.

Jadi apa pun itu, sebaiknya bisa jadi pelajaran buat kita semua demi kemajuan teknologi sekaligus kemajuan bangsa ini. Sebagaimana pesan yang disampaikan Bambang S. Ervan dari Kementerian Perhubungan di acara yang sama, “Jangan sampai kejadian ini langsung meruntuhkan semangat inovasi yang dilakukan anak bangsa Indonesia.”

Indonesia untuk maju memang perlu orang-orang seperti Dahlan Iskan, Jokowi, Mahfud M.D., Gus Dur, Budiman Sudjatmiko, Megawati yang peduli dan berani melakukan terobosan-terobosan untuk perubahan negeri ini. Terlepasnya Eropa dari zaman kegelapan pun dilakukan melalui keberanian dalam melakukan terobosan. Demikian pula yang dilakukan Sukarno, Hatta, dan kawan-kawan yang telah membawa negeri ini ke alam kemerdekaan.

Maju terus Indonesia!


09 Januari 2013 | samidirijono | arsitek |
* (foto tucuxi @ tempo.co + foto dahlan iskan @ wikipedia)