Minggu, 09 Maret 2014

Ecotech Garden

(Pengolahan Air Selokan)

Air buangan rumah tangga dibagi 2 jenis, yakni apa yang disebut dengan grey water dan black waterGrey water adalah limbah rumah tangga nonkakus, yaitu buangan yang berasal dari kamar mandi, dapur (yang mengandung sisa makanan), dan tempat cuci. Black water adalah limbah rumah tangga berupa tinja/kotoran manusia yang berasal dari kakus (kloset/WC).

Di dunia arsitektur kita mengenalnya dengan istilah air kotor untuk grey water dan air kotoran/air limbah untuk black water. Pada tulisan kali ini yang dibahas hanya yang air kotor (grey water), sekaligus untuk melengkapi tulisan sebelum ini Kali Hitam Berubah Coklat.

Air kotor dari pabrik, tempat usaha, perkantoran, dan bahkan dari rumah tangga pun banyak yang dibuang langsung ke selokan tanpa melalui penyaringan (filterisasi), yang ternyata ini bisa membahayakan lingkungan dan makhluk hidup termasuk manusia.

Dari hasil penelitian Ratna Hidayat, air kotor dari rumah tangga banyak terkandung zat pencemar, seperti N (amonium, nitrat, nitrit, organik N), P (phosphate), BOD, dan COD.

Menurut Dr.K. Mophin Kani di researchgate.net, COD atau Chemical Oxygen Demand adalah pengukuran total semua bahan kimia (organik dan in-organik) di dalam air/air limbah; BOD atau Biochemical oxyen demand adalah ukuran, jumlah oksigen yang dibutuhkan bagi bakteri untuk mendegradasi komponen organik yang ada dalam air/air limbah.

Kita beruntung karena Ratna Hidayat, pemenang Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia tahun 2007 untuk kategori Teknologi Tepat Guna, termasuk seorang peneliti yang juga memperhatikan keindahan, dia memilih jenis-jenis tanaman hias sebagai media yang berfungsi untuk meminimalkan pencemaran yang terjadi, dia menyebutnya Pengolahan Air Selokan dalam Bentuk Ecotech Garden.

Ecotech garden adalah salah satu teknologi pengolahan air selokan (grey water) yang menggunakan tanaman hias air yang berfungsi menyerap N dan P, menurunkan zat pencemar (BOD, COD, detergen, bakteri patogen) serta menghilangkan bau dan sekaligus menjernihkan air.


Ada pun tanaman hias yang bisa digunakan antara lain:  pontederia cordata (bunga ungu), arrowhead sagita japonica (lili air), waterdrop-echinodorus paleafollus (melati air), thalia dealbata (kana air), cyperus papyrus, typha angustifolla (bunga coklat).


Ecotech garden baik untuk diterapkan secara individual di setiap rumah atau dibuat secara kolektif sebagai taman pada sebidang lahan di kompleks perumahan. Bahkan harapan beliau, ini bisa diterapkan di dalam skala yang lebih luas untuk kelestarian kualitas sumber air (sungai,waduk, atau danau) khususnya di lingkungan perumahan. Tentunya untuk yang terakhir ini bisa dilakukan oleh pemerintah, swasta (pengembang), atau pun secara bergotong royong.



Bila Ratna Hidayat bisa melakukannya, masyarakat juga tentu bisa, apalagi bila para arsitek dan ahli lanskap berinisiatif memberi inspirasi bagi penerapan tanaman hias ini sebagai taman yang menarik yang sekaligus berfungsi untuk menetralisir pencemaran di tiap rumah dan lingkungan yang mereka desain.

Taman indah, lingkungan bersih, rumah pun nyaman.

08 Maret 2014 | samidirijono | arsitek |

Tidak ada komentar: