Selasa, 30 April 2013

Pemerintah Bohong Lagi?


Pernyataan subsidi BBM yang selalu didengung-dengungkan oleh semua pihak, sebagai apa yang dikatakan oleh Kwik Kian Gie sebagai brainwash itu, tampaknya memang akan membuahkan hasil, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di saat lawatannya ke Singapura menyatakan, bahwa pemerintah berencana menaikkan harga BBM.

Apa kita sudah lupa akan apa yang diungkapkan oleh Rieke Dyah Pitaloka dan Kwik Kian Gie soal harga BBM di tahun 2011 lalu?  Silahkan buka kembali lembaran penjelasan mereka tentang hal itu atau baca lagi catatan sami yang lalu Pemerintah Bohong Soal Subsidi BBM.

Apakah keinginan menaikkan harga BBM ini akibat tekanan negara lain? Mengingat perbedaan harga yang mencolok menyebabkan SPBU asing sulit untuk bisa berjualan di sini. SPBU milik Petronas, Total, Shell bukan satu-dua yang telah ditutup karena sepi pembeli.


Undang-Undang Antimonopoli atau antitrust law tidak membolehkan terjadi monopoli, namun bila hanya harga New York yang dipakai patokan untuk BBM kita, bukankah hal itu bisa diartikan sebagai monopoli juga?

Belakangan ini kita sering mendengar istilah harga keekonomian. Sebuah istilah yang acap digunakan dalam sistem kapitalisme, sistem yang secara de-facto dianut negara kita, maka istilah harga keekonomian BBM kita sangat rendah pun sering mengemuka. Ada pula yang mengatakan bila dibandingkan dengan sebotol air mineral saja harga bensin kita lebih murah.

Padahal seharusnya pemikiran dengan cara pandang seperti itulah yang perlu dibalik, agar harga-harga yang lainnya itulah yang perlu diturunkan, dengan demikian dampaknya mata uang kita menguat dan rupiah tidak terpuruk terus-menerus seperti sekarang.

Jangan lupa, sejak dahulu setiap kenaikan harga BBM selalu berdampak pada kenaikan semua harga kebutuhan hidup lainnya.

Di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembang) hari Selasa, 30 April 2013, Presiden SBY mengatakan, “Subsidi yang terlalu besar tidak sehat.”  Tapi tahukah Anda kalau di APBN 2013 subsidi BBM Rp297,7 triliun, sedangkan belanja pegawai pemerintahan SBY mencapai Rp241 triliun, apakah ini sehat?

Di sisi lain, soal penyelundupan BBM kita sudahkah teratasi? Utamanya penyelundupan di laut lepas yang menggunakan kapal tanker, bisa dibayangkan volume daya angkut sebuah kapal tanker saja luar biasa banyaknya.

Sebagai negara penghasil minyak kita harus belajar, bukan hanya mengelola, mengolah dan memproduksi, tapi juga harus berani melakukan ekspansi mencari sumber-sumber minyak baru di mancanegara, melakukan kerja sama dengan mereka atau bila perlu menggarap sendiri dari bahan mentah hingga menjadi bahan jadi.

Salah satu penyebab pemborosan energi adalah kemacetan, akibat kurangnya panjang jalan dibandingkan jumlah kendaraan yang ada dan pengaturan lampu lalu lintas yang kurang baik. Untuk lampu lalu lintas bisa diawali dengan belajar dari buku Bang Ali, bagaimana cara Ali Sadikin dahulu selaku Gubernur DKI Jakarta memperbaiki sistem lampu lalu lintas di Jakarta dan tentunya dengan teknologi sekarang yang kian canggih harus bisa dilakukan jauh lebih baik dari itu.

Konversi energi pun sepertinya dilakukan dengan setengah hati, terlihat dari banyak bajaj yang dahulu menggunakan gas telah dimodifikasi ke penggunaan premium, akibat SPBG hanya ada di tempat tertentu menjadikan para pengguna BBG tidak leluasa untuk mengisi bahan bakarnya.

Upaya mengalihkan kendaraan berplat merah untuk menggunakan pertamax dan bukan premium, ini pun hanya akal-akalan saja guna membohongi masyarakat, mengingat biaya penggunaan bahan bakar itu sesungguhnya dibebankan ke negara juga

Berapa harga bensin premium sesungguhnya? Kita tidak pernah tahu.

Bila dikatakan subsidi bensin premium Rp5.000,00 berarti harga premium adalah Rp4.500,00 + Rp5.000,00 = Rp9.500,00. Itu berarti harga premium sama dengan harga pertamax atau harga super milik shell.

Pertanyaannya, samakah mutu premium dengan super atau pertamax? Bila beda, apa mungkin harga premium sama dengan yang lain itu?

Tampaknya pemerintah memang bohong lagi soal subsidi BBM!

Jadi ingat Iwan Fals dalam lagu Manusia 1/2 Dewa...

Turunkan harga secepatnya...pasti kuangkat engkau menjadi manusia setengah dewa.

30 April 2013 | samidirijono | arsitek |

**
APBN: anggaran pendapatan dan belanja negara
BBG: bahan bakar gas
BBM: bahan bakar minyak
SPBG: stasiun pengisian bahan bakar gas
SPBU: stasiun pengisian bahan bakar umum