Jumat, 06 Agustus 2010

Saat Mahakam Melintas di Samarinda

Setelah dari Palembang kini giliran Samarinda (baca: Kalimantan Timur) yang dijadikan ajang sosialisasi Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia pada tanggal 4 Agustus 2010. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk menyebarluaskan informasi tersebut, sekaligus juga memaparkan karya-karya yang pernah mendapatkan penghargaan di tahun-tahun sebelumnya sehingga peserta sosialisasi bisa mendapatkan gambaran tentang karya seperti apa yang bisa mereka unggulkan untuk mendapatkan penghargaan.

Samarinda adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur, bisa dicapai dari bandar udara Sepinggan yang berada di kota Balikpapan, berjarak 110-an kilometer atau kira-kira tiga jam dari samarinda. Bila Palembang dilewati sungai Musi maka Samarinda dilewati oleh sungai Mahakam, yang juga membelah kota menjadi dua bagian.

Sungai Mahakam yang melintasi Samarinda terlihat lebih lebar jika dibandingkan dengan sungai Musi yang melintas di Palembang. Sungai Mahakam ini masih bisa dilayari oleh kapal-kapal besar hingga masuk lebih jauh lagi ke arah hulu, karena jembatan yang dibuat di sini masih cukup tinggi dari muka air sungai. Untuk itu perlu diatur bahwa kapal-kapal yang boleh melintas di atasnya hanya kapal-kapal yang tidak berpotensi mencemarkan sungai agar kelestarian sungai tetap terjaga sehingga masih bisa dinikmati oleh anak-cucu kita kelak.

Potensi pariwisata sungai Mahakam di Samarinda bisa dikembangkan sebagaimana sungai Huang Pu yang membelah kota Shanghai dimanfaatkan sebagai aset pariwisata oleh pemerintah Cina, di mana pengembangkan kota sangat memperhatikan daerah pesisir sungai. Skyline bangunan dijadikan latar dalam mengolah bangunan sebagai diorama kota yang cantik, dilengkapi dengan permainan lampu-lampu dan laser pada bangunan-bangunannya di malam hari. Untuk urusan lighting (iluminasi atau pencahayaan), kota Shanghai konon banyak dijadikan acuan oleh para desainer dunia sehingga banyak desainer dan arsitek berbondong-bondong datang ke kota itu untuk mempelajarinya.

Kalimantan Timur masih bisa dikembangkan dengan baik mengikuti kaidah-kaidah sustainable development atau pun green architecture agar tidak rusak seperti daerah Jawa dan Jakarta pada khususnya. Pengadaan angkutan massal dan barang, selain angkutan air, yakni kereta api atau sejenisnya perlu dirancang secara integral untuk pulau Kalimantan demi kemajuan perekonomian dan kesejahteraan daerah ini.

Perjalanan ke Kalimantan Timur ini bukan untuk pertama kalinya. Rupa-rupanya mantera air sungai Mahakam cukup ampuh, yakni bagi yang minum air sungai Mahakam maka ia kelak akan kembali lagi ke sana.

Jangan minum air sungai Mahakam bila Anda tidak ingin kembali ke sana :)

| 6 Agustus 2010 | samidirijono | arsitek |

Tidak ada komentar: