Minggu, 01 Agustus 2010

Palembang

Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia (PKKI) untuk tahun 2010 tengah berlangsung dengan akhir pemasukan karya bagi mereka yang ingin mengikutsertakan karyanya adalah pada tanggal 25 Oktober 2010 di Sekretariat Panitia PKKI di lantai 7, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Untuk itulah rombongan sosialisasi datang ke Palembang, sebagian rombongan tiba malam hari melalui bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II setelah mengalami penundaan dikarenakan cuaca buruk di tujuan. Tidak banyak yang dikerjakan malam itu, hanya makan malam, menyiapkan segala sesuatu untuk besok, dan kemudian istirahat.

Esok harinya setelah selesai acara sosialisasi, sambil menunggu pesawat yang akan membawa sebagian rombongan kembali ke Jakarta pada pukul 18.30, kami pun diajak berwisata keliling kota Palembang oleh Mas Anta dan Mas Yopi, rekan arsitek yang tinggal di sana.

Kota Palembang terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia, kota ini pun tumbuh dengan ruko (rumah toko) yang menjamur bak cendawan di musim hujan. Dan seperti halnya di kota-kota lain maka penghijauan pun tampaknya yang perlu ditambahkan dan ditata di Palembang ini.

Bila kita berjalan keliling kota Palembang ada beberapa hal unik yang mungkin tidak ada di daerah lain. Becak Palembang berbeda bentuknya dengan becak yang ada di beberapa daerah lain, becak di sana beratap rendah. Ada juga bus kota (angkutan umum) dengan wajah yang dihiasi dengan berbagai gambar hingga ke kaca depan, menarik memang, tapi mungkin gambar-gambar yang sampai menutupi kaca itu bisa membahayakan keselamatan para penumpang termasuk sang sopir juga bila sampai menghalangi pandangan sang sopir.


Dan belum ke Palembang rasanya bila kita belum berkunjung ke Jembatan Ampera. Jembatan yang menghubungkan dua sisi kota yang dipisahkan oleh Sungai Musi ini memang adalah jembatan tua yang masih berfungsi hingga kini. Jembatan yang dulu bisa diangkat untuk dibuka agar bisa dilewati oleh kapal-kapal besar yang melintas di sungai Musi, kini sudah tidak diaktifkan lagi sehingga kapal-kapal besar sudah tidak diperbolehkan lagi melintas di bawahnya.

Banyak pembangunan yang sedang dilaksanakan di kota Palembang, sehingga gedung-gedung baru mulai bermunculan, salah satunya Gedung DPRD yang dirancang oleh rekan-rekan arsitek di sana. Sangat disayangkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menggunakan jasa arsitek masih belum berkembang, hanya bangunan-bangunan besar dan bangunan pemerintah saja yang telah dirancang oleh arsitek. Inilah sepertinya salah satu yang menyebabkan kenapa belum dapat tercipta lingkungan yang tertata rapi dengan bangunan yang sehat dan indah di Palembang.

Hotel Novotel merupakan salah satu objek sasaran yang dikunjungi, pemenang kategori arsitektur dalam Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia di tahun 2006, yang sebelumnya telah mendapatkan Penghargaan IAI juga. Sebuah hotel dengan bentuk dasar lingkaran dengan finishing batu alam ini berorientasi ke dalam, dengan kolam renang dan taman di pusatnya. Menurut sang perancang, air yang digunakan untuk menyiram tanaman merupakan air hasil daur ulang, inilah salah satu nilai tambah dari bangunan ini.


Terakhir, sambil meneruskan perjalanan menuju bandara, tidak lupa kami mampir untuk membeli makanan khas daerah ini, yakni pempek sebagai buah tangan dari Palembang.

Berkembang dan maju dengan baiklah kota-kota negeriku.

| 1 Agustus 2010 | samidirijono | arsitek |

Tidak ada komentar: