Jumat, 16 Juli 2010

Meletakkan Urinoar

Ronald S. Lumbuun, putra dari Prof.Dr. T. Gayus Lumbuun S.H., berhasil mempertahankan desertasinya untuk program doktoral pada tanggal 5 Juni 2010 yang lalu dan lulus dengan predikat doktor termuda dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Sidang doktoral itu dilaksanakan di Balai Sidang Joko Soetono di kompleks Fakultas Hukum (FH) UI, Depok. Sebagaimana pada bangunan-bangunan umum lainnya, gedung ini pun dilengkapi dengan toilet (WC) untuk pria dan wanita. Toilet pria dilengkapi antara lain dengan 3 buah urinoar, sangat disayangkan bahwa perletakan urinoar di gedung ini seperti tidak direncanakan dengan baik.

Tiga buah urinoar ini seperti dipaksakan untuk diletakkan di tempat yang cukup sempit, sehingga--kecuali yang tengah--sulit untuk digunakan, apalagi bila masing-masing dipergunakan pada waktu yang bersamaan. Hal ini diperparah dengan adanya tonjolan dinding tepat di posisi kepala orang dewasa, yang bila tidak hati-hati kepala bisa benjol.

Peturasan, tempat kencing pria, atau bahasa kerennya urinoar, umumnya digunakan untuk toilet yang ada di tempat-tempat umum karena salah satu tujuannya adalah guna mengoptimalkan ruang, namun untuk itu tetap harus ada batasan-batasan ukuran dan kaidah-kaidah arsitektur yang harus dijadikan pedoman agar urinoar dapat digunakan dengan baik dan nyaman.

Ada bermacam model urinoar, dari yang mencapai lantai hingga yang menggantung seperti yang dipergunakan di FH-UI ini. Untuk model yang seperti itu, bisa dibuat dengan berjarak minimum 90 cm, yang bila dirasa perlu pun masih bisa dipasangi pembatas setebal 3-4 cm. Jangan lupa untuk posisi yang dekat dinding beri jarak minimal 40 cm, agar nantinya masih ada sisa ruang antara 10 hingga 15 cm di sisi tubuh kita.


Sedangkan ketinggian urinoar disarankan sekitar 100 cm untuk ukuran orang dewasa. Bisa juga dibuatkan dinding tambahan setinggi 130 hingga 140 cm dengan ketebalan sekitar 20-30 cm. Fungsinya selain untuk instalasi pipa, juga bisa digunakan sebagai tempat sementara untuk meletakkan barang bawaan bagi pengguna urinoar.

Perletakan urinoar pun perlu dirancang dengan benar agar buang air seni pun lancar ...

| 16 Juli 2010 | samidirijono | arsitek |

Tidak ada komentar: