<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296</id><updated>2012-02-17T10:22:01.957+07:00</updated><category term='ruangan'/><category term='museum bahari'/><category term='das Sein und das Sollen'/><category term='jalan'/><category term='tunjangan hari tua'/><category term='balai jumpa'/><category term='peturasan'/><category term='angin arsitektur'/><category term='pendidikan'/><category term='pejalan'/><category term='kota'/><category term='DPR'/><category term='tatung dan loya'/><category term='ruang'/><category term='aman'/><category term='budaya'/><category term='design and build'/><category term='chalwanka'/><category term='wisata'/><category term='bahaya'/><category term='pencerahan'/><category term='singkawang'/><category term='pajak'/><category term='zampona'/><category term='rumah'/><category term='gerakan mahasiswa'/><category term='upeti'/><category term='pariwisata'/><category term='penelitian'/><category term='lingkungan'/><category term='lanskap'/><category term='pedestrian'/><category term='demonstrasi'/><category term='tempat'/><category term='bahasa Indonesia'/><category term='peneliti'/><category term='selamat datang'/><category term='seks'/><category term='peduli'/><category term='kamus indonesia'/><category term='monumen nasional'/><category term='angin'/><category term='nyaman'/><category term='arsitektur'/><category term='trotoar'/><category term='jalur hijau'/><category term='ventilasi'/><category term='toilet'/><category term='mengelola uang'/><category term='jakarta'/><category term='karakter bangsa'/><category term='hukum dan keadilan'/><category term='ruang publik'/><category term='pagar'/><category term='kalimantan'/><category term='pohon rindang'/><category term='parkir'/><category term='lingkaran'/><category term='tokoh'/><category term='sel surya'/><category term='sejahtera'/><category term='seni'/><category term='mencegah banjir'/><category term='istana'/><category term='arsitek'/><category term='utang'/><category term='street furniture'/><category term='undang-undang'/><title type='text'>catatan sami</title><subtitle type='html'>.boleh dikopi sepanjang sumber artikel disertakan. | .etika menyalin.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>44</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-1463876733134229791</id><published>2011-11-12T03:06:00.010+07:00</published><updated>2011-11-12T04:10:49.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lanskap'/><title type='text'>Detail Taman Atap</title><content type='html'>Bagaimana detail Taman Atap dengan beban tanaman hias ringan, tidak terlalu besar untuk rumah tinggal kelas menengah-bawah, dengan bahan (material) umum yang mudah diperoleh pun murah pembuatannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pertanyaan Dwidyatmoko di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;milis &lt;/span&gt;IAI pada tanggal 8 November 2011 lalu. Karena dari beberapa sumber yang diperoleh umumnya ada beberapa bahan/material yang asing atau jarang ditemui di daerah tertentu, seperti lapisan penyaring, lapisan penyerap lembap, lapisan kedap air, lapisan pemisah, insulator panas, pengatur uap air, atau kelembapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Supena Krisnadi menjawab, bahwa untuk perihal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roof garden &lt;/span&gt;(taman atap), menurutnya ada 2 hal yang perlu perhatian khusus, yakni:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;sisi konstruksi, yakni pentingnya membuat selubung bangunan kedap air dan saluran-saluran air dalam mendesain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roof garden &lt;/span&gt;itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sisi lanskap, yakni pemahaman mengenai jenis media tanam, lapisan-lapisannya dan tingkat keasaman tanah&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Untuk sisi konstruksi, dia lebih merasa nyaman menggunakan aditif pada beton atap di bawah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roof garden &lt;/span&gt;itu untuk membuatnya lebih tahan air. Banyak produk yang tersedia di pasar, ada AM, Sika, Shell, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beton tadi, biasanya ditambahkan juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waterproofing membrane&lt;/span&gt;. Bisa berupa lembaran bitumen, atau pun komposit dengan serat fiber. Keduanya banyak juga di pasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ini, dahulu populer dipakai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;geo-textile, &lt;/span&gt;yang bentuknya seperti kain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;polyester &lt;/span&gt;untuk menahan agar kotoran dari tanah tidak menyumbat saluran pembuangan air. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Jpp3AW3sxBM/Tr2DNyAHnLI/AAAAAAAAAVc/w1HZ2Kok7Lk/s1600/KK12_tamanatap_1.jpg" title="detail taman atap" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Jpp3AW3sxBM/Tr2DNyAHnLI/AAAAAAAAAVc/w1HZ2Kok7Lk/s200/KK12_tamanatap_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673835378340502706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang ada produk lain seperti modul-modul kotak dari bahan turunan plastik yang didesain khusus sehingga bisa mengalirkan air tapi tetap menahan media tanah (agregat) di atasnya tidak ikut terbawa air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya baru lapisan-lapisan media tanamnya. Media tanam ini sangat tergantung dari jenis dan spesies tanaman hias yang akan dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarankan untuk konsultasi dengan ahli tanaman di daerah Anda, karena media ini biasanya dikombinasi dengan lapisan pasir untuk menjaga tingkat kelembapannya. Mereka lebih paham untuk spesies-spesies tertentu berapa nilai minimum ketebalan media tanam dan media pasir sehingga sesuai dengan perkiraan beban terhadap struktur yang kita sudah tentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting juga diketahui nilai keasaman dari media tanam tersebut agar sesuai kebutuhan tanaman yang dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tanaman jenis rumput, biasanya mereka akan stres pada masa awal penanaman, sehingga untuk masa-masa awal akan terlihat mati. Tapi jika komposisi-komposisinya benar (berarti akarnya  tidak busuk) mereka akan tumbuh kembali setelah 1-3 bulan penanaman. Untuk tanaman hias lain, kasusnya spesifik, sesuai spesiesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal tersebut cukup mencakup pertanyaan-pertanyaan mengenai lapisan penyaring &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(geo-textile/modul block),&lt;/span&gt; lapisan kedap air (bitumen/komposit fiber), penyerap/pengatur kelembapan (pasir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk insulator panas sendiri, penerapan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;roof garden &lt;/span&gt;sebenarnya sudah merupakan upaya pembuatan insulator terhadap panas. Jika hal ini terasa kurang, baru bisa ditambahkan bahan insulator lain, bisa di atas atau pun di bawah bahan lantai itu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (polystyrene, phenolic, coconut fibre, cellulose fibre,&lt;/span&gt; dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dipahami kalau ada ketidakmerataan ketersediaan bahan bangunan atau teknologi bangunan di Indonesia, untuk itu bisa diambil prinsip-prinsip utamanya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi kontrol dari bahan dan teknik pengecoran beton, pencari substitusi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;waterproofing membrane &lt;/span&gt;yang tersedia secara lokal, dan penggunaan bahan penahan agar kotoran-kotoran tanah tidak terbawa air (mungkin perlu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;trial error research &lt;/span&gt;beberapa minggu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk media tanam dan jenis tanaman, Supena Krisnadi merasa bahwa hal itu bisa disesuaikan dengan "daerah" di mana lokasi itu berada. Dia percaya pemilihan organisme lokal tentunya lebih sesuai dengan habitat lain di sekelilingnya, sehingga adaptasinya terhadap faktor cuaca dan siklus ekosistemnya lebih teruji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-IkmZlVZADCM/Tr2DN9zXPrI/AAAAAAAAAVo/HHyhFgo55QQ/s1600/KK12_tamanatap_2.jpg" title="detail taman atap yang ekonomis" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-IkmZlVZADCM/Tr2DN9zXPrI/AAAAAAAAAVo/HHyhFgo55QQ/s200/KK12_tamanatap_2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673835381508226738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Putu Okadiputra pun menambahkan berdasar pengalamannya dengan cara lebih tradisional dan lebih ekonomis. Untuk susunan lapisan dari beton ke atas dapat dilakukan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Beton dibuat dengan baik sehingga tidak bocor, ini berkaitan dengan penulangan/pembebanan,  metode pengecoran, dan kemungkinan penambahan aditif seperti disebutkan Supena Krisnadi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Leveling &lt;/span&gt;beton atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;screed &lt;/span&gt;harus baik untuk memungkinkan air tidak menggenang dan mengalir tanpa hambatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menempatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;concrete block&lt;/span&gt; atau bata lepasan di atas beton dengan spasi antara mereka sehingga luas permukaan yang tertutup &lt;span style="font-style: italic;"&gt;concrete block &lt;/span&gt;kira-kira 50%, jarak di antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;conblock &lt;/span&gt;(bata) akan menjadi jalur lewat air lebih.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jarak di antaranya diisi dengan kerikil 3-4 cm diameter&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Di atasnya diisi sekam padi sampai kira-kira 5-10 cm di atas level &lt;span style="font-style: italic;"&gt;conblock. &lt;/span&gt;Sekam padi berfungsi sebagai pengganti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;geo-textile.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Lalu diisi dengan media tanam, pengalaman saya bisa sampai 40 cm dalam.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Cara ini lebih tradisional, kekurangannya adalah penambahan ketebalan yang cukup banyak.  Namun sudah dicoba dan bekerja baik tanpa bocor dalam 3 tahun ini, demikian diungkap Putu. Berbagai tanaman pun bisa ditanam dengan baik antara lain, rumput, paku-pakuan, kemboja Jepang, lee kwan yew.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atap hijau, udara pun segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 November 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-1463876733134229791?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/1463876733134229791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=1463876733134229791&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1463876733134229791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1463876733134229791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/11/detail-taman-atap.html' title='Detail Taman Atap'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Jpp3AW3sxBM/Tr2DNyAHnLI/AAAAAAAAAVc/w1HZ2Kok7Lk/s72-c/KK12_tamanatap_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-6426185124310096282</id><published>2011-10-23T11:43:00.017+07:00</published><updated>2011-10-23T13:43:40.051+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undang-undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum dan keadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peduli'/><title type='text'>Ekonomi Salah Kaprah!</title><content type='html'>“Pengelolaan ekonomi keliru,” demikian yang dikatakan oleh H.M. Aksa Mahmud dalam salah satu acara TVRI yang bertema Potret Ideologi Ekonomi Kita pada tanggal 23 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya suatu kesalahan yang fatal dengan globalisasi semua pintu dibuka! Padahal negara-negara lain termasuk Malaysia saja tidak begitu. Yang  mereka buka adalah yang mereka sudah siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-621fafcRxaI/TqOpoH4NdXI/AAAAAAAAAU4/w6K_W4Hq-xo/s1600/KJ23_ekonomi2.JPG" target="_blank" title="apa rakyat menikmati hasilnya?"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-621fafcRxaI/TqOpoH4NdXI/AAAAAAAAAU4/w6K_W4Hq-xo/s200/KJ23_ekonomi2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666559262936888690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iR_LRlAMvE4/TqOp_mFpbxI/AAAAAAAAAVE/Iv_RYnn__mc/s1600/KJ23_ekonomi1.JPG" target="_blank" title="hulu ke hilir telah dikuasai asing"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 98px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iR_LRlAMvE4/TqOp_mFpbxI/AAAAAAAAAVE/Iv_RYnn__mc/s200/KJ23_ekonomi1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666559666183302930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membuka diri tanpa pernah menyusun kekuatan adalah suatu perbuatan yang sangat gegabah. Ditambah lagi dengan perekonomian kita yang dikondisikan terpuruk seperti sekarang ini, akibatnya semua yang kita punya dan miliki dengan mudah dikuasai oleh asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bukan anti asing, tapi kita juga tak boleh menyerahkan segalanya pada pihak asing. Undang-Undang Dasar telah mengatur mengenai perekonomian kita dalam Pasal 33. Tidak ada satu pun ayat di sana yang mengindikasikan bahwa negara boleh menyerahkan perekonomian dan kekayaan alam kita pada pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-cwtkf_Jc8BU/TqOqbdvg8QI/AAAAAAAAAVQ/xqIQX_EizlI/s1600/KJ23_uud45pasal33.jpg" target="_blank" title="pasal 33 uud 1945"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 327px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-cwtkf_Jc8BU/TqOqbdvg8QI/AAAAAAAAAVQ/xqIQX_EizlI/s400/KJ23_uud45pasal33.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666560144979325186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah yang terjadi sekarang justru sebaliknya, bahwa perusahaan asing tidak saja menguasai perdagangan tapi meluas dari hulu hingga hilir. Dan ini terjadi di hampir semua lini, dari kekayaan alam hingga pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi dan air dan kekayaan alam TIDAK LAGI dikuasai negara dan dikuras semua, juga BUKAN untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Hanya demi komisi, maka eksekutif, legislatif, dan yudikatif rela menyerahkan segalanya di bawah kekuasaan pihak asing. Pada gilirannya kini kita pun jadi kuli di negeri sendiri. Suatu hal yang pernah diwanti-wanti oleh Bung Karno agar jangan sampai terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 1967, hampir tidak ada satu pun regulasi yang dibuat untuk menjaga kekayaan kita. Padahal tentang kekayaan alam Sukarno pernah berpesan, “Bila kita belum sanggup mengolahnya, biarkan di dalam tanah.” Dan akibat desukarnoisasi dampaknya luar biasa, contoh kekayaan alam Irian (Papua) dikeruk dari berbentuk gunung hingga berbentuk danau, namun penduduknya hingga kini tetap koteka-an. Sedih rasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NOMK7gOIk3c/TqOhgTXM9_I/AAAAAAAAAUo/0kiBpz1n0MM/s1600/KJ23_kerusakan%2Blingkungan.jpg" target="_blank" title="sudahkah kita nikmati kekayaan alam ini?"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 120px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NOMK7gOIk3c/TqOhgTXM9_I/AAAAAAAAAUo/0kiBpz1n0MM/s400/KJ23_kerusakan%2Blingkungan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666550332487694322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan Air Minum (PAM) pun sudah bukan lagi air minum karena tidak lagi bisa langsung diminum, merupakan suatu kemunduran dibanding ketika zaman penjajahan Belanda dahulu. Apakah kualitas air PAM sengaja diperburuk agar penjualan air kemasan menjadi laku? Tiadakah korelasi antara ketersediaan air PAM yang buruk dengan upaya penjualan air kemasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum tampak adil beradab, bijaksana, dan keadilan sosial. Ini yang perlu kita gugat sekarang, kesadaran kolektif berbangsa dan bernegara untuk saling peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan rakyat perlu segera ditingkatkan, mengingat 60% penduduk hanya lulus sekolah dasar, sebagaimana hal ini disampaikan oleh Sawiji dalam acara yang disiarkan oleh TVRI itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tampak belum ada yang peduli akan hal ini, mengingat pendidikan adalah investasi jangka panjang sehingga dalam satu atau dua periode pemerintahan pasti belum menghasilkan apa-apa. Perlu minimal 15 tahun baru bisa mencapai sarjana, dan paling tidak perlu 2-5 tahun lagi produktivitasnya baru bisa terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pemimpin yang cerdas akan lahir dari pemilih yang cerdas.” demikian diingatkan oleh Sawiji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Oktober 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-6426185124310096282?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/6426185124310096282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=6426185124310096282&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6426185124310096282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6426185124310096282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/10/ekonomi-salah-kaprah.html' title='Ekonomi Salah Kaprah!'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-621fafcRxaI/TqOpoH4NdXI/AAAAAAAAAU4/w6K_W4Hq-xo/s72-c/KJ23_ekonomi2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-4907842502736244553</id><published>2011-07-05T14:03:00.006+07:00</published><updated>2011-07-05T14:57:21.009+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum dan keadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengelola uang'/><title type='text'>Pemerintah Bohong Soal Subsidi BBM</title><content type='html'>Sungguh membuka mata kita saat memirsa acara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Economic Challenges&lt;/span&gt; pada tanggal 4 Juli 2011 di MetroTV yang menampilkan Kwik Kian Gie sebagai salah satu narasumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BBM Kita Tidak Disubsidi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kwik mengatakan bahwa BBM kita tidak disubsidi, bahkan ia berani menantang untuk membuka forum agar para ekonom berdebat dengannya bila ada yang mengatakan bahwa harga BBM kita disubsidi oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak kedua narasumber lain pun, Aviliani, Anggota Komite Ekonomi Nasional dan Ichsan Mojo, ekonom yang juga Ketua DPP Partai Demokrat, tidak ada yang membantah apa yang diungkapkan Kwik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak beberapa tahun lalu Kwik telah mengumpulkan data dan membuat analisis perhitungan tentang BBM, yang hasilnya adalah harga yang ditetapkan pemerintah telah berada di atas harga pokok produksi. Bahkan menurutnya bila dikurangkan dengan harga impor BBM yang dilakukan saat ini pun kita masih untung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagai negara penghasil minyak, wajar bila harga minyak yang dijual di  dalam negeri lebih murah dari harga minyak dunia, dan tidak perlu pula  menyamakan dengan harga minyak dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia meminta pemerintah tidak melakukan kebohongan dengan menggunakan kata subsidi. Kwik tidak berkeberatan bila pemerintah menaikkan harga BBM, asal jangan menggunakan alasan mengurangi subsidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila kata SUBSIDI yang digunakan maka itu sama artinya dengan pemerintah melakukan KEBOHONGAN PUBLIK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik pemerintah mengatakan butuh uang atau menurut Kwik, presiden katakan saja “Saya akan menaikkan harga BBM, Anda percaya saja sama saya karena Anda sudah memilih saya dan juga sudah memilih DPR yang sekarang”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Jpb6FTdjslA/ThK414ibWBI/AAAAAAAAAUM/XSctmoFzNSE/s1600/KG05%257EhargaBBM.jpg" title="sebagai negara penghasil minyak wajar bila harga minyak lebih murah" target="_blank"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Jpb6FTdjslA/ThK414ibWBI/AAAAAAAAAUM/XSctmoFzNSE/s400/KG05%257EhargaBBM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625762120388532242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika Menteri Keuangan, Agus Martowardojo berteriak mengenai beban subsidi BBM yang akan memengaruhi APBN, maka perlu ada auditor, BPK, atau KPK untuk mengusut benar tidaknya ada beban subsidi, karena jangan-jangan ada tindak pidana korupsi juga di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, Pertamina dinilai tidak mampu mengelola suplai minyak sehingga terjadi kelangkaan di mana-mana. Perbedaan harga yang demikian tinggi mengakibatkan penyelundupan BBM juga keluar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ungkapan ini bukankah tindakan yang paling tepat adalah mengganti pimpinan Pertamina dan mengusut tuntas pelaku penyelundupan BBM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus dipastikan bahwa tidak ada tindak pidana korupsi di sana, karena bila ada korupsi, maka jumlahnya pasti akan sangat besar, bisa jauh lebih besar dari sekedar kasus Century, Gayus, atau Nazaruddin, yang tak kunjung tuntas pengusutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat di Brunei atau negara-negara lain penghasil minyak, harga minyak mereka banyak yang masih di bawah  kita. Adakah penyelundupan minyak di sana?  Pencegahan bisa dilakukan secara internal oleh Pertamina dan secara  eksternal oleh aparat hukum. Bila pemerintah kita tidak mampu, maka  belajarlah pada mereka bagaimana mencegah penyelundupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adilkah bila beban akibat ketidakmampuan pemerintah mengelola uang dan aset negara ditanggung oleh masyarakat dengan menaikkan harga BBM?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanah Pasal 33 UUD RI pun menyatakan agar cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, untuk tujuan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05 Juli 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-4907842502736244553?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/4907842502736244553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=4907842502736244553&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4907842502736244553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4907842502736244553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/07/pemerintah-bohong-soal-subsidi-bbm.html' title='Pemerintah Bohong Soal Subsidi BBM'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Jpb6FTdjslA/ThK414ibWBI/AAAAAAAAAUM/XSctmoFzNSE/s72-c/KG05%257EhargaBBM.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-3481382899463980539</id><published>2011-07-04T14:45:00.011+07:00</published><updated>2011-07-04T16:11:30.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undang-undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPR'/><title type='text'>Kepemilikan Asing</title><content type='html'>Sungguh menyentak hati membaca pernyataan Wakil Ketua Panitia Kerja DPR untuk RUU Rumah Susun, Muhidin M. Said, yang mengharapkan terobosan aturan kepemilikan asing atas rumah susun berupa hak pakai langsung selama 70 tahun atau pun HGB (Kompas, 1 Juli 2011 hlm. 18 _ RUU Rumah Susun “Kepemilikan Properti bagi Orang Asing Belum Tuntas”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-iYW77kQMB7A/ThGAw8n00YI/AAAAAAAAAT8/WhtIVIfTxGw/s1600/KG04_kepemilikanAsing.jpg" title="adilkah bila aturan kepemilikan asing seperti ini?" target="_blank"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iYW77kQMB7A/ThGAw8n00YI/AAAAAAAAAT8/WhtIVIfTxGw/s400/KG04_kepemilikanAsing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625418987957703042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua perusahaan-perusahaan besar kita dimiliki oleh orang asing, mulai dari sektor tambang, keuangan, teknologi, dan lainnya. Kini kepemilikan rumah pun hendak diberikan pada orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang sama, masih banyak warga negara sendiri yang belum lagi memiliki rumah, atau pun terpaksa tinggal di tempat yang tidak layak huni dan tempat yang tidak tertata baik. Kawasan kumuh pun semakin luas sampai menempati berbagai lokasi hingga ke bantaran kali yang bukan diperuntukkan bagi tempat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-2x2Woeoyeuk/ThF5WI-7bcI/AAAAAAAAATk/eamGm3vhTOM/s1600/KG04_tata%2Blingkungan.jpg" title="yang tidak tertata dan tertata" target="_blank"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2x2Woeoyeuk/ThF5WI-7bcI/AAAAAAAAATk/eamGm3vhTOM/s400/KG04_tata%2Blingkungan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625410830837968322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kepemilikan rumah oleh orang asing lebih dimaksudkan untuk memudahkan mereka yang bekerja di sini untuk tinggal sementara selama mereka masih bekerja di sini. Kalau mereka merasa nikmat dan ingin selamanya tinggal di sini ada baiknya menjadi WNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peraturan Pemerintah No. 41/1996 yang membolehkan WNA memiliki satu unit rumah tinggal dengan status hak pakai selama 25 tahun dan dapat diperpanjang pun sebetulnya sudah baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logikanya, bila dihitung usia kerja mereka sekitar 25-30 tahun ditambahkan dengan 25 tahun saja berarti sudah mencapai usia 50-55 tahun. Itu berarti sudah memasuki usia pensiun! Kalau sampai 70 tahun, berarti dia akan berusia 95 atau 100 tahun!  Coba pikir, masih perlukah mereka tinggal di sini? Sudahkah pula terpikirkan berapa kekuatan bangunan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika wakil rakyat kita memperjuangkan kepentingan asing, pertanyaan berikut yang muncul. Apa yang dijanjikannya saat pemilihan umum dahulu? Mungkinkah dia dipilih rakyat untuk mewakilinya bila hal itu disampaikan saat kampanye pemilu? Apakah orang asing itu penyandang dananya saat pemilu? Atau ia dijanjikan komisi bila klausul itu menjadi bagian dari undang-undang? Atau dia begitu lugu, tidak tahu bahwa posisinya dimanfaatkan untuk kepentingan asing? Dan banyak lagi pertanyaan yang bisa muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setidaknya ini bisa jadi pembelajaran buat Anda (masyarakat) agar dicatat apa, kapan, dan di mana setiap janji yang diucapkan atau amanat yang Anda serahkan, baik itu untuk calon pemimpin mau pun untuk calon anggota DPR/DPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis apa yang dikemukakan dan dijanjikan setiap calon yang akan Anda pilih, baca kembali catatan itu bila ia terpilih dan sedang menjalankan fungsi serta tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;04 Juli 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-3481382899463980539?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/3481382899463980539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=3481382899463980539&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/3481382899463980539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/3481382899463980539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/07/kepemilikan-asing.html' title='Kepemilikan Asing'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iYW77kQMB7A/ThGAw8n00YI/AAAAAAAAAT8/WhtIVIfTxGw/s72-c/KG04_kepemilikanAsing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-5029990348025331494</id><published>2011-05-28T19:41:00.007+07:00</published><updated>2011-05-28T20:40:10.125+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jakarta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalimantan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Arsitektur dan Relasi Kekuasaan</title><content type='html'>Apakah arsitektur telah diperalat oleh kekuasaan atau kekuasaan dimanfaatkan untuk melahirkan ide-ide arsitektur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitektur ada hubungannya dengan kekuasaan adalah suatu hal yang tak bisa dipungkiri, demikian diungkap Rizal Syarifuddin saat memandu diskusi Arsitektur dan Relasi Kekuasaan pada tanggal 27 Mei 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-CcFA1sjvcBw/TeDvIDxZ5KI/AAAAAAAAATI/9vxQfxxRXU0/s1600/KE27_diskusiUrbanus-3a.jpg" title="diskusi arsitektur dan relasi kekuasaan" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-CcFA1sjvcBw/TeDvIDxZ5KI/AAAAAAAAATI/9vxQfxxRXU0/s200/KE27_diskusiUrbanus-3a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611748057434154146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Diskusi ini bila dikaitkan dengan keputusan penghentian pembangunan gedung DPR atau wacana pemindahan ibu kota, menurutnya bisa jadi salah satu contoh kasus menarik berkenaan dengan tema diskusi yang menampilkan narasumber Taufik Rahzen dan Sutrisno Murtiyoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa kini adalah kegiatan sosial politik yang tengah berlangsung, sehingga belum cukup jelas di mata Sutrisno Murtiyoso, apalagi pengaruh kepentingan dan sikap kita masih bergumul di dalamnya. Karena itu dia hanya mengupas dari sisi pengetahuannya di sejarah arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah kita, tiap kali terjadi pergantian kekuasaan maka ibu kota pun pindah. Ibu kota selalu mengikuti tempat tinggal rajanya. Hal ini berbeda dengan pelabuhan yang tidak semudah itu berpindah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaka pada awal abad ke-15 tercatat sebagai kota metropolis, lalu Banten dan Makassar yang merupakan kota metropolis internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalinan sistem kekuasaan dan arsitektur kota kita pada masa lalu itu membentuk tradisi arsitektur kota yang berbeda dengan yang kita alami sekarang. Pergantian kekuasaan (baca: penjajahan) membuat sejarah terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota-kota kita sekarang lahir di masa modern dan berbasis perniagaan yang mengikuti tradisi Eropa abad pertengahan. Rata-rata berusia di bawah 100 tahun sehingga 'tradisi' berkota kita belum cukup terbakukan. Kita di-'paksa' hidup di kota modern yang tidak kita kenal, kota binaan yang kita terima tanpa kita minta. Jadi seperti kita disuruh menerima kloset yang bukan tradisi kita&lt;span style="font-style: italic;"&gt;—tradisi kita adalah jongkok—&lt;/span&gt;maka akhirnya kita pun tetap jongkok di kloset duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Rahzen membagi siklus sejarah kita ke dalam 500 tahunan, 30 tahunan, dan siklus kecil 7 tahunan. Diawali dari tahun 535 yang merupakan letusan kedua Krakatau, kemudian tahun 1011 maha pralaya di Kediri, Udayana wafat. Pada tahun 1511 Malaka runtuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurutnya tahun 2011 ini seirama dengan pergantian zaman dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rama &lt;/span&gt;(brahmana), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;raka&lt;/span&gt; (satria), hingga tiba zaman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sudra &lt;/span&gt;(rakyat), pertanda berakhir masa arsitektur yang sekarang, berganti ke arsitektur rakyat&lt;span style="font-style: italic;"&gt;—arsitektur perumahan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam siklus 30 tahunan bisa dilihat berbagai peristiwa. Tahun 1908 ditandai dengan kebangkitan nasional, tahun 1938, tahun 1968 dicanangkannya Repelita (rencana pembangunan lima tahun) pertama, hingga tahun 1998 Sidang Istimewa MPR. Dan kita tunggu di tahun 2028 mendatang akan ada apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di siklus 7 tahunan setelah 1998 dan 2005, akan ada apa di tahun 2012 nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai ibu kota pun Taufik sempat mengamati rencana Sukarno memindahkan ibu kota ke Palangkaraya. Menurutnya Sukarno tidak betul-betul ingin memindahkan ibu kota ke sana, itu hanya siasat untuk mengambil Serawak, Sabah, dan Brunei semata. Sedangkan isu posisi Palangkaraya ada di tengah Indonesia itu hanya untuk pengalihan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari apa yang diungkap oleh kedua narasumber ini ada benang merah yang sebetulnya bisa ditarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zVDdwxuqE4Y/TeDvIDgB8sI/AAAAAAAAATQ/tJQsHXcojL4/s1600/KE28_diskusiUrbanus-3b.jpg" title="wacana pemindahan ibu kota indonesia" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zVDdwxuqE4Y/TeDvIDgB8sI/AAAAAAAAATQ/tJQsHXcojL4/s200/KE28_diskusiUrbanus-3b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611748057361281730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejarah mencatat bahwa dahulu pun ada pembedaan antara ibu kota dengan kota niaga/perdagangan, di mana daerah pemerintahan dipilih di tempat yang relatif lebih tenang sesuai dengan fungsinya yang butuh ketenangan. Jadi tidak seperti sekarang, ibu kota sebagai pusat pemerintahan bergabung dengan pusat perdagangan di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat pemerintahan cenderung lebih mudah dipindah dibanding pusat perdagangan. Namun karena sejarah juga mencatat perpindahan pusat pemerintahan terkait dengan pergantian kekuasaan, maka kini itu pun menjadi beban kekhawatiran (&lt;span&gt;bila tak boleh disebut ketakutan) &lt;/span&gt;bagi beberapa kalangan bila ibu kota kita dipindahkan&lt;span style="font-style: italic;"&gt;—&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;apalagi ke luar pulau Jawa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;—&lt;/span&gt;dikhawatirkan Indonesia akan bubar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap di Jawa yang sudah sumpek dan penuh sesak, tampak bukan pilihan terbaik. Meski mungkin tidak harus di Palangkaraya, tapi jika ditinjau dari beberapa faktor, maka alternatif terbaik masih tetap Kalimantan Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspada boleh, tapi perlu diingat, dengan sistem pemerintahan yang tidak lagi berupa kerajaan, dan telah pula mengalami beberapa kali pergantian kekuasaan maupun sistem bernegara, pada kenyataannya Indonesia masih tetap berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila pergantian zaman ke sudra itu benar, bukankah itu bisa juga pertanda bahwa pusat pemerintahan harus pula berpindah? Atau mungkinkah goncangan yang kerap mendera ini memang akibat posisi ibu kota yang ada sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran Taufik Rahzen tentang ide Palangkaraya dari Sukarno pun bisa jadi keliru, karena bukan tidak mungkin yang dipikirkan Bung Karno justru sebaliknya. Keinginannya memindahkan ibu kota itulah yang salah satu penyebab dia ingin menyatukan ketiga daerah tadi ke pangkuan ibu pertiwi. Faktor keamanan ibu kota bisa jadi salah satu pertimbangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;utak-atik-gatuk &lt;/span&gt;dari Taufik bisa saja itu pertanda di tahun 2011 dimulainya pencanangan dan diskusi intensif pemindahan ibu kota, di tahun 2012 dimulainya perancangan yang dilanjut dengan pembangunan, di tahun 2028 peresmian pusat pemerintahan di ibu kota baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gotong-royong yang menurut Sukarno adalah inti sari Pancasila, saatnya kita bangun kembali dan amalkan bersama sebagai satu bangsa yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Mei 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-5029990348025331494?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/5029990348025331494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=5029990348025331494&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/5029990348025331494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/5029990348025331494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/05/arsitektur-dan-relasi-kekuasaan.html' title='Arsitektur dan Relasi Kekuasaan'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-CcFA1sjvcBw/TeDvIDxZ5KI/AAAAAAAAATI/9vxQfxxRXU0/s72-c/KE27_diskusiUrbanus-3a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-6555897164463056846</id><published>2011-05-18T00:15:00.007+07:00</published><updated>2011-05-18T01:16:17.471+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='design and build'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peduli'/><title type='text'>Apa Itu Desain and Build?</title><content type='html'>Seperti kita ketahui, di Indonesia, masyarakat kita yang berhubungan dengan dunia konstruksi sering menggunakan istilah &lt;i&gt;Desain and Build,&lt;/i&gt; namun dengan pengertian dan pemahaman yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menarik mengikuti diskusi dan penjelasan tentang &lt;i&gt;'Desain and Build'&lt;/i&gt; pada tanggal 9 Mei 2011 di  &lt;i&gt;mailing list&lt;/i&gt;  Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang disampaikan oleh dua orang arsitek, Dian Kusumaningtyas dan Didi Haryadi. Berikut ini petikan dari diskusi tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Design-Build&lt;/i&gt; sudah lama ada dan legal, demikian pernyataan yang ditulis oleh Dian Kusumaningtyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sudah mengerjakan proyek-proyek &lt;i&gt;Design-Build&lt;/i&gt; (DB) dari tahun 90-an. Menurutnya kontrak-kontrak proyek &lt;i&gt;Worldbank,&lt;/i&gt; ADB, dan kerja sama asing swasta dengan pemerintah sudah lama mengerjakan ini di mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AIA (Institusi Arsitek Amerika) punya dokumen kontrak untuk sistem &lt;i&gt;Design-Build.&lt;/i&gt; Menurut Dian kalau menggunakan dokumen kontrak DB-nya AIA jelas sistemnya. FIDIC juga punya sistem kontrak DB (Orange Book).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu semua untuk proyek yang tingkat kesulitannya besar. Kalau untuk rumah tinggal tentunya harus menggunakan sistem kontrak DB yang lebih sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menurutnya kalau soal DB-nya tidak ada yang haram. Itu hanya soal pengaturan tugas dan tanggung jawabnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang ditanya sistem mana yang lebih baik antara DB dan tidak, tentunya tergantung situasi dan kondisi. Tidak gampang memutuskan mana yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada pihak-pihak yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngawur &lt;/span&gt;(arsitek, struktur, mekanikal, elektrikal, dll - sebagai konsultan) atau kontraktornya (dalam satu kasus), tidak berarti suatu sistem akan menjadi jaminan mutu dalam semua situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dian, apa pun sistem yang dipakai, semuanya ada baik dan buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatan Arsitek Indonesia memang belum mengatur tentang &lt;i&gt;Design-Build&lt;/i&gt; termasuk untuk kontrak dan pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ingat, bukan hanya AIA yang menerbitkan &lt;i&gt;contract document&lt;/i&gt; berbasis DB, ada RIBA, FIDIC, dan banyak institusi arsitek lainnya. Semuanya ditujukan untuk mengatur praktik arsitek yang sesuai dengan &lt;i&gt;Code of Ethics&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Code of Professional Conduct&lt;/i&gt; yang dianut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahannya menurut Dian Kusumaningtyas, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ada kesalahan persepsi atau mengartikan dari kalimat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Design-Build&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt; Dulu juga dikenal sebagai D&amp;amp;C (Design and Construct).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di sini sering digunakan atau dilakukan penerjemahan yang mengakibatkan kesalahan persepsi. Contoh yang baru-baru ini mengagetkan dia adalah Gedung Hijau&lt;i&gt;—diterjemahkan langsung dari bahasa Inggris 'green building'.&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jadi, arti &lt;i&gt;Design-Build&lt;/i&gt; itu apa? Arti yang paling 'sederhana' dari &lt;i&gt;design&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;build,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Design&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;Designer &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;Build&lt;/i&gt; dari &lt;i&gt;Builder.&lt;/i&gt; Jadi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;maksudnya paket kerja sama antara &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Designer&lt;/i&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;/span&gt;(arsitek)&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;Builder&lt;/i&gt; (kontraktor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dian menjelaskan lebih jauh, yang banyak terjadi di proyek sederhana adalah &lt;i&gt;I am Designer and I am Contractor  &lt;/i&gt;(saya desainer dan saya juga kontraktornya). Ini salah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diizinkan dalam institusi-institusi seperti AIA, RIBA, dan lainnya itu adalah &lt;i&gt;I am a Designer—I am working together to produce one package of submission—with a Contractor&lt;/i&gt; (saya desainer—saya bekerja sama untuk menghasilkan satu paket penawaran—dengan kontraktor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan DB yang sederhana adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menghemat waktu. Terutama waktu dalam hal melakukan gambar-gambar detail sampai sempurna. Umumnya kalau Desainer melakukan hal ini sering terjadi bongkar pasang gambar karena kurang menguasai detail yang &lt;i&gt;applicable&lt;/i&gt; di lapangan. Builder umumnya lebih menguasai detail-detail ini sehingga diharapkan dapat cepat dilaksanakan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghemat waktu karena proses produksi detail ditangani langsung oleh &lt;i&gt;Builder;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menghemat waktu pelaksanaan karena proses keputusan di lapangan dilakukan sepenuhnya (90-95%) oleh &lt;i&gt;Builder.&lt;/i&gt; Desainer umumnya hanya mengambil keputusan apabila klien meminta perubahan atau ada kasus-kasus lainnya yang memerlukan  keputusan Arsitek.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Masalah terbesar di DB di seluruh dunia adalah Kualitas. Biasanya kompromi-kompromi yang dilakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Builder &lt;/span&gt;selalu mengakibatkan Kualitas yang diinginkan oleh Arsitek tidak tercapai. Dengan catatan “Arsiteknya TAHU kualitas yang diinginkannya dan TAHU bagaimana caranya untuk mencapai kualitas itu”. Kalau tidak TAHU... Sebaiknya “serahkan kepada ahlinya” daripada semakin banyak omong dan hanya menciptakan &lt;i&gt;blunder&lt;/i&gt; yang tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Jadi jangan menggunakan istilah DB kalau tidak mengerti maknanya dan implikasinya terhadap bentuk atau format kontrak,"&lt;/span&gt; tandas Dian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi Haryadi, Ketua Badan Keprofesian IAI menambahkan dengan tambahan catatan bahwa masing-masing pelaku/peran bertindak sesuai kompetensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didi sependapat dengan Dian dan menambahkan penekanan pada 3 butir tujuan DB, menurutnya:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menghemat waktu dalam hal di sinilah peranan proses &lt;i&gt;shop drawing&lt;/i&gt; oleh &lt;i&gt;builder&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setuju proses produksi detail, dengan catatan bahwa si &lt;i&gt;builder&lt;/i&gt; (pelaksana) harus kompeten.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keputusan di lapangan sebaiknya diartikan sebagai keputusan yang diambil di lapangan (pada masa/saat konstruksi):&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;keputusan msalah-masalah lapangan di lapangan, dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;keputusan masalah-masalah desain di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Persoalan TAHU atau tidak tahu, ya yang mengambil keputusan harus tahu, kalau tidak tahu jangan merasa tahu lalu mengambil keputusan (kode etik arsitek menyuarakan demikian). Bukan kalau dilihat arsitek (designer)-nya tidak tahu terus keputusan dan tanggung jawabnya diambil alih si constructor / builder-nya atau pemeran lain." &lt;/i&gt;demikian ditekankan oleh Didi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-guCWY_QjPVA/TdK4b1GuZxI/AAAAAAAAATA/2w8wIMWccng/s1600/KE17_desain-build.png" title="design and build" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-guCWY_QjPVA/TdK4b1GuZxI/AAAAAAAAATA/2w8wIMWccng/s200/KE17_desain-build.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607747274280953618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dari apa yang disampaikan oleh mereka berdua, tampaknya menjadi tugas kita bersama untuk meluruskan persepsi yang telah salah selama ini tentang keberadaan istilah &lt;i&gt;Design and Build&lt;/i&gt; kepada masyarakat, agar ke depan kita bisa berangkat dengan pengertian yang sama dan betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya arsiteknya dan saya juga kontraktornya memang tidak diakomodasi oleh  IAI, mengingat itu akan menimbulkan konflik kepentingan. Arsitek  di dalam mukadimah buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan  Pengguna Jasa, antara lain disebutkan sebagai ahli yang terpercaya dalam  mendampingi dan/atau mewakili pengguna jasa atau pemilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat dalam merancang dan membangun (DB) ternyata masing-masing  punya tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda meski tujuan  akhirnya sama, yakni mewujudkan karya dan menghadirkan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka menjadi pekerjaan rumah bagi IAI untuk peduli dan membuatkan aturan tentang DB bagi arsitek, agar semuanya menjadi jelas dan dapat berjalan sesuai aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian dan pemahaman yang salah bisa dihindari dengan aturan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Mei 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-6555897164463056846?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/6555897164463056846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=6555897164463056846&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6555897164463056846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6555897164463056846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/05/apa-itu-desain-and-build.html' title='Apa Itu Desain and Build?'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-guCWY_QjPVA/TdK4b1GuZxI/AAAAAAAAATA/2w8wIMWccng/s72-c/KE17_desain-build.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-675194389068958110</id><published>2011-05-14T21:04:00.007+07:00</published><updated>2011-05-14T21:23:37.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengelola uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='utang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahaya'/><title type='text'>Rupiah Oh Rupiah</title><content type='html'>Tentunya banyak orang yang tidak mengerti atau semakin tak mengerti apa yang terjadi dengan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang pintar setingkat profesor doktor ada di negeri ini, tapi menjadi aneh ketika hampir tak terdengar mereka bicara tentang manfaat dan keuntungan penguatan nilai rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tak banyak orang yang punya pendapat seperti Bambang PS Brojonegoro atau media yang memang tak hendak mengangkatnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Indonesia atau pun pemerintah tampaknya seperti lebih suka rupiah senantiasa dalam keadaan terpuruk. Berulang kali terdengar ucapan yang menyatakan berbahaya jika rupiah terlalu cepat menguat. Aneh rasa mendengar ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini penguatan rupiah berbahaya justru yang sering didengung-dengungkan. Ada apa sebetulnya? Kenapa seperti tiada keinginan mendorong penguatan rupiah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mata uang dolar terpuruk di mana-mana. Indonesia malah berusaha menahan laju kekuatan rupiah. Aneh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-anSKtK5Eauw/TcmGNKczayI/AAAAAAAAAR0/9mAmFZ31KuU/s1600/KE10%257Erupiah.JPG" title="rupiah menuju rp8.000 per dolar" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-anSKtK5Eauw/TcmGNKczayI/AAAAAAAAAR0/9mAmFZ31KuU/s320/KE10%257Erupiah.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605158771940879138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ucapan Bambang PS Brojonegoro, Pelaksana Tugas Kepala Badan dan Kebijakan Fiskal, bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Setiap Rp100 penguatan akan menghemat pengeluaran Rp400 miliar" &lt;/span&gt;seperti tiada artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal setiap angka penguatan sangat besar manfaatnya untuk pembayaran utang luar negeri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada korupsikah dibalik ini semua? Karena bukan tidak mungkin semakin banyak utang akan semakin banyak komisi yang di dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan membahayakan ekspor selalu dikedepankan. Padahal bagi para pedagang hal ini bisa tidak terlalu bermasalah karena ini hanya akan berdampak untuk jangka pendek. Mereka akan dapat segera menyesuaikan terhadap tiap penguatan atau pun pelemahan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi spekulan mungkin saja bisa sedikit mengganggu. tapi yang pasti setiap penguatan rupiah akan sangat mengganggu mereka para penyimpan uang dalam bentuk mata uang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh, Presiden SBY yang entah untuk keperluan apa hingga punya simpanan lebih dari 200 ribu dolar, bisa jadi ia belum tentu rela jika nilai simpanannya menjadi berkurang akibat penguatan rupiah terhadap dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak penguatan rupiah sebagaimana diungkap oleh Bambang tadi, tentunya bisa mendorong kita untuk segera mengurangi utang negara, bahkan melunasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang diperlukan jiwa nasionalisme dalam hal ini sehingga bisa peduli mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sanubari rakyat kecil nasionalisme itu tampaknya masih banyak dimiliki. Tinggal bagaimana dengan segolongan lain, pemilik harta, yang perlu dibangkitkan rasa nasionalismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ada dua pilihan, bergerak menuju keadaan yang lebih baik atau terpuruk dan hilang tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlari menuju cita-cita proklamasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Mei 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-675194389068958110?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/675194389068958110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=675194389068958110&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/675194389068958110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/675194389068958110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/05/rupiah-oh-rupiah.html' title='Rupiah Oh Rupiah'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-anSKtK5Eauw/TcmGNKczayI/AAAAAAAAAR0/9mAmFZ31KuU/s72-c/KE10%257Erupiah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-7434580847110216141</id><published>2011-05-08T11:06:00.007+07:00</published><updated>2011-05-08T12:06:14.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Indonesia yang Tidak Mengindonesia?</title><content type='html'>Ada perasaan sangat bangga membaca judul dan kalimat pertama di harian Kompas 7 Mei 2011 bahwa Universitas Indonesia mengenalkan perpustakaan yang diklaim sebagai terbesar di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apabila berita itu benar, sungguh sangat sedih tatkala membaca kalimat selanjutnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Perpustakaan dengan nama The Crystal Knowlegde...".&lt;/span&gt;  Mengingat, universitas yang menyandang nama bangsa ini menamakan gedungnya dengan bahasa asing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-QfNdsKUUjg0/TcYZjzhH5uI/AAAAAAAAARs/qsHYFsjYvTc/s1600/KE08%257Eperpus%2Bui.JPG" title="universitas indonesia tidak mengindonesia?" target="_blank"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QfNdsKUUjg0/TcYZjzhH5uI/AAAAAAAAARs/qsHYFsjYvTc/s400/KE08%257Eperpus%2Bui.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604194889224414946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan bukan karena arsitektur  gedung ini yang "konon kabarnya" mirip dengan salah satu desain gedung yang ada di negara lain maka mungkin tak diperlukan penggunaan bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, sedemikian jelek dan burukkah bahasa Indonesia bagi kita sehingga sebuah universitas yang menyandang nama bangsa dan negara pun seakan melupakan jati dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiadakah padanan kata itu dalam bahasa Indonesia? Malas mencari? Atau bahasa Indonesia memang sungguh sangat memalukan, kolot, ketinggalan zaman?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah tiada lagi sisa makna arti sumpah pemuda di mata yang disebut sebagai kaum intelektual ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang bermunculan secara serempak dan bertalu-talu di kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita saja sudah tidak bangga menggunakan bahasa persatuan kita sendiri, perlukah orang lain juga memperhatikan bahasa kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang acap terjadi adalah banyak yang sangat paham bahkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meng-kritisi  &lt;/span&gt;terhadap penggunaan kaidah atau tata bahasa asing yang salah. Namun entah disengaja atau tidak, di antara mereka inilah yang justru terkesan tak peduli dengan penggunaan kaidah dan tata bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal satu-satunya alat yang masih mempersatukan kita sebagai bangsa yang satu hingga saat ini adalah bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan nasib bangsa ini. Di tengah keterpurukan dan kegalauan seperti saat ini tampaknya kian sedikit rakyatnya yang peduli untuk membangun kembali kepercayaan dan kemampuan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sudah saatnya kita bubarkan bangsa ini bila kita tak bisa lekas sadar akan makna berbangsa dan bernegara di bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan tidak boleh kita menggunakan bahasa asing, bahkan sangatlah baik bila kita mampu menguasai beberapa asing dengan baik. Namun penempatan dan penggunaannya haruslah di tempat tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita junjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;08 Mei 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-7434580847110216141?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/7434580847110216141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=7434580847110216141&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/7434580847110216141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/7434580847110216141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/05/indonesia-yang-tidak-mengindonesia.html' title='Indonesia yang Tidak Mengindonesia?'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QfNdsKUUjg0/TcYZjzhH5uI/AAAAAAAAARs/qsHYFsjYvTc/s72-c/KE08%257Eperpus%2Bui.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-6507813589600134923</id><published>2011-05-05T00:59:00.021+07:00</published><updated>2011-05-18T22:42:09.818+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Soejoedi di Mata Arsitek dan Sahabatnya</title><content type='html'>Saat ini tak banyak orang yang mengenal Soejoedi Wirjoatmodjo, termasuk mereka yang berkecimpung di bidang arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-3EW2S1fNHes/TcGXFpGy27I/AAAAAAAAARc/zrqkwvYbjwg/s1600/KE05%257Esoejoedi_karya.jpg" title="gedung mpr/dpr karya arsitek soejoedi" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-3EW2S1fNHes/TcGXFpGy27I/AAAAAAAAARc/zrqkwvYbjwg/s200/KE05%257Esoejoedi_karya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602925534615100338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masyarakat lebih mengenal keindahan gedung DPR/MPR yang bentuknya unik dan tak lekang oleh zaman itu, dibanding sang arsiteknya, yakni Soejoedi (baca: Suyudi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hadir di acara peluncuran buku Membuka Selubung Cakrawala Arsitek Soejoedi yang ditulis oleh Budi A. Sukada, IAI, banyak terungkap sisi lain dari Soejoedi yang mungkin kita tidak ketahui sebelum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara dipandu oleh Sutrisno Murtiyoso pada 28 April 2011 di Jakarta ini, diawali oleh sang penulis dengan mengungkapkan sejauh mana objektifitas dia dalam membedah karya Soejoedi ini melalui tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi Sukada dalam penulisannya menggunakan metode yang biasa digunakan oleh Charles Jenks. Menurutnya, Charles Jenks dalam melihat karya melalui dua cara. Pertama, karya yang ditiru dan kedua, menyempurnakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Budi Sukada di dalam membedah karya Arsitek Soejoedi menggunakan apa yang disebutnya dengan "teori dorongan estetik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulasan dimulai oleh Prof. Slamet Wirasonjaya, yang bercerita bahwa di dalam berkarya arsitek Soejoedi dapat memaksa konstruksi baja untuk mengikuti bentuk bangunan yang dibuatnya. Sebagai arsitek, Soejoedi berpendapat bahwa &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;konstruksi harus mengikuti bentuk, bukan bentuk mengikuti konstruksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-iNz2UGPPWG0/TcGXFqsUyAI/AAAAAAAAARk/4LsdgXJTB6U/s1600/KE04%257Esoejoedi_diskusi.JPG" title="peluncuran buku membuka selubung cakrawala arsitek soejoedi" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-iNz2UGPPWG0/TcGXFqsUyAI/AAAAAAAAARk/4LsdgXJTB6U/s200/KE04%257Esoejoedi_diskusi.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602925535040948226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut Prof. Slamet, saat ini sebutan ARSITEK telah tenggelam. Arsitek tidak lagi dikenal sebagaimana di masa lalu. Masyarakat sekarang lebih mengenal istilah konsultan, bukan lagi arsitek. Pertanyaan yang sering terdengar saat ini "siapa konsultannya?" bukan "siapa arsiteknya?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperparah oleh UUJK (Undang-Undang Jasa Konstruksi) yang ikut pula menghancurkan arsitek. UUJK menyebut konsultan, bukan ARSITEK, sebagaimana hal ini diungkap oleh Ridwan Kurnia, mantan ketua IAI daerah Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua menekankan agar kita harus mengembalikan posisi arsitek ke tempatnya semula, bahwa &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang merancang bangunan itu ARSITEK bukan konsultan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuswadi Saliya, IAI berpendapat, bahwa masa kreatif Soejoedi sangat singkat, dia hanya sempat berkarya selama 20 tahun, dia meninggal di usia yang masih sangat produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yuswadi dengan membaca buku Membuka Selubung Cakrawala Arsitek Soejoedi masih sulit untuk menempatkan Soejoedi, apakah dia arsitek modern di Indonesia atau arsitek Indonesia modern? Karena di buku itu tidak terungkap sisi Soejoedinya sendiri siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suprayogi adalah orang dibalik sukses Soejoedi, dialah yang membawa Sutami dan Soejoedi. Hal ini diungkap oleh Lutfi, salah seorang sahabat Soejoedi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah seorang arsitek yang beruntung karena pernah menerima resep merancang dari Soejoedi, Hoemar menceritakan bahwa menurut Soejoedi untuk mendapatkan rancangan yang baik maka ukuran yang digunakan dalam mendesain itu harus selalu bisa dibagi tiga. Itulah yang menurutnya mengapa karya-karya Soejoedi sangatlah enak untuk dipandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsitek Harisanto mengungkapkan pesan Soejoedi agar kita tidak perlu takut atau minder bila berhadapan dengan orang asing, karena menurutnya kita ini setara dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vila Arsyad menurut Arsitek Han Awal adalah karya terbaik Soejoedi. Di gedung ASEAN, Soejoedi membuat berjenjang-jenjang dengan teras-teras yang merefleksikan sawah. Di PGI (Pusat Grafika Indonesia) dahulu, pendopo diterjemahkan dengan bahasa internasional. Soejoedi pandai bermanipulasi dengan bidang yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Josef Prijotomo baru mengenal Soejoedi dari buku Gedung MPR/DPR RI. Josef mengamati, bahwa ada dua tipe orang yang kembali dari belajar di mancanegara. Yang pertama, melokalkan yang global dan yang kedua, mengglobalkan yang lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud melokalkan yang global adalah mereka yang menimba pengetahuan di luar kemudian menerapkan yang dari luar itu ke dalam sini. Sedangkan mengglobalkan yang lokal adalah mereka yang menimba pengetahuan untuk menginternasionalkan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soejoedi adalah termasuk tipe yang kedua, di mana dia bisa mengangkat nilai-nilai tradisi menggunakan ilmu modern untuk menginternasionalkan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Soejoedi di Jawa Tengah atau Semarang pada khususnya sangat besar dan itu bisa ditelusuri hingga kini. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Totok Rusmanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Bagoes Wiryomartono berpendapat bahwa Soejoedi sebagai original thinker tidak mungkin dipengaruhi oleh pengaruh-pengaruh yang datang dari luar. Oleh Soejoedi justru dengan semangat modernism diharapkan membongkar agar tidak ada alasan untuk merasa inferior.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-RPWFBIdbGrU/TcGWFBGjWbI/AAAAAAAAARU/Eyg0UhGXbmo/s1600/KE05%257Esoejoedi_foto.jpg" title="arsitek soejoedi" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:left; margin:10px 10px 0 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-RPWFBIdbGrU/TcGWFBGjWbI/AAAAAAAAARU/Eyg0UhGXbmo/s200/KE05%257Esoejoedi_foto.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602924424365038002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Soejoedi lebih bisa mengungkap esensi dasar tradisi kita dibanding Thomas Karsten atau pun arsitek-arsitek kolonialism lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soejoedi seorang arsitek yang memiliki integritas dan dedikasi pada pekerjaan. Dia hidup sebagai arsitek dan menghidupi arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Prof. Eko Budihardjo mengingatkan kita untuk bisa membawa semangat Soejoedi dalam kehidupan di masa kini, agar kita tidak mudah melakukan pelanggaran terhadap aturan-aturan yang telah dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan ruang terbuka hijau di Jakarta yang saat ini sudah melanggar undang-undang karena sudah berada di bawah 20 %, jangan lagi dikurangi dengan lebih mengutamakan pembangunan gedung, apalagi di daerah hijau seperti di area MPR/DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan Prof. Eko, ruang hijau kota sekarang harusnya tidak dikurangi tapi justru kita tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari hadirkan peradaban melalui karya arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;05 Mei 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-6507813589600134923?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/6507813589600134923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=6507813589600134923&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6507813589600134923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6507813589600134923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/05/soejoedi-di-mata-arsitek-dan-sahabatnya.html' title='Soejoedi di Mata Arsitek dan Sahabatnya'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-3EW2S1fNHes/TcGXFpGy27I/AAAAAAAAARc/zrqkwvYbjwg/s72-c/KE05%257Esoejoedi_karya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-6644223665558650010</id><published>2011-04-28T10:19:00.008+07:00</published><updated>2011-04-28T10:49:21.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karakter bangsa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='monumen nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Arsitektur Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa</title><content type='html'>Demikian judul diskusi yang digelar oleh Urbanus pada tanggal 27 April 2011.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-tBf2WIH7iFE/TbjfeF2KC8I/AAAAAAAAARM/3AiRk785SmE/s1600/KD27_diskusiUrbanus.jpg" title="diskusi arsitektur sebagai pembentuk karakter bangsa" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tBf2WIH7iFE/TbjfeF2KC8I/AAAAAAAAARM/3AiRk785SmE/s200/KD27_diskusiUrbanus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5600471844693609410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Menarik memang mengikuti paparan dari arsitek Prof. Josef Prijotomo khususnya dan budayawan Taufik Rahzen yang dipandu oleh Rizal Syarifuddin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengantar awal dijelaskan Rizal, bahwa istilah karakter bangsa yang dipinjam dari antropologi selalu mengandaikan sebuah perubahan yang bersifat evolusi, meski demikian bukan berarti kita tidak bisa menandai karakter suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya arsitektur merupakan karya kolektif yang tidak hanya melibatkan arsitek sebagai perancang tapi juga pemberi tugas, pengguna, penyedia bahan, media massa, dan sebagainya. Dan itu menjadi premis awal bahwa karya arsitektur bisa dijadikan alat untuk melihat suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Josef membuka cakrawala peserta dengan kalimat bernada miris, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Matinya arsitektur tradisional Indonesia"&lt;/span&gt; dan dia pun mengembalikan arsitektur tradisional ke ranah arkeologi dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, matinya arsitektur tradisional Indonesia juga dibarengi dengan lahirnya arsitektur nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat bangunan kita sejak dahulu sudah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sustainable, &lt;/span&gt;maka kata-kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;genius loci &lt;/span&gt;atau kearifan lokal menurutnya adalah sebuah istilah yang justru dibuat untuk merendahkan kita. Yang betul itu cerlangtara (kecemerlangan nusantara) bukan kearifan lokal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah arsitektur tradisional Amerika atau Eropa? Lantas kenapa arsitektur kita yang pada umumnya terbuat dari kayu itu selalu disebut arsitektur tradisional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekakuan beton tentu berbeda dengan kelenturan kayu. Perbedaan arsitektur kita dengan mereka harusnya menyadarkan kita untuk menggali dan mengembangkan arsitektur kita sendiri yang disebutnya sebagai arsitektur nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari situ maka kita harus berani menyejajarkan arsitektur kita dengan arsitektur asing!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan yang mendasar yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;arsitektur nusantara bukanlah tempat untuk berlindung tapi tempat untuk bernaung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Josef, apa yang dipelajari di mata kuliah arsitektur tentang ruang pun kurang tepat. Yang benar bukan ruang tapi ruangan.  RUANGAN berkait dengan rupa dan bentuk, sedangkan RUANG hanya ada di alam pikir kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupa dan bentuk itulah yang dapat kita cari dan kembangkan sebagai karakter bangsa yang meng-internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian Presiden Sukarno menggunakan putra-putri Indonesia sendiri dalam membangun gedung-gedung seperti Monas, masjid Istiqlal, gedung Conefo (sekarang MPR/DPR) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;—di masa awal  setelah kemerdekaan kita raih—&lt;/span&gt;adalah demi mengangkat harkat dan harga diri sebagai bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik arsitek, ahli struktur, mau pun para pekerja dipercayakan penuh kepada rakyatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukarno membakar semangat rakyat dengan karya-karya arsitektur yang hebat dan tidak lekang oleh zaman. Kata-katanya bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kita jangan hanya menjadi bangsa tempe, &lt;/span&gt;dibuktikan dengan keberhasilan kita membangun gedung-gedung yang megah karya bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik Rahzen menjelaskan bahwa 1000 tahun yang lalu di masa Raja Udayana, tepatnya pada tahun 1011 kita pun telah punya seorang arsitek, yakni Empu Kuturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah yang diyakini mengembangkan mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;skala &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;niskala &lt;/span&gt;yang digunakan dalam arsitektur Bali, atau yang orang barat sekarang sebut dengan istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;explicate &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;implicate&lt;/span&gt;, yang juga bisa dimaknai sebagai ruangan dan ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taufik mengamati bahwa arsitek kita sekarang terlalu sibuk dengan aspek estetik sehingga lupa  dengan karakter ruangan yang dapat digunakan untuk menggali karakter bangsa yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran sebuah bangsa dimunculkan oleh karya arsitekturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 April 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-6644223665558650010?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/6644223665558650010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=6644223665558650010&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6644223665558650010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6644223665558650010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/04/arsitektur-sebagai-pembentuk-karakter.html' title='Arsitektur Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tBf2WIH7iFE/TbjfeF2KC8I/AAAAAAAAARM/3AiRk785SmE/s72-c/KD27_diskusiUrbanus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-4660234805402415096</id><published>2011-01-20T10:10:00.008+07:00</published><updated>2011-05-19T00:22:01.014+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undang-undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum dan keadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengelola uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='karakter bangsa'/><title type='text'>Merombak Ekonomi, Hukum, dan Pendidikan</title><content type='html'>Ekonomi (baca: materi) sebagai panglima yang dibangun rezim Suharto telah mencapai kejayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemujaan pada materi (uang) disadari atau tidak, kini telah merasuk ke sumsum tulang, apalagi ketika kondisi negeri dibiarkan dalam keadaan terpuruk seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata uang dolar sebagai rujukan yang dibiarkan tetap tinggi sudah menandakan kita siap menjual semua kekayaan negeri ini kepada orang asing dengan harga murah. Kenapa penguatan rupiah selalu dianggap membahayakan stabilitas ekonomi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sederhana ini mungkin bisa membuka mata kita, "Untuk apa seorang presiden sampai menyimpan hingga ratusan ribu dolar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh disimpulkan bahwa memang tidak ada keinginan untuk menguatkan rupiah. Kapital telah menguasai negeri ini. Ibu pertiwi pun berlinang air mata. Prediksi Sukarno akan ada neokolonialisme dan imperialisme modern kini telah terjadi dan bangsa ini pun kembali menjadi bangsa kuli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum di negeri ini pun sudah porak-poranda. Semua bisa diatur oleh uang. Uang bisa menciptakan kekuasaan dan kekuasaan bisa dengan mudah mengatur hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya pendidikan yang semakin menjulang tinggi membuat rakyat tak bisa sekolah, di lain pihak kualitas pendididikan pun cendrung menurun. Rakyat pun menjadi bodoh sehingga mudah diadu-domba, dibohongi, dan dibodohi. Menjadi minder dan takut mengambil sikap, apalagi terhadap orang asing. Bangsa ini pun kembali menjadi bangsa kuli. Kuli di negeri sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pendidikan harus diutamakan, akhlak serta budi pekerti harus ditanamkan dan dicontohkan sebagai teladan, sebagaimana nenek moyang yang lebih mengedepankan gotong royong dibandingkan materi. Agar harkat dan harga diri sebagai bangsa tumbuh bersemi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TTU-Tryj65I/AAAAAAAAAQ0/eeMly_txYik/s1600/KA17%257Euudwadise.jpg" target="_blank" title="isi dari undang-undang dasar republik indonesia"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 185px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TTU-Tryj65I/AAAAAAAAAQ0/eeMly_txYik/s200/KA17%257Euudwadise.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563421422579346322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menempatkan orang-orang muda yang jujur, bersih, dan berani sebagai pemimpin di bidang hukum. Menempatkan generasi muda&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--yang relatif bersih--&lt;/span&gt;yang berani memimpin penegakan hukum, supaya berani memutus rantai mafia hukum dan peradilan. Bila perlu di seluruh bidang hukum untuk jangka minimal satu dekade, usia pensiun diturunkan menjadi 50 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomian harus disusun ulang sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara dan harus dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mulai memutar haluan negara ke arah cita-cita kemerdekaan harus diwujudkan. Mari menuju masyarakat adil makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Januari 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-4660234805402415096?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/4660234805402415096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=4660234805402415096&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4660234805402415096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4660234805402415096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/01/merombak-ekonomi-hukum-dan-pendidikan.html' title='Merombak Ekonomi, Hukum, dan Pendidikan'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TTU-Tryj65I/AAAAAAAAAQ0/eeMly_txYik/s72-c/KA17%257Euudwadise.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-1219165610840599726</id><published>2011-01-18T14:10:00.021+07:00</published><updated>2011-01-18T17:28:16.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='das Sein und das Sollen'/><title type='text'>Pelajaran untuk Rakyat</title><content type='html'>Sedih rasa melihat kondisi negara yang tak kunjung membaik. Bahkan kecenderungan dekadensi moral semakin meninggi khususnya di kalangan pejabat dan aparat pemerintah, serta mereka yang mempunyai hubungan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terjadi mulai dari tingkat yang tertinggi hingga yang terendah. Apakah ini berarti bahwa pimpinan sebagai panutan telah diteladani (diterapkan) dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TTVhZR9NEzI/AAAAAAAAAQ8/Hox0MIUikbE/s1600/KA18%257Etopengtopeng.jpg" target="_blank" title="siapa dibalik topeng?"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TTVhZR9NEzI/AAAAAAAAAQ8/Hox0MIUikbE/s200/KA18%257Etopengtopeng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563460001630851890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pencitraan diri dengan kebohongan sudah semakin telanjang. Janji-janji pun tinggallah janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berjanji bila tak sanggup menepatinya. Janji itu terikat waktu. Janji yang tak bisa ditepati akan menjadi utang yang tak akan bisa terbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat tidak berlebihan jika para pemuka agama pun berkumpul dan bersuara mengingatkan kita semua akan kondisi yang ada. Hal ini bisa terjadi karena rakyat dibiarkan terus bodoh dengan kualitas pendidikan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangcermatan dalam membaca peristiwa terhadap seseorang yang  telah dipecat (baca: tidak dipakai) oleh dua presiden malah dipilih  untuk dijadikan presiden, tampak sebagai sesuatu pelajaran untuk kita  lebih berhati-hati saat memilih pimpinan. Jadikan pengalaman pahit ini  sebagai pelajaran bila hendak menentukan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan! Itulah yang kita butuhkan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila yang tua sudah tak bisa lagi diharapkan maka sudah tiba masa bagi yang muda untuk memimpin negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Januari 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-1219165610840599726?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/1219165610840599726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=1219165610840599726&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1219165610840599726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1219165610840599726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/01/pelajaran-untuk-rakyat.html' title='Pelajaran untuk Rakyat'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TTVhZR9NEzI/AAAAAAAAAQ8/Hox0MIUikbE/s72-c/KA18%257Etopengtopeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-4898645760163066427</id><published>2011-01-09T17:02:00.012+07:00</published><updated>2011-05-15T20:12:50.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pencerahan'/><title type='text'>Ternyata</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu, masuk surat elektronik di kotak pesan. Sering juga mendapat surel sarat pesan seperti ini yang tak juga kita tahu dari siapa bermula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TSmKzMGfWMI/AAAAAAAAAQs/_CgTKWgGPxY/s1600/KA09%257Eberpikir.jpg" target="_blank" title="bisakah manusia melebihi hewan?"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TSmKzMGfWMI/AAAAAAAAAQs/_CgTKWgGPxY/s200/KA09%257Eberpikir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560127826991995074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi kali ini isinya cukup menyentuh serta menggugah perasan dan kesombongan kita. Ada beberapa hal yang sering terdengar dan ada pula hal baru yang mengusik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;SAYA PIKIR...&lt;/blockquote&gt;&lt;ul style="color: rgb(102, 102, 0);"&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, hidup itu harus banyak meminta ~ ternyata....harus banyak memberi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, sayalah orang yang paling hebat ~ ternyata....ada langit di atas langit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, kegagalan itu final ~ ternyata....hanya sukses yang tertunda.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, sukses itu harus kerja keras ~ ternyata....kerja pintar.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, kunci Surga ada di langit ~ ternyata....ada di hatiku. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, makhluk yang paling bisa bertahan hidup adalah yang paling pintar, atau yang paling kuat ~ ternyata....yang paling cepat merespon perubahan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, keberhasilan itu karena keturunan ~ ternyata....karena ketekunan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, kecantikan luar yang paling menarik ~ ternyata....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;inner beauty &lt;/span&gt;yang lebih menawan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, kebahagiaan itu ketika menengok ke atas ~ ternyata....ketika melihat ke bawah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, usia manusia itu diukur dari bulan dan tahun ~ ternyata....dihitung dari apa yang telah dilakukannya terhadap orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saya pikir, yang paling berharga itu uang dan emas permata ~ ternyata....yang paling mahal itu KESEHATAN dan NAMA BAIK.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita masing-masing punya pengalaman yang tak sama, dan itulah  akhirnya yang membentuk diri. Coba simak dan maknai apa yang diungkap di  sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita adil makmur rasanya mudah tercapai bila anak bangsa bisa berpandangan begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;09 Januari 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-4898645760163066427?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/4898645760163066427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=4898645760163066427&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4898645760163066427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4898645760163066427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/01/ternyata.html' title='Ternyata'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TSmKzMGfWMI/AAAAAAAAAQs/_CgTKWgGPxY/s72-c/KA09%257Eberpikir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-3987976516123905178</id><published>2011-01-02T12:16:00.005+07:00</published><updated>2011-01-02T12:46:03.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selamat datang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='monumen nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang publik'/><title type='text'>Selamat Tahun Baru</title><content type='html'>Malam tahun baru telah kita lewati. Kehidupan mulai bergerak lambat bersiap untuk kembali menjalani rutinitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemeriahan Jakarta di malam menjelang tahun baru kemarin tidak seperti biasa. Meski orang tetap ramai berbondong-bondong menuju titik-titik keramaian, seperti di tugu Selamat Datang di bunderan Hotel Indonesia, Ancol, Kemayoran, dan Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya penduduk Jakarta yang merayakan malam pergantian tahun di ibu kota ini. Mereka yang tinggal di kota-kota sekitar Jakarta pun turut hadir memeriahkan malam tutup tahun di kota ini. Bahkan salah seorang di antara kami, Fatima, dari Banjarmasin pun kali ini khusus datang untuk menikmati malam tahun baru di ibu kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan-jalan, suara terompet tidak lagi segemuruh tahun-tahun sebelumnya. Apakah ini pertanda bahwa tingkat kesulitan hidup di negeri ini semakin tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bertambah semarak hanyalah kemeriahan kembang api di pusat-pusat keramaian mau pun di permukiman penduduk yang mewarnai berbagai penjuru kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TSAMYQqH2EI/AAAAAAAAAQk/EmvF3ClnoDA/s1600/KA01%257Ebunderan%2BHI.jpg" title="suasana kembang api di bunderan hotel indonesia, jakarta" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 148px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TSAMYQqH2EI/AAAAAAAAAQk/EmvF3ClnoDA/s400/KA01%257Ebunderan%2BHI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557455551103227970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selepas perayaan malam pergantian tahun, pasukan kebersihan kota berseragam putih sibuk bekerja membersihkan tempat dan jalanan ibu kota yang dipenuhi sampah. Baik sampah sisa kembang api mau pun sisa makanan atau minuman yang dibuang sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memang masih harus belajar banyak tentang kebersihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila di rumah kita bisa membuang sampah di tempat sampah, sudah sewajarnya bila di jalan mau pun di tempat umum kita juga bisa melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dalam arti luas, kota adalah rumah yang kita huni bersama? Dan untuk cakupan yang lebih luas lagi, tentunya negara ini pun adalah rumah kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah juga punya kewajiban menyediakan tempat sampah di berbagai penjuru kota. Dan secara rutin mengangkut sampah yang terkumpul ke tempat pembuangan akhir, untuk dipilah dan diolah sehingga menjadi lebih berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari jaga kebersihan negara, karena negara inikan rumah kita juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amalkan pepatah lama yang menyatakan...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Bersih pangkal sehat,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; rajin pangkal pandai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, dan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; hemat pangkal kaya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;02 Januari 2011 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitek.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-3987976516123905178?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/3987976516123905178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=3987976516123905178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/3987976516123905178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/3987976516123905178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2011/01/selamat-tahun-baru.html' title='Selamat Tahun Baru'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TSAMYQqH2EI/AAAAAAAAAQk/EmvF3ClnoDA/s72-c/KA01%257Ebunderan%2BHI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-442810289873901342</id><published>2010-11-01T01:02:00.015+07:00</published><updated>2010-11-01T01:46:58.689+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mencegah banjir'/><title type='text'>Kalau Kaum Intelektual Geram</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TM2wCPMeHII/AAAAAAAAAQQ/CnVn1jNdrG8/s1600/JJ31_banjir+dki+1.jpg" target="_blank" title="logo baru dki jakarta?"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TM2wCPMeHII/AAAAAAAAAQQ/CnVn1jNdrG8/s200/JJ31_banjir+dki+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534273069593271426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banjir kembali menggenangi Jakarta tanggal 25 Oktober 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya sungguh sangat membuat warga Jakarta gerah. Bukan banjirnya mungkin yang membuat sebagian besar warga gerah, tapi kemacetan yang ditimbulkan akibat banjir itulah yang membuat gerah warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang baru tiba di rumah lewat tengah malam. Bahkan ada sahabat, seorang  wanita, tiba di rumah hingga hampir pukul tiga dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerah dan geram yang dialami kaum intelektual Jakarta diterjemahkan dalam berbagai bentuk sindiran. Bersamaan dengan dimulainya "jam kantor" di pagi hari, di jaringan nirkabel atau dunia maya mulai ramai bertebaran karikatur hasil rekayasa foto-foto Gubernur Jakarta tentang banjir yang melanda kotanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TM2wPInvArI/AAAAAAAAAQY/y2oDvYm08Hw/s1600/JJ31_banjir+dki+2.jpg" target="_blank" title="karikatur sang gubernur jakarta"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 208px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TM2wPInvArI/AAAAAAAAAQY/y2oDvYm08Hw/s400/JJ31_banjir+dki+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534273291166876338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ucapan dan tanggapan gubernur tentang banjir yang melanda ibu kota ini pun segera mendapatkan reaksi dari warga, yang lagi-lagi dilontarkan melalui berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang membuat geram adalah sang Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo, saat berkampanye dahulu mengumandangkan slogan "Serahkan pada Ahlinya". Sudah diserahkan lah kok masih banjir-banjir juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta oh nasibmu Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan banjir memang sangat kompleks, karena bibit-bibit penyebab banjir telah ditanam sejak lama. Dan kini telah tumbuh membesar di mana-mana yang pada gilirannya mengakibatkan banjir, seperti yang kini kerap melanda di ibu kota mau pun tempat-tempat lain di berbagai penjuru negeri dan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulihkan pun akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak akan semudah membalik telapak tangan. Bibit-bibit kesadaran bahwa alam ini milik bersama yang harus dipelihara bersama harus mulai kita tanamkan kembali, sambil tetap diupayakan penanggulangan banjir dan antisipasinya ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun perlu belajar bagaimana menyelaraskan ucapan dan tindakan, bermula dari hal-hal kecil, seperti membuang sampah di tempat sampah dan bukan di jalan, di got (saluran air), atau pun di tempat-tempat lain yang memang bukan tempat sampah. Sediakan tempat sampah di kendaraan Anda untuk tempat membuang sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menaati aturan membangun dan ketentuan tentang luas daerah terbangun dan ruang terbuka hijau pun dapat membantu menyelamatkan generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat!  Bumi ini cuma satu, karena itu harus kita jaga dan pelihara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;01 Oktober 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-442810289873901342?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/442810289873901342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=442810289873901342&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/442810289873901342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/442810289873901342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/11/kalau-kaum-intelektual-geram.html' title='Kalau Kaum Intelektual Geram'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TM2wCPMeHII/AAAAAAAAAQQ/CnVn1jNdrG8/s72-c/JJ31_banjir+dki+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-8722395789489358902</id><published>2010-09-27T02:41:00.016+07:00</published><updated>2011-05-18T22:35:58.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Wisata Budaya Tugu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TJ-kqQiurTI/AAAAAAAAAQI/tdekcxwMX6g/s1600/JI24_peta+kampung+tugu.jpg" target="_blank" title="peta kampung tugu di jakarta utara"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 10pt 10pt 10px 0px; cursor: pointer; width: 200px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TJ-kqQiurTI/AAAAAAAAAQI/tdekcxwMX6g/s200/JI24_peta+kampung+tugu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521312714081611058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kampung Tugu yang berada di kawasan Cilincing, Jakarta Utara berawal dari pertengahan abad ke-17 sebagai tempat komunitas Portugis di Nusantara yang kalah perang melawan Belanda di tahun 1641.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada catatan sejarah yang pasti mengenai keberadaan kampung tugu ini, ia hanya diceritakan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Meski ada berbagai versi cerita tentang awal keberadaan masyarakat Tugu, namun Arthur Michiels, generasi kesepuluh keturunan Portugis yang tinggal di sana memercayai bahwa masyarakat Tugu ini berawal di tahun 1661. Di tahun itu 23 kepala keluarga yang berjumlah 150-an jiwa membuka hutan di sebelah timur Sunda Kelapa sebagai tempat bersembunyi dari pasukan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gereja dan Kuburan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat persembunyian ini kemudian ditemukan pendeta Melchior Leydecker pada tahun 1675.  Lydecker  kemudian menyebarkan agama Protestan di sana. Komunitas Portugis yang semula beragama Katolik pun pada akhirnya menjadi pemeluk Protestan. Pada sekitar tahun 1678 didirikanlah gereja pertama yang juga berfungsi sebagai sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja itu terbakar akibat kerusuhan dan pada tahun 1744 dibangunlah gereja baru. Selesai pembangunan, pada tahun 1748 gereja ditasbihkan pendeta J.M. Mohr dan digunakan sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TJ-jtB8GMBI/AAAAAAAAAP4/V3b3B4N193w/s1600/JI24_gereja+tugu.jpg" target="_blank" title="gereja tugu dan kuburan | semper - jakarta utara"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 102px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TJ-jtB8GMBI/AAAAAAAAAP4/V3b3B4N193w/s400/JI24_gereja+tugu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521311662189457426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangan selanjutnya, di sisi barat laut bangunan gereja dijadikan tempat pemakaman. Kuburan itu masih digunakan hingga kini, namun sayang kondisi makam saat ini tidak tertata dengan baik dan kurang terawat. Tanaman liar banyak tumbuh di sana-sini, makam pun sudah banyak yang rusak, dan batu nisan sudah banyak pula yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi area gereja yang diapit oleh jalan Tugu Raya dan kali Cakung dapat menjadi tempat wisata yang menarik bila mau dipelihara dan ditata dengan baik. Apalagi mengingat tempat ini berdasarkan Perda DKI Jakarta No. 9 tahun 1999 telah dimasukkan sebagai Benda Cagar Budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Komunitas dan Keroncong Tugu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Portugis di masa itu bukan hanya senang mendengarkan musik, tapi juga pandai memainkan alat musik. Mereka senang berkumpul untuk bermain musik dan bernyanyi bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya di awal masa persembunyian dulu hanya beberapa alat musik saja yang sempat terbawa. Sebagian dari mereka terpaksa membuat alat musiknya sendiri, untuk kemudian berkumpul dan bermusik bersama. Selain untuk pemenuhan kebutuhan rohani mereka, bermusik juga berfungsi untuk hiburan dan bersosialisasi. Musik yang mereka mainkan ini kemudian berkembang dan kita kenal sekarang sebagai musik Keroncong Tugu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TJ-jtbfu2HI/AAAAAAAAAQA/uKXvkMSRrvk/s1600/JI27_keroncong+tugu.jpg" target="_blank" title="keroncong tugu dari generasi ke generasi"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 106px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TJ-jtbfu2HI/AAAAAAAAAQA/uKXvkMSRrvk/s400/JI27_keroncong+tugu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521311669049809010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keroncong Tugu terus dimainkan secara turun-temurun oleh komunitas ini sampai ke generasi Arthur Michiels dan Andre J. Michiels, kakak Arthur yang menjadi ketua komunitas Tugu saat ini. Bahkan anak-anak mereka yang merupakan generasi kesebelas pun sudah pandai memainkan kesenian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya dulu ditertawakan oleh teman-teman, nama Arthur kok main keroncong” kata Arthur. Namun ia yang dahulu kesal karena dipaksa bapaknya bermain keroncong, akhirnya bersyukur sebab dengan bermain keroncong kini ia bisa keliling dunia untuk memenuhi panggilan “ngamen” di berbagai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arthur dan Andre pun bangga karena Keroncong Tugu diakui sebagai kesenian asli betawi. Rasanya pengakuan itu pun tidak salah, mengingat berdasarkan keputusan pemerintah kolonial Belanda No. 20 tertanggal 1 Januari 1840, komunitas keturunan Portugis dimasukkan dalam komunitas bumiputra (Betawi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku, budaya, atau agama boleh beda tapi kita telah bersepakat, bahwa berbangsa satu bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 September 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt;  | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;blockquote&gt;[Tulisan ini dibuat untuk tugas reportase di workshop jurnalistik Penulisan Artikel Wisata dan Budaya bagi “Kader” (Stakeholder) Jaringan Kota Pusaka yang diselenggarakan oleh Jaringan Kota Pusaka Indonesia.]&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-8722395789489358902?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/8722395789489358902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=8722395789489358902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8722395789489358902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8722395789489358902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/09/wisata-budaya-tugu.html' title='Wisata Budaya Tugu'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TJ-kqQiurTI/AAAAAAAAAQI/tdekcxwMX6g/s72-c/JI24_peta+kampung+tugu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-8052755318467229957</id><published>2010-09-06T02:08:00.018+07:00</published><updated>2010-09-06T03:21:18.420+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='undang-undang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum dan keadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DPR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Rencana Gedung Baru DPR dan UU Arsitek</title><content type='html'>Beberapa hari belakangan ini ramai lagi perbincangan di pelbagai media tentang gedung baru untuk anggota DPR berkantor. Anggota DPR yang banyak bolos itu sedang mengupayakan untuk memiliki kantor baru, yang lebih luas dari kantor yang sekarang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah memang bila anggota dewan ingin mendapatkan gedung baru dengan ruang yang lebih luas. Bahwa DPR lebih mementingkan pembuatan gedung baru dibanding dengan pembuatan landasan hukum bagi pelaku di bidang arsitektur&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--dalam hal ini yang dimaksud adalah UU Arsitek--&lt;/span&gt;memang menjadi ironi, mengingat mereka berkata, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TIPw7n9UusI/AAAAAAAAAPo/ylonLwq6HJE/s1600/JI06_gd+baru+dpr.jpg" target="_blank" title="rencana gedung baru dpr yang kontroversial"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TIPw7n9UusI/AAAAAAAAAPo/ylonLwq6HJE/s200/JI06_gd+baru+dpr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513515275960761026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bahwa pembangunan gedung itu adalah melanjutkan kebijakan dari DPR periode yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal UU Arsitek yang bahkan sekarang menghilang dari daftar program legislasi nasional (prolegnas) pun sebetulnya adalah peninggalan DPR yang lalu. Dengan kata lain UU Arsitek yang telah mulai dibahas oleh DPR periode yang lalu, baik melalui pembuatan naskah akademis, rapat dengar pendapat umum, hingga dimasukkan dalam daftar agenda prolegnas sudah melalui jalan yang cukup panjang, bahkan jauh lebih panjang perjalanannya dari rencana pembangunan gedung baru yang TOR-nya baru dibuat tahun 2008&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (Jurnal Parlementer, 31 Agustus 2010).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tidak seharusnya DPR menyelesaikan terlebih dahulu landasan hukum bagi pelaku arsitektur&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--dalam hal ini yang dimaksud adalah arsitek, &lt;/span&gt;yang setelah itu barulah DPR membangun gedung barunya dengan berlandaskan aturan hukum yang telah dibuat? Bukankan membuat undang-undang itu adalah tugas dan kewajiban dari DPR? Dan bukankan kewajiban itu yang seharusnya lebih diutamakan daripada hak mendapatkan gedung baru untuk berkantor berbiaya 1,6 triliun yang cukup fantastis itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa perlunya UU Arsitek?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TIPxV6CdS8I/AAAAAAAAAPw/tXpqiEW-uSU/s1600/JI05_uu-ars.jpg" target="_blank" title="apa kabar undang-undang arsitek?"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 190px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TIPxV6CdS8I/AAAAAAAAAPw/tXpqiEW-uSU/s200/JI05_uu-ars.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513515727490730946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Arsitek dalam bekerja sekurang-kurangnya mempunyai tiga tanggung jawab. Pertama tanggung jawab terhadap profesinya (hasil karyanya), kedua tanggung jawab terhadap pengguna jasanya, dan ketiga tanggung jawab terhadap masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Han Awal, seorang arsitek senior senantiasa mengingatkan bahwa arsitek dalam berprofesi selalu mempunyai dua klien. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Klien arsitek yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama adalah pengguna jasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;,&lt;/span&gt; yakni orang yang menggunakan jasa dan memberikan imbalan jasa, sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;klien kedua adalah masyarakat,&lt;/span&gt; yang meski pun bukan pengguna jasa tapi dia adalah klien yang juga harus dilindungi dan dijaga agar tidak dirugikan atas keinginan berlebihan pengguna jasa di dalam rancangan yang dibuat arsitek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi arsitek dalam setiap rancangannya selain terhadap profesi dan pengguna jasa, juga berkewajiban melindungi hak-hak masyarakat umum. Masyarakat umum bisa berarti pengguna akhir (end user) bangunan hasil rancangannya, atau pun masyarakat di lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah Undang-Undang (UU) Arsitek diperlukan, agar bukan hanya dapat melindungi sang arsitek tapi secara adil juga melindungi pengguna jasa dan masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan telah ditandatanganinya kesepakatan tentang keikutsertaan Indonesia dalam WTO, AFTA, akan berdampak dengan &lt;i&gt;masuknya badan-badan usaha asing untuk bersaing tanpa aturan bila kita tidak punya landasan hukum &lt;/i&gt;sebagai rambu-rambu untuk melindungi tanah air kita. Dalam hal banyak bangunan saat ini yang dibuat oleh arsitek asing yang tidak mengenal iklim, adat, dan budaya kita, mengakibatkan bangunan yang dibuat ternyata berdampak buruk bagi lingkungan. Beberapa arsitek asing memang tidak seperti itu tapi bukan tidak mungkin bila pintu telah dibuka siapa pun bisa berbuat apa pun karena tidak ada landasan hukum yang mengatur dan melindungi masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa nasionalisme yang menipis menjadikan luar negeri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"minded"&lt;/span&gt; banyak merasuki sebagian masyarakat kita sehingga mereka merasa lebih "gaya" bila menggunakan arsitek asing, tapi kadang kala tanpa disadarinya ternyata yang mengerjakan proyek itu adalah arsitek-arsitek kita juga yang bekerja di perusahaan asing itu, dengan gaji yang jauh dari standar. Ironis ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hadirnya UU Arsitek juga akan mengharuskan arsitek kita untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensinya, yang pada akhirnya dapat bersaing pula dengan arsitek-arsitek mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sudah selayaknya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kita mulai memikirkan bagaimana membangun negeri ini dengan membuatkan landaskan hukum yang baik dan adil untuk kemajuan bangsa, negara, dan kelangsungan hidup bagi generasi kita selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan diri sebagai bangsa dapat dibangun bila kita kembali dalam hidup bergotong-royong membangun negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;06 September 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt;  | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-8052755318467229957?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/8052755318467229957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=8052755318467229957&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8052755318467229957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8052755318467229957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/09/rencana-gedung-baru-dpr-dan-uu-arsitek.html' title='Rencana Gedung Baru DPR dan UU Arsitek'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TIPw7n9UusI/AAAAAAAAAPo/ylonLwq6HJE/s72-c/JI06_gd+baru+dpr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-6131911668099830</id><published>2010-08-25T00:29:00.012+07:00</published><updated>2011-05-15T22:09:23.544+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tempat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selamat datang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Seni Patung, Monumen, dan Ruang Publik</title><content type='html'>Kemacetan memang terkadang dapat dijadikan alasan untuk menghindar tapi kadang juga begitu mengesalkan bila ternyata Anda telah sampai di ujung kegiatan yang ingin diikuti saat tiba di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu terjadi saat ingin mengikuti diskusi Seni Patung, Monumen, dan Ruang Publik pada tanggal 21 Agustus 2010 di Salihara, Jakarta. Jadi cuma kebagian makalah salah seorang pembicara serta melihat pameran patung dan foto sesaat setelah berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Telaah Arsitek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THP6NAFpSVI/AAAAAAAAAPQ/jSIS7OaldaQ/s1600/JH24_asfarinal01.jpg" target="_blank" title="diskusi seni patung, monumen, ruang publik"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 122px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THP6NAFpSVI/AAAAAAAAAPQ/jSIS7OaldaQ/s200/JH24_asfarinal01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509021870473169234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam makalah Yuke Ardhiati yang diberi judul Monumen Puitik Dalam "Panggung Indonesia" diungkapkan bahwa Soekarno ketika memulai peradaban baru bagi negeri ini menyetarakan unsur rupa terwujud sebagai monumen, yang dirancang secara terstruktur demi mengejar ketertinggalan karya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tri Dimensional,&lt;/span&gt; sekaligus untuk menghapus 'luka-luka sejarah masa lalu', monumen yang berdurasi waktu relatif abadi, seperti Candi Borobudur yang menjadi bukti kebesaran peradaban Nusantara sebelum penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban keindonesiaan yang dirilis melalui monumen demi monumen, dimulai dari Jakarta yang disebut sebagai Wajah Muka Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca seni patung, monumen, dan ruang publik dapat dilakukan dengan cara menguak bentuk (form) yang tidak nampak (intangible) melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khora&lt;/span&gt;, yaitu menangkap proses mengualitas dari yang semula 'tiada' menjadi 'ada' (becoming). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khora &lt;/span&gt;sebagai 'ruang' yang mengandung unsur metafisik berupa&lt;span style="font-style: italic;"&gt; locality, place, spacing, site.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses mengualitas ini ditengarai oleh peran "Arsitek" Soekarno yang mewacanakan identitas keindonesiaan melalui sejumlah karya arsitektur. Spasial yang terbentuk akibat karya yang terbentang itu menyerupai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;area representasi, &lt;/span&gt;yang disebut Yuke Ardhiati sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Panggung Indonesia".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam simpulan makalahnya dikatakan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; power-knowledge-space-man-art&lt;/span&gt; di ranah arsitektur negeri ini di awal kemerdekaan merupakan spasial keindonesiaan yang dicipta "Arsitek" Sukarno yang beruntung jadi 'kelas yang berkuasa' sebagai pencipta peradaban. Dan demi menuntut kembali peradaban kolektif yang mulia dapat dimulai dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;closure&lt;/span&gt;--rembug warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Momen Fotografi pun Bicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THP8TJNM7lI/AAAAAAAAAPY/dY1hTIbPHnw/s1600/JH24_asfarinal02.jpg" target="_blank" title="patung selamat datang"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 217px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THP8TJNM7lI/AAAAAAAAAPY/dY1hTIbPHnw/s320/JH24_asfarinal02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509024175023255122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Asfarinal yang berjulukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Santo Rumah Gadang&lt;/span&gt; melalui momen fotografinya berbicara banyak tentang seni patung, monumen, dan ruang publik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu momen yang diabadikan adalah patung Selamat Datang di tengah cuaca mendung dan hiruk-pikuknya suasana di sana, diabadikan secara natural tanpa rekayasa dalam komposisi fotografi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan yang cukup padat, rambu lalu lintas yang asal pasang, hingga bangunan-bangunan yang menjulang tinggi telah mengecilkan arti patung Selamat Datang yang bukan saja berfungsi sebagai ornamen kota dan monumen, tetapi juga berupa ruang publik kota. Bila kita melihat langsung kondisi di sana akan tampak pula pos polisi dan papan reklame yang menambah lengkap kegalauan di bunderan Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Rambu dilarang memotong jalan menjadi simbol peringatan agar pembangunan di lingkungan itu seharusnya tidak memotong "jalan" keabadian monumen yang ditempatkan di sana. Awan pun mendung menangis melihat itu sebagaimana yang ingin diungkapkan sang fotografer melalui karyanya yang disajikan dengan apik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekarno ketika menata kota dan meletakkan patung-patung di penjuru ibu kota pada waktu itu tampak sangat memegang kaidah-kaidah arsitektur kota, di mana dia meletakkan tengara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(landmarks), nodes, paths, edges, districts &lt;/span&gt;sebagaimana yang kemudian kita pelajari dari teori &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kevin_A._Lynch"&gt;Kevin Lynch&lt;/a&gt; (The Images of the City) telah diterapkan di sana. Dan bukan hanya itu, dalam berbagai hal dia senantiasa mempelajari, mengamati, memikirkan, dan menerapkan dengan cara yang baik dan bijak, sehingga dia pun mempunyai pandangan yang jauh melebihi zamannya, ini terbukti dalam berbagai hal yang telah dihasilkannya. Beruntung Indonesia punya Soekarno!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang publik adalah bagian penting dari arsitektur kota, kota pun menjadi sakit ketika ruang publiknya terabaikan dan digadaikan. Monumen yang baik merupakan bagian dari elemen ruang publik. Monumen bisa saja berupa bangunan, tugu, atau patung yang harus kita hargai keberadaannya, apalagi bila ada tersimpan nilai sejarah di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kaidah arsitektur dibuat dan digunakan untuk menghasilkan rancangan yang baik, yang berguna untuk masyarakat dan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota yang indah adalah kota yang menerapkan kaidah-kaidah arsitektur tidak secara parsial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 25 Agustus 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-6131911668099830?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/6131911668099830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=6131911668099830&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6131911668099830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6131911668099830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/08/seni-patung-monumen-dan-ruang-publik.html' title='Seni Patung, Monumen, dan Ruang Publik'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THP6NAFpSVI/AAAAAAAAAPQ/jSIS7OaldaQ/s72-c/JH24_asfarinal01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-5813825902251595056</id><published>2010-08-22T19:14:00.019+07:00</published><updated>2011-05-18T22:41:29.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pagar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demonstrasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selamat datang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='monumen nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang publik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Edhi Sunarso</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEVRMQEf7I/AAAAAAAAAN4/zJhRluDFqXo/s1600/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+01.jpg" target="_blank" title="pematung edhi sunarso"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 100px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEVRMQEf7I/AAAAAAAAAN4/zJhRluDFqXo/s200/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508207204341415858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Generasi kita sekarang pasti tak banyak yang tahu siapa Edhi Sunarso, bahkan boleh jadi hanya segelintir orang di Jakarta yang mengenalnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;meski bisa dipastikan juga, hanya segelintir orang di Jakarta yang tidak mengenal karya Edhi Sunarso.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edhi Sunarso dilahirkan pada tanggal 2 Juli 1932 di Salatiga, Jawa Tengah dan dia adalah pematung Indonesia pertama yang menggunakan bahan logam (perunggu) untuk mencetak patung berskala besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak aneh rasanya bila tidak banyak orang yang mengenalnya, karena namanya memang jarang dipublikasikan walau karya-karya beliau telah berjaya sejak tahun 1960-an. Dan menjadi ironis, bila mengingat salah satu karyanya justru yang kini senantiasa dijadikan tempat unjuk rasa di Jakarta, bahkan kerbau pun pernah ikut serta menjadi maskot unjuk rasa di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mengenal patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang belakangan ini juga selalu menjadi pusat berkumpulnya penduduk Jakarta di saat merayakan malam tahun baru dengan gratis?   Itulah salah satu karya patung monumental Edhi Sunarso!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEnyus1IeI/AAAAAAAAAOw/ez6dfld6Oi8/s1600/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+02.jpg" target="_blank" title="soekarno dan patung selamat datang"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 353px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEnyus1IeI/AAAAAAAAAOw/ez6dfld6Oi8/s400/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508227571733832162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat kita sangat haus akan ruang publik yang dapat dinikmati  secara nyaman dan gratis. Semenjak Monumen Nasional atau Monas dipenjarakan (baca: dipagari) maka masyarakat tidak lagi leluasa untuk mendekatinya, sehingga konsentrasi massa pun beralih ke Bundaran HI di mana patung Selamat Datang ini ditempatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEWYp1GN2I/AAAAAAAAAOQ/td_BVP-rhuo/s1600/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+03.jpg" target="_blank" title="patung pembebasan irian barat dan patung dirgantara"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEWYp1GN2I/AAAAAAAAAOQ/td_BVP-rhuo/s200/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508208432052057954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dua buah karya monumental lainnya yang mengisi ruang arsitektur kota Jakarta yakni patung Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng dan patung Dirgantara di Pancoran yang nasibnya sedikit mengenaskan karena kini terhimpit di antara dua jalan layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEWrp6VwaI/AAAAAAAAAOY/pY0RPkcWJD0/s1600/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+04.jpg" target="_blank" title="patung banteng yang seharusnya ada di monas"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 104px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEWrp6VwaI/AAAAAAAAAOY/pY0RPkcWJD0/s200/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508208758491562402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nasib patung Dirgantara di Pancoran mungkin masih lebih baik dibandingkan dengan patung Banteng yang seharusnya ada di keempat penjuru tugu Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEXChPX7GI/AAAAAAAAAOg/wAQY0v446w4/s1600/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+05.jpg" target="_blank" title="karya-karya edhi sunarso"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 96px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEXChPX7GI/AAAAAAAAAOg/wAQY0v446w4/s400/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508209151300856930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Edhi Sunarso, maestro seni patung monumental yang karyanya jauh lebih dikenal dibandingkan sosok diri pembuatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 22 Agustus 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;(Pameran Monumen karya Edhi Sunarso di Galeri Salihara, Pejaten, Jakarta dari tanggal 14-28 Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-5813825902251595056?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/5813825902251595056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=5813825902251595056&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/5813825902251595056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/5813825902251595056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/08/edhi-sunarso.html' title='Edhi Sunarso'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/THEVRMQEf7I/AAAAAAAAAN4/zJhRluDFqXo/s72-c/JH22%7EkaryaEdhiSunarso+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-7991912850428384726</id><published>2010-08-06T14:25:00.007+07:00</published><updated>2010-08-07T01:25:49.286+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Saat Mahakam Melintas di Samarinda</title><content type='html'>Setelah dari Palembang kini giliran Samarinda (baca: Kalimantan Timur) yang dijadikan ajang sosialisasi Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia pada tanggal 4 Agustus 2010. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk menyebarluaskan informasi tersebut, sekaligus juga memaparkan karya-karya yang pernah mendapatkan penghargaan di tahun-tahun sebelumnya sehingga peserta sosialisasi bisa mendapatkan gambaran tentang karya seperti apa yang bisa mereka unggulkan untuk mendapatkan penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFu5fGO9E3I/AAAAAAAAANg/2qiccvKFo-g/s1600/JH06%7Epeta+kalimantan.jpg" target="_blank" title="peta kalimantan"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 175px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFu5fGO9E3I/AAAAAAAAANg/2qiccvKFo-g/s200/JH06%7Epeta+kalimantan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502195313663611762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Samarinda adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur, bisa dicapai dari bandar udara Sepinggan yang berada di kota Balikpapan, berjarak 110-an kilometer atau kira-kira tiga jam dari samarinda. Bila Palembang dilewati sungai Musi maka Samarinda dilewati oleh sungai Mahakam, yang juga membelah kota menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungai Mahakam yang melintasi Samarinda terlihat lebih lebar jika dibandingkan dengan sungai Musi yang melintas di Palembang. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFvAwY0nH4I/AAAAAAAAANw/MVxUmceG9pk/s1600/JH04%7Emusi%2Bmahakam.jpg" target="_blank" title="sungai musi dan sungai mahakam"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 178px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFvAwY0nH4I/AAAAAAAAANw/MVxUmceG9pk/s200/JH04%7Emusi%2Bmahakam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502203307292565378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sungai Mahakam ini masih bisa dilayari oleh kapal-kapal besar hingga masuk lebih jauh lagi ke arah hulu, karena jembatan yang dibuat di sini masih cukup tinggi dari muka air sungai. Untuk itu perlu diatur bahwa kapal-kapal yang boleh melintas di atasnya hanya kapal-kapal yang tidak berpotensi mencemarkan sungai agar kelestarian sungai tetap terjaga sehingga masih bisa dinikmati oleh anak-cucu kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi pariwisata sungai Mahakam di Samarinda bisa dikembangkan sebagaimana sungai Huang Pu yang membelah kota Shanghai dimanfaatkan sebagai aset pariwisata oleh pemerintah Cina, di mana pengembangkan kota sangat memperhatikan daerah pesisir sungai. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Skyline&lt;/span&gt; bangunan dijadikan latar dalam mengolah bangunan sebagai diorama kota yang cantik, dilengkapi dengan permainan lampu-lampu dan laser pada bangunan-bangunannya di malam hari. Untuk urusan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lighting &lt;/span&gt;(iluminasi atau pencahayaan), kota Shanghai konon banyak dijadikan acuan oleh para desainer dunia sehingga banyak desainer dan arsitek berbondong-bondong datang ke kota itu untuk mempelajarinya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFu5y7o0uaI/AAAAAAAAANo/eOhABf_BIUg/s1600/JH06%7Ehuang+pu.jpg" target="_blank" title="wisata sungai huang pu di shanghai"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 108px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFu5y7o0uaI/AAAAAAAAANo/eOhABf_BIUg/s400/JH06%7Ehuang+pu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502195654416710050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan Timur masih bisa dikembangkan dengan baik mengikuti kaidah-kaidah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sustainable development&lt;/span&gt; atau pun&lt;span style="font-style: italic;"&gt; green architecture&lt;/span&gt; agar tidak rusak seperti daerah Jawa dan Jakarta pada khususnya. Pengadaan angkutan massal dan barang, selain angkutan air, yakni kereta api atau sejenisnya perlu dirancang secara integral untuk pulau Kalimantan demi kemajuan perekonomian dan kesejahteraan daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ke Kalimantan Timur ini bukan untuk pertama kalinya. Rupa-rupanya mantera air sungai Mahakam cukup ampuh, yakni bagi yang minum air sungai Mahakam maka ia kelak akan kembali lagi ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan minum air sungai Mahakam bila Anda tidak ingin kembali ke sana  :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 6 Agustus 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-7991912850428384726?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/7991912850428384726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=7991912850428384726&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/7991912850428384726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/7991912850428384726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/08/saat-mahakam-melintas-di-samarinda.html' title='Saat Mahakam Melintas di Samarinda'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFu5fGO9E3I/AAAAAAAAANg/2qiccvKFo-g/s72-c/JH06%7Epeta+kalimantan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-3728523064068662547</id><published>2010-08-01T22:11:00.026+07:00</published><updated>2010-08-01T23:55:33.772+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kota'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wisata'/><title type='text'>Palembang</title><content type='html'>Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia (PKKI) untuk tahun 2010 tengah berlangsung dengan akhir pemasukan karya bagi mereka yang ingin mengikutsertakan karyanya adalah pada tanggal 25 Oktober 2010 di Sekretariat Panitia PKKI di lantai 7, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah rombongan sosialisasi datang ke Palembang, sebagian rombongan tiba malam hari melalui bandar udara Sultan Mahmud Badaruddin II setelah mengalami penundaan dikarenakan cuaca buruk di tujuan. Tidak banyak yang dikerjakan malam itu, hanya makan malam, menyiapkan segala sesuatu untuk besok, dan kemudian istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya setelah selesai acara sosialisasi, sambil menunggu pesawat yang akan membawa sebagian rombongan kembali ke Jakarta pada pukul 18.30, kami pun diajak berwisata keliling kota Palembang oleh Mas Anta dan Mas Yopi, rekan arsitek yang tinggal di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWenRoE2TI/AAAAAAAAANY/TuKfwbfOgos/s1600/JH01%7Epalembang+01.jpg" title="ruko bak cendawan di palembang" target="_blank"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 145px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWenRoE2TI/AAAAAAAAANY/TuKfwbfOgos/s200/JH01%7Epalembang+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500476917486508338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kota Palembang terletak di Provinsi Sumatera Selatan. Tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia, kota ini pun tumbuh dengan ruko (rumah toko) yang menjamur bak cendawan di musim hujan. Dan seperti halnya di kota-kota lain maka penghijauan pun tampaknya yang perlu ditambahkan dan ditata di Palembang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita berjalan keliling kota Palembang ada beberapa hal unik yang mungkin tidak ada di daerah lain. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWRTdAUwdI/AAAAAAAAAM4/euE_zYjT_ZE/s1600/JH01%7Epalembang+03.jpg" title="bus dan becak di palembang" target="_blank"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWRTdAUwdI/AAAAAAAAAM4/euE_zYjT_ZE/s200/JH01%7Epalembang+03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500462283292459474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Becak Palembang berbeda bentuknya dengan becak yang ada di beberapa daerah lain, becak di sana beratap rendah. Ada juga bus kota (angkutan umum) dengan wajah yang dihiasi dengan berbagai gambar hingga ke kaca depan, menarik memang, tapi mungkin gambar-gambar yang sampai menutupi kaca itu bisa membahayakan keselamatan para penumpang termasuk sang sopir juga bila sampai menghalangi pandangan sang sopir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWRCNTjYiI/AAAAAAAAAMw/sRWGuSGIjJI/s1600/JH01%7Epalembang+02.jpg" title="jembatan ampera di palembang" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 255px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWRCNTjYiI/AAAAAAAAAMw/sRWGuSGIjJI/s400/JH01%7Epalembang+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500461987020366370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan belum ke Palembang rasanya bila kita belum berkunjung ke Jembatan Ampera. Jembatan yang menghubungkan dua sisi kota yang dipisahkan oleh Sungai Musi ini memang adalah jembatan tua yang masih berfungsi hingga kini. Jembatan yang dulu bisa diangkat untuk dibuka agar bisa dilewati oleh kapal-kapal besar yang melintas di sungai Musi, kini sudah tidak diaktifkan lagi sehingga kapal-kapal besar sudah tidak diperbolehkan lagi melintas di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWRxbfJgrI/AAAAAAAAANI/UE-x2qE2_iE/s1600/JH01%7Epalembang+04.jpg" title="gedung DPRD dan sungai musi" target="_blank"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 196px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWRxbfJgrI/AAAAAAAAANI/UE-x2qE2_iE/s200/JH01%7Epalembang+04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500462798280950450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak pembangunan yang sedang dilaksanakan di kota Palembang, sehingga gedung-gedung baru mulai bermunculan, salah satunya Gedung DPRD yang dirancang oleh rekan-rekan arsitek di sana. Sangat disayangkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menggunakan jasa arsitek masih belum berkembang, hanya bangunan-bangunan besar dan bangunan pemerintah saja yang telah dirancang oleh arsitek. Inilah sepertinya salah satu yang menyebabkan kenapa belum dapat tercipta lingkungan yang tertata rapi dengan bangunan yang sehat dan indah di Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel Novotel merupakan salah satu objek sasaran yang dikunjungi, pemenang kategori arsitektur dalam Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia di tahun 2006, yang sebelumnya telah mendapatkan Penghargaan IAI juga. Sebuah hotel dengan bentuk dasar lingkaran dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;finishing &lt;/span&gt;batu alam ini berorientasi ke dalam, dengan kolam renang dan taman di pusatnya. Menurut sang perancang, air yang digunakan untuk menyiram tanaman merupakan air hasil daur ulang, inilah salah satu nilai tambah dari bangunan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWSAWzlDhI/AAAAAAAAANQ/OicgBtzfc8g/s1600/JH01%7Epalembang+05.jpg" title="hotel novotel palembang" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 89px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWSAWzlDhI/AAAAAAAAANQ/OicgBtzfc8g/s400/JH01%7Epalembang+05.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500463054722502162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, sambil meneruskan perjalanan menuju bandara, tidak lupa kami mampir untuk membeli makanan khas daerah ini, yakni pempek sebagai buah tangan dari Palembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembang dan maju dengan baiklah kota-kota negeriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 1 Agustus 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-3728523064068662547?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/3728523064068662547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=3728523064068662547&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/3728523064068662547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/3728523064068662547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/08/palembang.html' title='Palembang'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TFWenRoE2TI/AAAAAAAAANY/TuKfwbfOgos/s72-c/JH01%7Epalembang+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-2471800599990669433</id><published>2010-07-16T18:08:00.010+07:00</published><updated>2010-07-16T19:09:56.800+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='toilet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peturasan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyaman'/><title type='text'>Meletakkan Urinoar</title><content type='html'>Ronald S. Lumbuun, putra dari Prof.Dr. T. Gayus Lumbuun S.H., berhasil mempertahankan desertasinya untuk program doktoral pada tanggal 5 Juni 2010 yang lalu dan lulus dengan predikat doktor termuda dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidang doktoral itu dilaksanakan di Balai Sidang Joko Soetono di kompleks Fakultas Hukum (FH) UI, Depok. Sebagaimana pada bangunan-bangunan umum lainnya, gedung ini pun dilengkapi dengan toilet (WC) untuk pria dan wanita. Toilet pria dilengkapi antara lain dengan 3 buah urinoar, sangat disayangkan bahwa perletakan urinoar di gedung ini seperti tidak direncanakan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TEA-wsgRL_I/AAAAAAAAAL4/cqs-LXoZ6GE/s1600/JF06%7EUrinoir+FH-UI.jpg" target="_blank" title="toilet pria di Balai Sidang FH UI - Depok"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TEA-wsgRL_I/AAAAAAAAAL4/cqs-LXoZ6GE/s200/JF06%7EUrinoir+FH-UI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494460551693152242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiga buah urinoar ini seperti dipaksakan untuk diletakkan di tempat yang cukup sempit, sehingga&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--kecuali yang tengah--&lt;/span&gt;sulit untuk digunakan, apalagi bila masing-masing dipergunakan pada waktu yang bersamaan. Hal ini diperparah dengan adanya tonjolan dinding tepat di posisi kepala orang dewasa, yang bila tidak hati-hati kepala bisa benjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peturasan, tempat kencing pria, atau bahasa kerennya urinoar, umumnya digunakan untuk toilet yang ada di tempat-tempat umum karena salah satu tujuannya adalah guna mengoptimalkan ruang, namun untuk itu tetap harus ada batasan-batasan ukuran dan kaidah-kaidah arsitektur yang harus dijadikan pedoman agar urinoar dapat digunakan dengan baik dan nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bermacam model urinoar, dari yang mencapai lantai hingga yang menggantung seperti yang dipergunakan di FH-UI ini. Untuk model yang seperti itu, bisa dibuat dengan berjarak minimum 90 cm, yang bila dirasa perlu pun masih bisa dipasangi pembatas setebal 3-4 cm. Jangan lupa untuk posisi yang dekat dinding beri jarak minimal 40 cm, agar nantinya masih ada sisa ruang antara 10 hingga 15 cm di sisi tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TEBDxMLTzzI/AAAAAAAAAMI/vfgdqQq-b4I/s1600/JG16%7Eurinoar.jpg" target="_blank" title="ilustrasi perletakan toilet"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 209px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TEBDxMLTzzI/AAAAAAAAAMI/vfgdqQq-b4I/s400/JG16%7Eurinoar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494466057753317170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ketinggian urinoar disarankan sekitar 100 cm untuk ukuran orang dewasa. Bisa juga dibuatkan dinding tambahan setinggi 130 hingga 140 cm dengan ketebalan sekitar 20-30 cm. Fungsinya selain untuk instalasi pipa, juga bisa digunakan sebagai tempat sementara untuk meletakkan barang bawaan bagi pengguna urinoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perletakan urinoar pun perlu dirancang dengan benar agar buang air seni pun lancar ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 16 Juli 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-2471800599990669433?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/2471800599990669433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=2471800599990669433&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/2471800599990669433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/2471800599990669433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/07/meletakkan-urinoar.html' title='Meletakkan Urinoar'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TEA-wsgRL_I/AAAAAAAAAL4/cqs-LXoZ6GE/s72-c/JF06%7EUrinoir+FH-UI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-3379963912076232600</id><published>2010-07-06T17:51:00.013+07:00</published><updated>2010-07-16T19:22:10.023+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ventilasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyaman'/><title type='text'>Kalau Penghuni Rumah Sering Sakit</title><content type='html'>Beberapa tahun lalu, seorang kawan&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--kontraktor di Bandung--&lt;/span&gt;yang sedang bekerja di Jakarta karena acap kali dia harus pulang mendengar kabar anaknya sakit, waktu itu secara spontan terucap "Rumah lo ga bener tuh" (rumahmu tidak benar), tapi dia cuek saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu saat bertemu kembali, lagi-lagi ada kabar anaknya sakit. Kali ini dia terusik ketika diberitahu bahwa kalau anaknya sering sakit-sakitan berarti ada yang tidak benar dengan si rumah, dia menangggapi bahwa menurut rekan lain yang juga arsitek yang pernah diajak ke rumahnya, menyatakan suasana rumahnya dingin dan sejuk (nyaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun suatu ketika saat berkunjung ke Bandung untuk mengikuti sebuah seminar, selesai seminar langsung "diculik" dan dibawa ke rumahnya di Perumahan Wijaya Kusuma. Sesampai di sana dia mengajak berkeliling rumah. Selesai keliling kami pun duduk di ruang tamu, lalu dia bertanya "Nah bagaimana, rumahku dingin dan sejuk bukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul Bandung memang dingin apalagi kalau yang merasakan orang Jakarta, tapi dingin bukan berarti rumahnya sehat, karena saat berkeliling rumah berlantai dua itu sudah terlihat masalahnya dan sudah pula terpikirkan solusi sederhananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kuminta dia sejenak berdiri tepat di pintu masuk untuk kemudian mundur beberapa tindak. Perbedaan apa yang terasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Angin&lt;/span&gt;. Saat berdiri di dekat pintu terasa terpaan angin dan saat mundur beberapa tindak sudah tidak lagi terasa hembusan angin. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan rumah tidak sehat, sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik, belum lagi cahaya matahari yang dapat masuk sangat minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor lain yang memperburuk keadaan (baca: kesehatan) adalah kesalahan menempatkan bukaan (opening) kamar mandi. Ventilasi kamar mandi tidak baik bila diarahkan ke dapur, meski ada juga bukaan ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brand-gang&lt;/span&gt; (ruang sela antarbangunan untuk kebakaran) di belakang, namun itu pun terlalu kecil, belum lagi kondisi diperburuk oleh pintu kamar mandi yang menghadap ruang keluarga dibiarkan selalu terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TDMTQik5JRI/AAAAAAAAALo/2BP3Ra_LoQk/s1600/JG06%7Ewijayakusuma1.png" target="_blank" title="denah rumah di wijaya kusuma"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 348px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TDMTQik5JRI/AAAAAAAAALo/2BP3Ra_LoQk/s400/JG06%7Ewijayakusuma1.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490753545575146770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kondisi keuangannya yang belum memungkinkan untuk melakukan perbaikan rumah maka solusi dengan biaya rendah yang disarankan, untuk kamar mandi:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;1. pintu kamar mandi harus selalu tertutup&lt;br /&gt;2. menutup bukaan ke arah dapur&lt;br /&gt;3. memperlebar bukaan di belakang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga disarankan pula agar udara dapat bersirkulasi dengan baik dan matahari bisa sedikit masuk ke dalam rumah:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;4. membuat bukaan untuk ventilasi di atap&lt;br /&gt;5. membuat lubang ventilasi di dinding tertinggi dekat bubungan&lt;br /&gt;6. membuat bukaan ventilasi di bagian atas dinding kamar tidur di lantai 2&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun kemudian tidak pernah berbincang tentang rumahnya lagi, dan sepertinya saran untuk kamar mandi telah diterapkan maka kabar anaknya sakit-sakitan alhamdulillah sudah tidak lagi terdengar. Bahkan terdengar kabar dia telah membeli rumah tetangga sebelah, menggabungkannya, dan membuat sebuah taman kecil di bagian luar di belakang rumah, sehingga sirkulasi udara dan cahaya matahari masih bisa dinikmati di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TDMUFpNp-7I/AAAAAAAAALw/MRgDBhJI_ws/s1600/JG06%7Ewijayakusuma2.jpg" title="foto di bulan juli 2010" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 230px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TDMUFpNp-7I/AAAAAAAAALw/MRgDBhJI_ws/s400/JG06%7Ewijayakusuma2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490754457889799090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu saat menginap di rumahnya terasa lantai bawah memang sudah jauh lebih nyaman tapi untuk lantai atas rasanya masih ada yang kurang, karena pelebaran dan perbaikan rumahnya terlihat belum menyentuh lantai atas. Mudah-mudahan ini bukan karena dia lupa atau karena merasa rumahnya sudah nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kalau sakit berobat ke dokter, tapi kalau orang itu sakit akibat rumahnya yang sakit bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dokter bisa mengobati orang sakit, maka arsitek seharusnya bisa mengobati bangunan sakit. Bahkan arsitek pun harus bisa merancang (baca: melahirkan) bangunan yang sehat, agar penghuni sehat dan terhindar dari sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah sehat keluarga pun sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 06 Juli 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-3379963912076232600?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/3379963912076232600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=3379963912076232600&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/3379963912076232600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/3379963912076232600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/07/kalau-penghuni-rumah-sering-sakit.html' title='Kalau Penghuni Rumah Sering Sakit'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TDMTQik5JRI/AAAAAAAAALo/2BP3Ra_LoQk/s72-c/JG06%7Ewijayakusuma1.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-1866253121421773362</id><published>2010-06-21T00:49:00.024+07:00</published><updated>2010-06-22T22:51:13.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rumah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyaman'/><title type='text'>Tanah Air Beta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TB5VZkul5lI/AAAAAAAAALQ/hoY0YSXXc0c/s1600/JF20%7EAlexandra_Gottardo.jpg" title="alexandra gottardo" target="_blank"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 135px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TB5VZkul5lI/AAAAAAAAALQ/hoY0YSXXc0c/s200/JF20%7EAlexandra_Gottardo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484915294028031570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alexandra Gottardo, wanita cantik pemain film Tanah Air Beta, saat wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta beberapa waktu yang lalu merasa sedih (terenyuh) melihat masyarakat dengan rumah yang dikatakannya antara lain hanya beratap jerami, dinding masih kayu, dan lantai masih tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertegun rasa ini mendengar pernyataan itu. Ada benarnya bila rumah hanya berlantai tanah mungkin kurang nyaman, seperti bila hujan atau terkena air maka akan membuat kotor bagian tubuh terutama kaki kita, juga keberadaan binatang atau serangga sangat tidak terkontrol karena dengan mudah mereka bisa menggali tanah dan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun salahkah bila rumahmu hanya beratap jerami dan berdinding kayu? Di Amerika yang negara maju sekali pun&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--meski di sana mungkin tidak ada yang beratap jerami--&lt;/span&gt;banyak orang yang lebih suka tinggal di rumah berdinding kayu. Bahkan belakangan ini acap diberitakan Rumah Tomohon yang terbuat dari kayu itu banyak diminati oleh orang-orang di luar daerahnya hingga ke manca negara. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TB5V-VvaGCI/AAAAAAAAALY/WYpe69PsnEg/s1600/JF20%7Eperistirahatan.jpg" title="peristirahatan beratap jerami" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 153px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TB5V-VvaGCI/AAAAAAAAALY/WYpe69PsnEg/s400/JF20%7Eperistirahatan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484915925660080162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Vila-vila dan tempat peristirahatan pun banyak yang beratapkan jerami, dapat kita jumpai di Bali atau daerah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah rumah itu harus berlantai granit atau marmer?   Tidak juga, lantai rumah meskipun dari keramik, teraso, ubin PC&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (portland cement)&lt;/span&gt;, atau bahkan berlantai kayu,&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TB5W8aAZmvI/AAAAAAAAALg/pNqo9-jp5Yg/s1600/JF20%7Efinising+acian.jpg" title="acian semen sebagai finishing arsitektur" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TB5W8aAZmvI/AAAAAAAAALg/pNqo9-jp5Yg/s400/JF20%7Efinising+acian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484916991956982514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;atau dengan hanya berupa acian semen  pun bukan berarti secara arsitektur rumah itu tidak baik, karena dengan begitu kebersihan dan kesehatan sudah lebih terjaga dibanding yang berlantai tanah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah beratap jerami atau rumbia pun bukan berarti salah, karena salah satu keunggulan rumah beratap seperti ini adalah atap itu lebih bisa bernapas guna menjaga kelembaban, hanya saja kelemahannya antara lain adalah mudah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan rumah berdinding kayu bahkan gedek (sulaman bambu) tetap akan menjadi baik dan sehat bila dirancang dengan betul, yakni dirancang dengan memperhatikan adanya bukaan untuk ventilasi udara, sinar matahari, pengorganisasian ruang, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dipahami bahwa rumah berbahan material kayu tentulah lebih bersahabat dengan alam bila dibandingkan dengan rumah tembok atau baja. Karena kayu lebih mudah diperbaharui&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (sustainable) &lt;/span&gt;dengan cara di setiap area yang ditebangi pohonnya haruslah diganti dan ditanami kembali minimal sebanyak jumlah pohon yang telah ditebang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini mungkin akibat kesalah-kaprahan anggapan bahwa rumah kayu itu bukan rumah permanen, karena sesungguhnya rumah kayu itu rumah permanen juga bila memang telah direncanakan untuk dibangun dan ditempati dalam jangka waktu yang lama, meski dia tetap bisa digotong dan dipindahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan apa yang dikatakan oleh Alexandra seperti lebih dimaksudkan pada kenyataan kehidupan sesungguhnya dari kebanyakan rakyat kita yang memang miskin&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--yang kebetulan tinggal di rumah-rumah beratapkan jerami, berdinding kayu, dan berlantai tanah--&lt;/span&gt;sehingga dia tidak mampu untuk memperbaiki atau merancang rumahnya dengan benar karena untuk bisa hidup sehari-hari saja sudah hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung jawab jajaran pemerintah dari pimpinan di tingkat atas hingga bawahlah guna membangun untuk kesejahteraan rakyat, mulailah dari meningkatkan kebaikan serta kesehatan lingkungan dan menyediakan pendidikan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lingkungan dan rumah yang sehat, kesejahteraan pun meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 20 Juni 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt;  | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-1866253121421773362?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/1866253121421773362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=1866253121421773362&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1866253121421773362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1866253121421773362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/06/tanah-air-beta.html' title='Tanah Air Beta'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TB5VZkul5lI/AAAAAAAAALQ/hoY0YSXXc0c/s72-c/JF20%7EAlexandra_Gottardo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-682718908156592823</id><published>2010-06-19T09:25:00.010+07:00</published><updated>2010-06-19T11:05:29.115+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pohon rindang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pagar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><title type='text'>Pohonku Sayang Pohonku Malang</title><content type='html'>Kamu mungkin sering berdecak kagum bila melihat sesuatu yang tidak biasa kita lihat, misalnya melihat bangunan yang sangat tinggi, lukisan yang indah, danau yang cantik, atau hal-hal lain seperti lingkungan dengan pohon-pohon besar dan rindang di kiri-kanan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa itu terjadi, mungkin ya itu tadi, karena kita tidak biasa melihatnya, tapi bukan tidak mungkin yang terjadi malah sebaliknya, yaitu karena senang melihat atau mengamati sesuatu itulah yang menyebabkan kita mengaguminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon yang tergolong sebagai tanaman keras biasanya perlu waktu lama untuk bisa mencapai diameter batang yang besar. Terkadang bisa mencapai umur hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Namun ada kalanya pohon-pohon yang sudah memiliki batang cukup besar ini harus mengalah oleh karena kepentingan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TBwrlb_5N3I/AAAAAAAAALA/JncsLpKBJno/s1600/JF18%7Epagar+istana.jpg" title="pohon luka demi pagar istana" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 213px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TBwrlb_5N3I/AAAAAAAAALA/JncsLpKBJno/s400/JF18%7Epagar+istana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484306368401323890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pembuatan pagar atau peninggian pagar halaman adalah salah satu hal yang dapat menyebabkan hal itu terjadi. Perancang biasanya kurang atau malas memperhatikan hal detail seperti ini, demikian juga pelaksana pekerjaan konstruksi di lapangan yang biasanya lebih suka bila pekerjaan dapat dilakukan dengan tanpa hambatan. Malas menghadapi tantangan adalah salah satu penyebab yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potong atau lukai pohon adalah jalan termudah bila menghadapi tantangan demikian. Kesadaran perlu ditanamkan dan diteladani sejak dini agar hal-hal semacam ini bisa semakin berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa arsitek dalam perancangannya telah melakukan hal ini dengan cara memberikan pemecahan-pemecahan desain yang baik. Salah satu contoh adalah apa yang dilakukan oleh arsitek Popo Danes dalam salah satu karyanya, yakni Natura Resort and Spa di Ubud, Bali. Sang arsitek meletakkan bangunan dalam rancangannya pada lahan yang tidak terdapat tanaman keras serta memberikan pemecahan dengan memasukkan pohon yang ada sebagai salah satu unsur dalam rancangannya. Ia memberikan jalan keluar secara desain dengan baik. Dan dalam tahap pelaksanaan konstruksi juga dihindari sebisa mungkin terjadinya perusakan terhadap tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TBwrl92ZSyI/AAAAAAAAALI/vwN7d5e9-zw/s1600/JF18%7Enatura.jpg" title="desain yang bersahabat dengan alam" target="_blank"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TBwrl92ZSyI/AAAAAAAAALI/vwN7d5e9-zw/s400/JF18%7Enatura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484306377488288546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Itu pula yang menjadi salah satu unsur yang menyebabkan kenapa karya ini pantas mendapatkan Penghargaan IAI di tahun 2002, Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia di tahun 2003, dan sebagai karya pertama dari Indonesia dengan memenangkan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; the Asean Energy Awards &lt;/span&gt;pada tahun 2004. Meski untuk memasukkan unsur itu dalam karya tidak mudah, namun teladan seperti ini memang perlu untuk kita dan generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, alam akan menjaga kita bila kita pun menjaganya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 18 Juni 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-682718908156592823?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/682718908156592823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=682718908156592823&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/682718908156592823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/682718908156592823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/06/pohonku-sayang-pohonku-malang.html' title='Pohonku Sayang Pohonku Malang'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/TBwrlb_5N3I/AAAAAAAAALA/JncsLpKBJno/s72-c/JF18%7Epagar+istana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-5980249278006983656</id><published>2010-05-16T01:27:00.015+07:00</published><updated>2010-05-16T03:14:52.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pariwisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='museum bahari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Museum Bahari di Jakarta</title><content type='html'>Museum Bahari terletak di daerah Kampung Luar Batang, wilayah Sunda Kelapa atau tepatnya di jalan Pasar Ikan No.1, Jakarta. Museum ini dahulu difungsikan untuk gudang penyimpan rempah-rempah yang terdiri dari beberapa bangunan, mulai dibangun sekitar tahun 1700-an atau awal abad ke-18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghitung usia bangunan yang sudah 300-an tahun ini sangat wajar bila terlihat bangunan museum saat ini sudah tidak lagi dalam kondisi prima. Cat dinding sudah mengelupas di mana-mana, kayu-kayu konstruksi sudah banyak yang keropos dimakan rayap, penutup atap yang sudah diganti keramik pun tampak tidak lurus lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7uyt-KoEI/AAAAAAAAAJs/3iqDns0h8EI/s1600/JE12%7Emuseum+bahari+01.jpg" target="_blank" title="museum bahari di jakarta"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 99px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7uyt-KoEI/AAAAAAAAAJs/3iqDns0h8EI/s400/JE12%7Emuseum+bahari+01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471573152402939970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal lain yang juga mempengaruhi kondisi bangunan yang kian mundur ini. Perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang ikut mempengaruhi bahan bangunan yang telah mencapai ratusan tahun ini. Kondisi permukaan air laut yang terus naik dan daratan yang secara perlahan terus turun, belum lagi ditambah kendaraan-kendaraan berat yang lewat di daerah itu menimbulkan adanya getaran yang berdampak pada bangunan dan lingkungan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merawat bangunan tua tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit, apalagi bangunan-bangunan di zaman dahulu hampir rata-rata mempunyai bentuk yang tinggi dan besar seperti yang ada di kompleks museum ini, yang berarti mempunyai lantai, plafon, dan dinding dengan permukaan yang sangat luas sehingga menyebabkan biaya perawatan menjadi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayu-kayu untuk konstruksi bangunan yang berukuran dari 30 hingga 50 cm masih banyak dan bisa kita jumpai di sana, meski terlihat sudah banyak juga di antara kayu-kayu ini yang telah keropos dimakan rayap atau pun yang harus dipotong karena lapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7uzId19zI/AAAAAAAAAJ0/So2pxfaIRmw/s1600/JE12%7Emuseum+bahari+02.jpg" target="_blank" title="tiang kayu telah dipotong dan kerusakan pada bangunan"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 78px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7uzId19zI/AAAAAAAAAJ0/So2pxfaIRmw/s400/JE12%7Emuseum+bahari+02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471573159515125554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan bangunan tua karena nilai kesejarahannya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Nilai kesejarahan yang dimaksud tentunya bukan untuk memperlihatkan bahwa bangsa ini pernah sangat lama dijajah, bukan pula untuk membuat kita minder karena pernah dijajah, tapi ini justru harus bisa digunakan sebagai peringatan dan cambuk untuk bangkit dan tetap bersatu agar kesalahan leluhur kita terdahulu yang tercerai-berai mementingkan kelompok atau diri sendiri sehingga mudah dijajah tidak terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7vJJbf65I/AAAAAAAAAKM/nvhxjkhWDeM/s1600/JE12%7Emuseum+bahari+03.jpg" target="_blank" title="peta sunda kelapa di masa lampau"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7vJJbf65I/AAAAAAAAAKM/nvhxjkhWDeM/s200/JE12%7Emuseum+bahari+03.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471573537730849682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nilai kesejarahan lain yang bisa diambil salah satunya adalah nilai sejarah perkembangan arsitektur&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--bangunan, lingkungan, dan kota--&lt;/span&gt;sebagai pembelajaran kita dalam menata ke depan. Arsitektur senantiasa berjalan bersamaan dengan peradaban, arsitektur membuat kita dengan mudah mengenali peradaban dari suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bisa mempelajari mana yang baik dari semua yang telah pernah dilaksanakan. Dari bentuk bangunan atau lingkungan yang sederhana hingga menjadi sebuah kota yang semerawut seperti Jakarta, tentunya dapat dijadikan bekal agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7vJUWKxRI/AAAAAAAAAKU/xa6s2ou4aS0/s1600/JE12%7Emuseum+bahari+04.jpg" target="_blank" title="museum bahari | foto-satelit@google"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7vJUWKxRI/AAAAAAAAAKU/xa6s2ou4aS0/s200/JE12%7Emuseum+bahari+04.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471573540661282066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai aset pariwisata, dengan tidak mengubah bentuk aslinya, fungsi kawasan dan bangunan lama jika perlu bisa diubah, agar punya nilai tambah dan tetap dapat berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai tambah bukan berarti dia harus bisa menghidupi dirinya sendiri apalagi kawasannya. Sebagai bangunan atau kawasan mungkin dia tidak punya potensi untuk menghidupi dirinya sendiri, namun jika dimasukkan dalam skala perkotaan justru dia berpotensi menghidupi kotanya. Alasan dia tetap harus dihidupi oleh kota bahkan negara dikarenakan secara keseluruhan nilai devisa yang masuk yang dihasilkan dari kunjungan turis yang masuk ke suatu kota atau negara itu sangat besar, inilah makna gotong royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pengelola negara dan kota di Indonesia ini harus mulai berpikir cerdas guna mengelola pariwisata, mulai dari memelihara objek pariwisatanya hingga mengatur perjalanan kunjungan turis saat berwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 16 Mei 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan  sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-5980249278006983656?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/5980249278006983656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=5980249278006983656&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/5980249278006983656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/5980249278006983656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/05/museum-bahari-di-jakarta.html' title='Museum Bahari di Jakarta'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-7uyt-KoEI/AAAAAAAAAJs/3iqDns0h8EI/s72-c/JE12%7Emuseum+bahari+01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-4202818886189063465</id><published>2010-05-10T21:57:00.011+07:00</published><updated>2010-05-10T22:47:16.949+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mengelola uang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='utang'/><title type='text'>Berutang ... Hobi Atau Kutukan?</title><content type='html'>Entah dari kapan hal ini bermula namun untuk soal yang satu ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan buruk rakyat negeri ini, bahkan ada yang berkomentar ini sudah jadi falsafah hidup bagi kebanyakan orang. Dari rakyat jelata hingga pejabat, dari rakyat miskin hingga konglomerat punya kebiasaan buruk, yakni berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara kita ini pun punya utang yang sungguh luar biasa besar hingga mencapai ribuan triliun, entah kapan ini akan terlunasi, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-gqV_weZrI/AAAAAAAAAJk/yJlBWyXgCiQ/s1600/100ribu+rupiah.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-gqV_weZrI/AAAAAAAAAJk/yJlBWyXgCiQ/s200/100ribu+rupiah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469668304821839538" /&gt;&lt;/a&gt;karena utang ini bukan semakin kecil tapi semakin membengkak dari tahun ke tahun dan sepertinya para penyelenggara negara pun tidak ambil peduli tentang hal ini. Mereka terus menciptakan utang-utang baru dengan menggadaikan apa pun yang bisa digadaikan, dengan menggunakan istilah obligasi, sukuk, dan lain sebagainya yang pada dasarnya adalah untuk utang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gali lubang tutup lubang menjadi istilah yang biasa kita dengar, namun sayangnya itu tidak berarti lubangnya selalu berukuran sama atau mengecil, yang kebanyakan terjadi justru lubang itu semakin dalam dan bertambah besar, bukan tidak mungkin lubang itu pada akhirnya untuk mengubur kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa penyebab ini semua? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tidak ada yang bisa menjelaskan dengan pasti. Entah karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;management &lt;/span&gt;(pengelolaan) keuangan yang buruk atau karena kebiasaan cara hidup yang buruk, dalam pengertian pendapatan (uang) yang diperoleh bukan untuk ditabung atau untuk menambah modal usaha tapi lebih digunakan untuk kebutuhan konsumtif--membeli sesuatu yang tidak terlalu perlu--sehingga ketika diperlukan untuk kebutuhan yang sesungguhnya uang itu sudah tidak ada lagi, akhirnya berutang dan lalu lagi berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, pada tingkat masyarakat bawah "penghasilan lebih diutamakan untuk membeli rokok daripada ditabung", pada tingkatan yang lebih tinggi "pendapatan bukannya dijadikan modal usaha tetapi lebih diutamakan untuk membeli kendaraan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mulai dan mau belajar bagaimana mempergunakan uang dengan cerdas atau kita tidak akan pernah bisa mengubah nasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara kawan dan sahabat yang punya usaha sendiri, bahkan sebagian lagi telah berbentuk badan usaha resmi. Namun akibat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;management &lt;/span&gt;(pengelolaan) keuangan yang buruk, maka usaha yang dimiliki tidak kunjung maju, salah satu penyebab adalah justru karena penghasilan usaha yang didapat cukup besar mengakibatkan ia tidak mampu menahan diri dalam menghadapi kebutuhan yang seharusnya masih bisa ditunda untuk sementara waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Belajar dari pengalaman orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara jitu belajar mengelola uang adalah memisahkan uang pribadi dengan uang untuk usaha. Bagi yang membuka usaha pribadi pun prinsip ini harus bisa dipegang. Jadi dalam pelaksanaannya dapat dilakukan dengan cara belajar menggaji diri sendiri, ya sekali pun usaha itu adalah usaha milik sendiri tetap saja harus dipisahkan antara uang usaha dengan uang pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno pernah mengingatkan kita agar jangan menjadi bangsa kuli. Seperti apakah bangsa kuli? Salah satu kebiasaan buruk kuli adalah berutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 10 Mei 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(foto hasil rekayasa, sumber internet)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-4202818886189063465?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/4202818886189063465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=4202818886189063465&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4202818886189063465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4202818886189063465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/05/berutang-hobi-atau-kutukan.html' title='Berutang ... Hobi Atau Kutukan?'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S-gqV_weZrI/AAAAAAAAAJk/yJlBWyXgCiQ/s72-c/100ribu+rupiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-8978854707663486981</id><published>2010-05-02T16:30:00.018+07:00</published><updated>2011-05-19T00:14:37.178+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trotoar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sejahtera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='street furniture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pejalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pedestrian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Trotoar dan Pedagang Es Buah di Batusari 4</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S90_9Hhjk2I/AAAAAAAAAJU/Uobm516J8_k/s1600/MJE02-batusari4-kemanggisan.jpg" target="_blank" title="peta Batusari 4 (dahulu jalan Sakti)"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S90_9Hhjk2I/AAAAAAAAAJU/Uobm516J8_k/s200/MJE02-batusari4-kemanggisan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466595841922012002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Trotoar bagi pedestrian (pejalan kaki) di daerah Kemanggisan Utama berbeda dengan di &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/2010/01/berjalan-di-pejaten-raya-tidak-nyaman.html" title="Pejaten Raya dan Pejalan Kaki" target="_blank"&gt;Pejaten&lt;/a&gt; apalagi dibandingkan dengan jalan &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/2010/03/di-jalan-benyamin-suaeb-harus-dibuatkan.html" title="Di Jalan Benyamin Suaeb Harus Dibuatkan Jalur Pedestrian" target="_blank"&gt;Benyamin Suaeb&lt;/a&gt; bekas landas pacu bandara Kemayoran yang tidak punya trotoar. Di Batusari 4 (dahulu Jln. Sakti) tepatnya, kita bisa menemukan trotoar di kedua sisi jalan dengan lebar tidak sampai dua meter yang lebih manusiawi dibandingkan kedua daerah tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trotoar di sisi selatan diapit aspal jalan dan riol kecil. Sepanjang trotoar ini selain terdapat jalur pejalan kaki yang terbuat dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paving block &lt;/span&gt;juga dilengkapi dengan jalur hijau yang terletak di antara jalur pejalan kaki dan riol. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S909vV9qa2I/AAAAAAAAAJM/PkKyTAEGhXo/s1600/MJD06-kemanggisan+1505.jpg" target="_blank" title="trotoar di sisi selatan"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S909vV9qa2I/AAAAAAAAAJM/PkKyTAEGhXo/s200/MJD06-kemanggisan+1505.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466593406256573282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebetulnya akan lebih baik bila jalur tanaman ini diletakkan di antara jalur kendaraan dan jalur pejalan kaki, agar para pejalan kaki lebih aman dan terlindung. Bila demikian maka tidak terlalu perlu lagi diletakkan pot-pot tanaman dengan jarak tertentu, sehingga jalur pejalan kaki ini menjadi lebih luas. Atau pot-pot ini bila tetap ingin ada bisa diletakkan di sisi riol dan di antara pot-pot tanaman ini bisa diletakkan furnitur, seperti tempat duduk, lampu taman, telepon umum pada jarak-jarak tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trotoar di sisi utara yang diapit oleh aspal jalan dan saluran terbuka riol kota yang cukup besar lebih teduh dibandingkan yang ada di sebelah selatan. Di sekeliling pohon-pohon peneduh yang ada di situ dibuatkan pembatas terbuat dari bata dengan ketinggian antara 10-30 cm dan lebar 70 x 70 cm, sehingga masih memungkinkan bagi sang pohon untuk mengembangkan diri. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S909vDWPzPI/AAAAAAAAAJE/eChiBIK6LK4/s1600/MJD06-kemanggisan+1507.jpg" target="_blank" title="pedagang es buah di Batusari 4"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S909vDWPzPI/AAAAAAAAAJE/eChiBIK6LK4/s200/MJD06-kemanggisan+1507.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466593401259412722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konstruksi bak pembatas ini tidak begitu kuat, sehingga ketika pohon membesar maka dinding pembatas itu pun mulai retak dan terbelah. Lemahnya konstruksi pembatas ini ada baiknya juga bagi sang pohon sehingga tidak mengganggu perkembangannya. Meski dibuat cukup rendah, pembatas itu pun masih bisa berfungsi untuk duduk apabila pejalan kaki yang melintas di sana ingin beristirahat sejenak untuk melepas penat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keteduhan pohon di tempat ini juga mungkin yang mengundang pedagang kaki lima untuk berjualan es buah di sana. Di saat siang hari yang panas terik tentunya ini menggoda para pejalan kaki mau pun pengendara yang dahaga saat melintas di tempat itu untuk berhenti sejenak menikmati segar dan dinginnya es buah yang disajikan apalagi ditambah suasana teduh pepohonan... &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wah nikmatnya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah ada yang mengatur atau tidak, yang pasti secara ilmu arsitektur penempatan gerobak di tepi jalan yang tegak lurus dari sumbu jalan dengan jarak tertentu adalah cara penempatan yang cukup baik bagi pandangan pengendara yang lewat di sana. Hanya saja dengan cara penempatan seperti itu jadi mengganggu pejalan kaki, mengingat lebar trotoar yang tidak seberapa tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trotoar meski hanya untuk kita berjalan kaki atau pun bersepeda tetaplah perlu dirancang dengan baik, setiap penempatan perlu diatur dengan baik, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S909unvWwzI/AAAAAAAAAI8/wgbYoZVPdWA/s1600/MJD06-kemanggisan+1508.jpg" target="_blank" title="trotoar di sisi utara"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S909unvWwzI/AAAAAAAAAI8/wgbYoZVPdWA/s200/MJD06-kemanggisan+1508.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466593393848533810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;perletakan semacam tiang listrik dan rambu-rambu pun tidak sekedar asal taruh, ini perlu agar jalur pedestrian terlihat rapi dan teratur sehingga pengguna trotoar pun senang dan nyaman berjalan di situ, apalagi bila trotoar bisa dilengkapi dengan tempat duduk, lampu, telepon umum, tempat sampah, dan lainnya yang temasuk dalam bagian dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;street furniture&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga penempatan pedagang kaki lima, bisa saja diperbolehkan asal tetap perlu pula diatur dengan jarak-jarak tertentu atau tempat-tempat tertentu agar tidak mengganggu pengguna trotoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tidak kalah penting yang harus dijaga adalah kebersihan lingkungan. Sang pedagang es buah dan teman-teman pedagang lainnya yang berjualan di trotoar tentunya harus bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampahnya ke tempat sampah. Bagaimana dengan kebersihan air untuk mencuci mangkuk atau gelas? Mudah-mudahan yang ini pun juga jadi perhatian para pedagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan yang bersih dan indah akan menjamin kesehatan kita, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan juga, karena biaya untuk berobat bisa dikurangi dan dapat digunakan untuk keperluan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkungan sehat, rakyat sehat, kesejahteraan pun meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 2 Mei 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-8978854707663486981?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/8978854707663486981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=8978854707663486981&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8978854707663486981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8978854707663486981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/05/trotoar-dan-pedagang-es-buah-di.html' title='Trotoar dan Pedagang Es Buah di Batusari 4'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S90_9Hhjk2I/AAAAAAAAAJU/Uobm516J8_k/s72-c/MJE02-batusari4-kemanggisan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-1128004303081755464</id><published>2010-04-01T19:30:00.012+07:00</published><updated>2011-05-15T21:49:24.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tempat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='zampona'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='chalwanka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Chalwanka</title><content type='html'>Jumat petang kemarin, saat masuk dari tempat parkir di lantai tiga Atrium Senen, dari arah bawah terdengar suara membahana alunan musik instrumental dengan suara melodi yang berbeda dari yang biasa kita dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SSkcrimEI/AAAAAAAAAIc/0YIUSzcQRZY/s1600/JC26-lingkaranimajiner.jpg" target="_blank" title="lingkaran imajiner penonton"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SSkcrimEI/AAAAAAAAAIc/0YIUSzcQRZY/s200/JC26-lingkaranimajiner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455146203524274242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Melongok ke bawah secara selintas tidak tampak ada pertunjukan musik, yang terlihat hanyalah ramai pengunjung. Namun setelah diamati sejenak barulah tampak sekumpulan orang yang membentuk setengah lingkaran, yang ternyata adalah pengunjung yang sedang menonton pertunjukan musik etnis dari pegunungan Andes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SSkL_G4RI/AAAAAAAAAIU/p9eVgVnMxY4/s1600/JC26-awalsuasana.jpg" target="_blank" title="kondisi area sebelum pertunjukan dimulai"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SSkL_G4RI/AAAAAAAAAIU/p9eVgVnMxY4/s200/JC26-awalsuasana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455146199042941202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karena ukuran panggung hanya berkisar satu setengah kali dua meter dengan ketinggian tidak sampai 20 cm, di mana pemusik yang tampil solo dan penonton sama-sama dalam posisi berdiri, ditambah lagi di lantai itu juga sedang berlangsung bazar dengan keramaian pengunjung yang cenderung merata, mengakibatkan tidak terjadi perbedaan mencolok di antara mereka bila hanya dilihat selintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SSjzEYYBI/AAAAAAAAAIM/2LYybuQmYFI/s1600/JC26-chalwanka.jpg" target="_blank" title="chalwanka memainkan zampona"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SSjzEYYBI/AAAAAAAAAIM/2LYybuQmYFI/s200/JC26-chalwanka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455146192354172946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chalwanka&lt;/span&gt; adalah nama grup musik yang memainkan salah satu alat musik yang disebut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zampona&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zampona &lt;/span&gt;adalah alat musik tiup yang berasal dari Amerika Latin berbentuk silinder atau tabung dengan lubang yang tertutup pada salah satu ujungnya dan biasanya terdiri dari 5 tabung atau lebih. Bisa terbuat dari bambu, kayu, atau bahan lainnya. Suara yang dihasilkannya sangat khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SWfTjSviI/AAAAAAAAAIs/IqmPWKCHseY/s1600/180px-ChileanPanpipes-cutout.jpg" target="_blank" title="zampona"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 128px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SWfTjSviI/AAAAAAAAAIs/IqmPWKCHseY/s200/180px-ChileanPanpipes-cutout.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455150513220927010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebetulnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chalwanka &lt;/span&gt;terdiri dari dua orang, namun saat itu hanya seorang saja yang tampil dan dengan hanya diiringi rekaman musik instrumental ia memainkan melodi  dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zampona&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menyaksikan permainan musik yang menawan ada satu pelajaran lain dapat dipetik dari sini, yakni tentang arsitektur, yang berhubungan dengan ruang (space) dan tempat (place). Bahwa manusia tanpa disadari atau pun diatur punya kecenderungan membentuk lingkaran ketika mereka menyaksikan sebuah pertunjukan atau sesuatu yang menjadi pusat perhatian. Dan seperti kita ketahui bahwa lingkaran memang memiliki sesuatu yang disebut pusat atau sumbu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SWfESIbJI/AAAAAAAAAIk/q6Q1YDem404/s1600/colosseum2.jpg" target="_blank" title="Colosseum"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 142px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SWfESIbJI/AAAAAAAAAIk/q6Q1YDem404/s200/colosseum2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455150509122415762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi jangan heran bila &lt;span style="font-style: italic;"&gt;colosseum, amphitheatre, &lt;/span&gt;atau pun tempat-tempat pertunjukan biasanya mengambil bentuk-bentuk lingkaran, baik berbentuk seperempat, setengah, elips, hingga lingkaran penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 28 Maret 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="situs sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;:: &lt;i&gt;sumber foto dari internet dan koleksi pribadi&lt;/i&gt; ::&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-1128004303081755464?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/1128004303081755464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=1128004303081755464&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1128004303081755464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1128004303081755464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/04/chalwanka.html' title='Chalwanka'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S7SSkcrimEI/AAAAAAAAAIc/0YIUSzcQRZY/s72-c/JC26-lingkaranimajiner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-8610966105601452754</id><published>2010-03-19T10:31:00.014+07:00</published><updated>2011-05-19T00:09:09.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trotoar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalur hijau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pejalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pedestrian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyaman'/><title type='text'>Di Jalan Benyamin Suaeb Harus Dibuatkan Jalur Pedestrian</title><content type='html'>Enam Maret menjelang petang, saat melintas di bekas landas pacu bandara Kemayoran Jakarta yang sekarang lebih dikenal dengan nama Jln. H. Benyamin Suaeb, tampak di kejauhan seorang ibu dengan dua anaknya yang masih kecil sedang berjalan ke arah utara di jalur lambat, jalur kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S6L0aS8adnI/AAAAAAAAAH0/zhdvezCXLzc/s1600-h/peta-kemayoran.jpg" target="_blank" title="peta kemayoran"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 126px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S6L0aS8adnI/AAAAAAAAAH0/zhdvezCXLzc/s200/peta-kemayoran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450187231670728306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lebar jalan Benyamin Suaeb kira-kira 40 meter terbagi dua, ke arah selatan dan ke utara (Ancol). Masing-masing arah terdiri dari tiga lajur jalur cepat dan  dua lajur jalur lambat. Dan masih ada jalur hijau cukup luas di kedua sisi jalan, yang di dalamnya masih bisa dimanfaatkan sedikit sebagai jalur pedestrian (pejalan kaki) yang nyaman dan terlindung pepohonan. Tapi entah kenapa, tempat yang seharusnya dapat digunakan untuk trotoar bagi pedestrian ini malah dipagari dari ujung ke ujung di sepanjang kedua sisi jalan ini. Bahkan riol kota yang dahulu tertutup pun kini sudah dibuka hingga tidak menyisakan tempat bagi pedestrian. Jadi untuk pedestrian di mana? Ya di aspal bersama dengan kendaraan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kenapa sang ibu dengan dua anak tadi berjalan di jalur lambat, meski disebut jalur lambat namun laju kendaran yang melintas di sana cukup kencang. Cukup repot kelihatannya karena harus menggendong salah seorang anaknya, sambil sebentar-sebentar menoleh ke belakang dengan was-was takut tertabrak kendaraan yang melintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S6L1RgGjDkI/AAAAAAAAAIE/DssYL2guyLo/s1600-h/ibu2anak.jpg" target="_blank" title="foto pedestrian di Jln. Benyamin Suaeb"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 147px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S6L1RgGjDkI/AAAAAAAAAIE/DssYL2guyLo/s400/ibu2anak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5450188180095700546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Melihat kejadian ini bak seorang wartawan, segera mengeluarkan telepon genggam berkamera&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--maklum tidak punya kamera sungguhan--&lt;/span&gt;dan bersiap mengabadikan momen yang menarik ini untuk dijadikan bahan tulisan. Tapi berhubung hanya kamera telepon minim fasilitas maka diperlukan jarak yang cukup dekat untuk mengabadikan itu dan mungkin karena naluri keibuan yang kuat guna melindungi anak-anaknya, saat melihat ada kendaraan yang datang melambat maka secara spontan dia melambaikan tangan guna menghentikan laju kendaraan. Dan tanpa ragu atau pun takut dia minta diperbolehkan menumpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hanya wartawan gadungan, melihat kondisi lingkungan di situ tak tega juga menampik permintaan itu, apalagi jarak tempat yang dituju tidak sampai satu kilometer di depan. Jadi saya antarlah si ibu dan kedua anaknya itu ke tempat tujuan, yakni Pasar Mobil Kemayoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ceritanya kemudian terungkap, bahwa dia ingin menjumpai suaminya di sana guna memberi kabar bahwa orang tuanya sedang sakit. Rupanya kabar kesehatan orang tua itulah yang membulatkan tekadnya sehingga terpaksa mengunjungi sang suami di tempat kerja dengan membawa kedua anaknya yang masih kecil-kecil menempuh bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Jakarta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 14 Maret 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="website sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-8610966105601452754?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/8610966105601452754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=8610966105601452754&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8610966105601452754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8610966105601452754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/03/di-jalan-benyamin-suaeb-harus-dibuatkan.html' title='Di Jalan Benyamin Suaeb Harus Dibuatkan Jalur Pedestrian'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S6L0aS8adnI/AAAAAAAAAH0/zhdvezCXLzc/s72-c/peta-kemayoran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-2584907694422040086</id><published>2010-03-11T19:55:00.015+07:00</published><updated>2010-03-11T22:05:53.412+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='angin arsitektur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seks'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='monumen nasional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitektur'/><title type='text'>Seks dan Arsitektur</title><content type='html'>Tulisan ini diangkat dari penjelasan atas permintaan seorang kawan, arsitek senior, tentang penyelenggaraan Seminar Seks dan Arsitektur, yang kutipan permintaannya begini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"tolong diterangin dikit donk maksud temanya tuh, ntar udah pada 'hot' dateng eeh kagak ade ape2nya..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah pura-pura tidak tahu atau cuma mau ngetes doang nih? Karena yang namanya arsitek itu pasti paham tentang arsitektur dan paham akan seks kan he.he.he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah berikut ini adalah gambaran singkat tentang maksud seminar Seks dan Arsitektur itu. Yang diharapkan dari seminar ini, ada atau tidak ada hubungan keduanya&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--antara seks dan arsitektur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jwLww15OI/AAAAAAAAAFU/OOnc0c5Hh-4/s1600-h/Marilyn+Monroe.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jwLww15OI/AAAAAAAAAFU/OOnc0c5Hh-4/s200/Marilyn+Monroe.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447367834163602658" title="Marilyn Monroe | The Seven Year Itch" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Contoh, Marilyn Monroe yang hot itu dalam salah satu peran di film &lt;span style="font-style: italic;"&gt;The Seven Year Itch&lt;/span&gt; di tahun 1954 kan ada adegan yang mengibar-kibarkan roknya tepat di atas tempat (lubang) yang terdapat angin kencang yang berhembus ke atas. Michael Jackson juga dalam salah satu aksi panggungnya bermain-main dengan angin yang dihembuskan dari bawah. Michael laki-laki, Marilyn perempuan, meski beda kelamin tapi sama-sama suka adegan itu. Lantas apa hubungannya dengan angin ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu sewaktu kuliah di arsitektur dikenal istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;angin arsitektur,&lt;/span&gt; yaitu angin yang bisa berkelok-kelok terserah bagaimana tangan ini mulai menggoreskan pensil atau tinta di denah atau potongan bangunan yang sedang dirancang, di mana angin itu bisa berkelok-kelok lantas keluar di tempat yang diinginkan. Padalah kenyataannya sih boro-boro, yang kebanyakan terjadi justru di tempat itu mati angin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah Marilyn dan Michael merupakan dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda tapi keduanya suka dengan adegan angin. Efek yang dihasilkan oleh angin tadi berbeda untuk pria dan wanita itu. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jqSkyIJZI/AAAAAAAAAE8/5eMI2UWQVKo/s1600-h/Michael+Jackson.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jqSkyIJZI/AAAAAAAAAE8/5eMI2UWQVKo/s200/Michael+Jackson.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447361354137085330" title="Michael Jackson" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sang wanita terkesan malu dan berusaha menutupi roknya yang berkibar terkena hembusan angin, sementara sang pria justru menjadikan hembusan angin itu untuk menampilkan kesan keperkasaannya. Dari segi arsitektur, perancang harus pandai menempatkan arah hembusan angin agar tidak vulgar, untuk menampilkan kedua kesan yang bertolak belakang tadi. Itulah gambaran dari seks dan arsitektur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jqTGZmt4I/AAAAAAAAAFE/ocdKaOWfnl8/s1600-h/Monumen+Nasional.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jqTGZmt4I/AAAAAAAAAFE/ocdKaOWfnl8/s200/Monumen+Nasional.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447361363161036674" title="Monumen Nasional" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Contoh lain, kalau kita melihat Tugu Monas (Monumen Nasional) banyak yang berpendapat itu maskulin karena menampilkan kejantanan pria (lingga). Tapi apa betul itu hanya melambangkan maskulin? Kalau kita mau memperhatikan dengan perasaan yang lebih mendalam, Monas itu melambangkan puncak hubungan cinta kasih antara pria dan wanita (suami-istri) secara timbal-balik. Tidak percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan dan amati baik-baik Tugu Monas. Kalau dari sudut seksologi itu melambangkan posisi pria di bawah dan wanita di atas. Belum percaya juga? &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jqTbU5NZI/AAAAAAAAAFM/RhNpl_MwBUI/s1600-h/tubuh+wanita.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jqTbU5NZI/AAAAAAAAAFM/RhNpl_MwBUI/s200/tubuh+wanita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447361368778421650" title="tubuh wanita" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lihat gambar, bayangkan dalam pikiran Anda di sana bentuk penis (lingga) yang menembus vagina (yoni). Jadi Monas itu bukan lambang kejantanan semata, tapi lebih tepat sebagai lambang cinta kasih yang harus dibangun di negeri ini. Cuma sayang rakyatnya belum sadar, sehingga masih pada berkelahi melulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu penjelasan versi pribadi, kalau mau tahu penjelasan yang lebih jelas silahkan baca di &lt;a style="font-style: italic;" href="http://www.ilumarta.com/berita/documents/BROSUR_Seminar_Seks_dan_Arsitektur.pdf"&gt;leaflet&lt;/a&gt;, sedangkan kalau mau tahu detailnya ya kudu datang ke seminar Seks dan Arsitektur tanggal 25-26 Maret 2010 di Kampus Universitas Tarumanagara, he.he.he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 11 Maret 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/" title="catatan sami"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/" title="situs sami"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-style: italic;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber tulisan adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;e-mail&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; kepada Firdauzy Noor tanggal 10 Maret 2010.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber foto dari internet dan koleksi pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-2584907694422040086?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/2584907694422040086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=2584907694422040086&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/2584907694422040086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/2584907694422040086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/03/seks-dan-arsitektur.html' title='Seks dan Arsitektur'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S5jwLww15OI/AAAAAAAAAFU/OOnc0c5Hh-4/s72-c/Marilyn+Monroe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-6544762201520391109</id><published>2010-03-04T15:34:00.013+07:00</published><updated>2011-05-15T21:54:03.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamus indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahasa Indonesia'/><title type='text'>Berbahasa Indonesia Tak Perlu Baik dan Benar</title><content type='html'>Kongres pemuda di tahun 1928 dengan hasil Sumpah Pemuda yang fenomenal, yang salah satu isinya berbunyi "Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia", hingga akhirnya mengantar Bahasa Indonesia dikukuhkan dalam Undang-Undang Dasar kita sebagai Bahasa Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah hampir 100 tahun peristiwa itu terjadi, namun hingga kini masyarakat belum bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran bahasa Indonesia bukanlah hal yang mudah, mengingat bahasa Indonesia sendiri masih terus berkembang hingga hari ini, belum lagi ditambah dengan dukungan pemerintah yang bisa dikatakan kurang baik dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S49pIPWg-LI/AAAAAAAAAEc/c18g9-KD2Os/s1600-h/KBBIedisiIV.jpg" title="Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-4" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S49pIPWg-LI/AAAAAAAAAEc/c18g9-KD2Os/s200/KBBIedisiIV.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444686064795056306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)--&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sebelum ini digunakan Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan Poerwadarminta&lt;/span&gt;--adalah rujukan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Pusat Bahasa. Namun apakah mungkin masyarakat dapat memilikinya, mengingat harga KBBI Edisi Keempat yang sekarang ada sedemikian mahal hingga mendekati angka empat ratus ribu rupiah sungguh suatu angka yang fantastis untuk masyarakat yang tergolong jauh dari kemapanan, di mana pada tahun 2008 saja pendapatan rata-rata hanya mencapai sekitar 9,9 juta per tahun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(didapat dari PDB dikurangi beban utang per kapita atau (21,7-11,8) juta ---&amp;gt; lihat Detik Finance 4 Maret 2009 dan Jawa Pos 10 Maret 2009)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ditanyakan ke penerbit, berapa eksemplar yang telah dicetak dan berapa eksemplar yang telah terjual? Kemudian bandingkan dengan jumlah keluarga atau penduduk yang ada di Republik ini, apakah mencapai satu persen dari jumlah penduduk? Rasanya akan jauh panggang dari api. Maka jangan heran bila masyarakat tidak dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemerintah benar-benar berkeinginan rakyatnya dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, maka sebaiknya pemerintah memberikan subsidi untuk kamus ini agar harganya terjangkau oleh masyarakat dan pemerintah tidak perlu berpikir untuk mengambil keuntungan dari penjualan kamus ini. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah mengajak kerja sama pihak swasta sebagai sponsor, dalam hal ini bisa saja penerbit swasta, atau cukup menggunakan penerbitan milik pemerintah agar tidak memberatkan pihak swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pemerintah melalui Pusat Bahasa telah mengeluarkan Kamus Bahasa Indonesia (KBI) untuk konsumsi sekolah dalam bentuk kamus elektronik yang dapat diunduh secara gratis. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S498TL3Ho2I/AAAAAAAAAEs/_qIEEwFieDE/s1600-h/KBI.jpg" title="Kamus Bahasa Indonesia | versi e-book" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S498TL3Ho2I/AAAAAAAAAEs/_qIEEwFieDE/s200/KBI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444707143557555042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi ini pun tampaknya tidak terlalu serius dilaksanakan, karena kamus yang dinyatakan berjumlah halaman 1826 hanya berisikan 1630-an halaman saja--&lt;span style="font-style: italic;"&gt;itu berarti ada sekitar 200-an halaman hilang,&lt;/span&gt;  juga terdapat kekacauan pada bagian akhir dalam penyusunan lema di huruf "B", dan belum lagi ditambah ketiadaan huruf "P" di versi lengkap kamus tersebut. Sudah betulkah semua isi kamus itu? Bisakah kamus ini dijadikan buku pegangan untuk sekolah dan masyarakat? Pertanda tidak ketidakseriusankah ini bila dalam buku resmi (meski gratis) terjadi kesalahan dan kekurangan hingga 200-an halaman? Mudah-mudahan itu bukan suatu kesengajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, seberapa besarkah masyarakat pengguna internet hingga ke pelosok-pelosok negeri ini yang bisa memungkinkan mereka mengakses kamus yang dapat diunduh gratis ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fenomena yang terjadi di seputar bahasa Indonesia kita, yang bila kita ke toko buku--&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mungkin karena mahal&lt;/span&gt;--ada yang meletakkan kamus ini dalam kotak kaca, menjadikan kamus yang bersampul warna kuning emas ini sedap dipandang mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau begitu salahkah premis yang dipakai sebagai judul di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 4 Maret 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-6544762201520391109?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/6544762201520391109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=6544762201520391109&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6544762201520391109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6544762201520391109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/03/berbahasa-indonesia-tak-perlu-baik-dan.html' title='Berbahasa Indonesia Tak Perlu Baik dan Benar'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S49pIPWg-LI/AAAAAAAAAEc/c18g9-KD2Os/s72-c/KBBIedisiIV.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-469133812783033369</id><published>2010-02-21T18:59:00.014+07:00</published><updated>2011-05-15T20:33:50.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hukum dan keadilan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peduli'/><title type='text'>Sanksi Hukum Sangsi Hukum</title><content type='html'>Membaca berbagai kasus hukum di media masa akhir-akhir ini bila dicermati sepertinya ini menggambarkan betapa carut-marut hukum di negeri kita. Dari kasus Prita, Century, Antasari, pengeluaran paksa penghuni dari rumah dinas TNI, atau pun kasus-kasus yang tidak kunjung selesai seperti Munir, penculikan aktivis, dan Lapindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di lain pihak dari segi pembuatan peraturan dan perundang-undangan pun tidak jauh berbeda dengan kasus-kasus hukum itu sendiri, carut-marut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai dari bongkar pasang Undang-Undang Dasar (UUD) hingga 4 kali, yang sesungguhnya saat gerakan mahasiswa (reformasi) digulirkan tuntutan utama hanya turunkan Suharto karena terlalu lama berkuasa akibat tidak ada pembatasan masa jabatan. Pasal 7 UUD'45 &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali"&lt;/span&gt; yang seharusnya tinggal ditambahkan kata misalnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"untuk yang terakhir kali". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yang terjadi justru semua pasal diobrak-abrik dan parahnya tidak juga dipelajari terlebih dahulu catatan-catatan rapat para pembuat naskah awal, supaya bisa dimengerti maksud dari tiap pasal atau ayat yang tertulis di sana. Dan konon kabarnya di dalam amandemen itu ada keterlibatan tangan-tangan asing untuk memasukkan kepentingan-kepentingan mereka, betulkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kilas Balik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S4Elh08Qz9I/AAAAAAAAAEM/OpH53C3oOxE/s1600-h/UUD45.jpg" title="Undang-Undang Dasar 1945" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S4Elh08Qz9I/AAAAAAAAAEM/OpH53C3oOxE/s200/UUD45.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440671087917584338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bila kita buka dan teliti kembali UUD'45 kita, dalam banyak pasal-pasalnya diamanatkan supaya dibuat turunannya yakni undang-undang untuk memperinci maksud dan tujuan pasal-pasal tadi. Sehingga itulah sebab kenapa di dalam pasal atau ayat UUD'45 banyak terdapat kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"ditetapkan atau diatur dengan undang-undang".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila kita baca Aturan Tambahan dalam UUD'45 tercantum dengan jelas pada butir 1, bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dalam enam bulan sesudah berakhirnya peperangan Asia Timur Raya, Presiden Indonesia mengatur dan menyelenggarakan segala hal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Dasar ini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara sangat banyak undang-undang dan peraturan yang dipakai hingga saat ini yang belum dibuat menyesuaikan UUD'45 itu. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S4EliKVZ9LI/AAAAAAAAAEU/nKYfYVBi7EM/s1600-h/UUD45penjelasan.jpg" title="baca ini kalimat di penjelasan Undang-Undang Dasar 1945" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S4EliKVZ9LI/AAAAAAAAAEU/nKYfYVBi7EM/s200/UUD45penjelasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440671093660185778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kitab Undang-Undang Hukum Pidana/Perdata, UU Gangguan (Hinder Ordonantie), dan masih banyak lagi produk hukum kita yang merupakan produk kolonial, yang sebetulnya perlu diubah atau disesuaikan isinya dengan semangat UUD kita, yakni yang semangatnya bukan untuk kepentingan pemerintah (baca: penguasa kolonial) tetapi dimaksudkan lebih pada kepentingan rakyat atau publik. Dan jangan lupa bukankah untuk maksud itu Indonesia dibentuk dan dicanangkan sebagai Republik (urusan publik). Tapi itulah sebetulnya kenyataan yang sekarang ada!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seharusnya yang terjadi bukan justru malah UUD yang belum pernah diimplementasikan secara benar yang diubah-ubah hingga akhirnya kini kita pun ragu ini sistem pemerintahan presidensial atau parlementer?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kini &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dasar hukum kita tidak lagi kuat, ketika perangkat hukum tidak lagi peduli, ketika hukum bisa dipermainkan dan persepsi pun dapat dijungkirbalikkan, ketika hukum menjadi pilih kasih, ketika hukum tidak lagi bersandar pada keadilan, ketika petugas hukum tidak lagi adil, maka rakyat pun jadi tidak punya pegangan, rakyat pun menjadi sangsi akan hukum dan akhirnya tidak peduli pada hukum. Ketika hukum sudah dilemahkan pada pelaksanaannya sebagaimana beberapa contoh di atas tadi dan ketidakpedulian rakyat pun sangat terlihat dalam hal keseharian seperti dalam aturan berlalu lintas di mana jalan searah pun diterobos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah lagi dalam pembuatan produk-produk atau aturan hukum pun nyaris tak punya semangat keadilan, yang dikedepankan lebih pada semangat ancaman dan materi. Semua produk hukum lebih mengedepankan besaran sanksi dalam bentuk uang. Sanksi hukum hingga berjuta-juta rupiah, di sisi lain tingkat kesejahteraan dan kemampuan rakyat sangat jauh di bawah itu. Contoh sanksi dalam UU Lalu Lintas yang bernilai jutaan rupiah dan yang terhangat adalah mengenai berita RUU Perkawinan dalam pengaturan nikah siri&lt;span style="font-style: italic;"&gt;--melangsungkan perkawinan tidak di hadapan pejabat pencatat perkawinan. &lt;/span&gt;Sementara untuk melangsungkan perkawinan di hadapan pejabat pencatat perkawinan pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit pula, baik untuk biaya resmi apalagi yang tidak resmi, yang tentunya ini menjadi beban bagi rakyat pada umumnya yang tingkat kemampuannya masih di bawah itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperparah dengan penjatuhan sanksi terhadap suatu perkara, sangat tampak terjadinya ketidakadilan. Mengambil kakao langsung ditangkap dan diancam hukuman 6 bulan, sementara yang mengambil bermilyar-milyar masih bisa bebas berkeliaran dengan alasan belum ketemu pasal-pasalnya dan kalau pun ada ancaman hukuman itu hanya beberapa tahun saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya hukum yang perlu dikedepankan itu adalah bukan berdasarkan prosedural belaka tapi bagaimana keadilan itu ditegakkan, sebagaimana dikatakan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud M.D. dalam acara keagamaan di salah satu stasiun siaran TV swasta pada Minggu, 21 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah puluhan tahun kita terbiasa hidup tanpa aturan yang baik, dan bila perbaikan demi perbaikan dimulai dari sekarang paling tidak masih perlu satu atau dua generasi lagi untuk bisa mencapai tertib hukum di negeri kita ini. Tapi tentunya hal ini harus dilakukan dari sekarang oleh seluruh elemen masyarakat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;agar kelak tidak lagi akibat sanksi hukum menjadikan kita sangsi akan hukum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 21 Februari 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-469133812783033369?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/469133812783033369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=469133812783033369&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/469133812783033369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/469133812783033369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/02/sanksi-hukum-sangsi-hukum.html' title='Sanksi Hukum Sangsi Hukum'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S4Elh08Qz9I/AAAAAAAAAEM/OpH53C3oOxE/s72-c/UUD45.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-484783406837775328</id><published>2010-02-18T22:29:00.012+07:00</published><updated>2010-02-20T00:06:16.137+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pohon rindang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mencegah banjir'/><title type='text'>Pohon Rindang Unsur Pencegah Banjir</title><content type='html'>Dalam perbincangan pagi 18 Februari 2010 di sebuah stasiun radio swasta, Nuim Khaiyath mengatakan, bahwa dalam buku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Inside the Third World &lt;/span&gt;disebutkan salah satu ancaman bagi Indonesia adalah masalah banjir. Menurutnya hal ini terjadi karena tanah telah tertutup oleh bangunan semua sehingga curah hujan yang begitu besar tidak dapat terserap oleh tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan mengenai banjir ini mengingatkan kembali perbincangan ringan kami beberapa waktu yang lalu. Salah satu yang menyebabkan air hujan langsung menyentuh tanah adalah karena dinas pertamanan kita punya kebiasaan yang salah, yakni memangkas pohon pada saat musim hujan. Memang alasan pemangkasan pohon biasanya adalah karena cabang pohon dikhawatirkan patah atau cabang pohon menjadi terlalu rendah sehingga mengenai kendaraan yang lewat di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu bagaimana di kota-kota lain, tapi di Jakarta ini bila kita perhatikan telah ada perubahan cara memangkas pohon yang dilakukan dinas pertamanan, ini terjadi sejak era Sarwo Handayani memimpin di dinas pertamanan dulu, pohon-pohon dipangkas atau lebih tepat mungkin bila istilahnya ditebang--&lt;span style="font-style: italic;"&gt;karena biasanya setelah pemangkasan hanya tersisa batang pohon besar&lt;/span&gt;--sudah jauh lebih tinggi dari era sebelumnya. Yang tadinya "penebangan" pohon dilaksanakan pada ketinggian 2 hingga 3 meter, pada era Handayani telah dilaksanakan pada ketinggian 3 hingga 5 meter, meski cara pemotongan masih relatif sama, yakni babat habis hingga tinggal batang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S31eKxULoXI/AAAAAAAAADs/k3z-HcmuiP4/s1600-h/20100218-angsana.jpg" title="pertumbuhan pohon akibat asal potong" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S31eKxULoXI/AAAAAAAAADs/k3z-HcmuiP4/s200/20100218-angsana.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439607464063115634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengan cara pemangkasan seperti itu, kelak beberapa tunas yang akan tumbuh menjadi cabang baru berkecendrungan terjadi di seputar bekas batang terpotong dan ini pula salah satu yang mengakibatkan cabang pohon mudah patah di kemudian hari, selain karena pohon angsana yang biasanya ditanam di bahu jalan di Indonesia ini dari Jakarta sampai Merauke atau Sabang memang bukan dari jenis kayu tanaman keras yang tidak mudah patah. Namun akibat cara penerapan kebijakan yang salah (keseragaman) di zaman yang lalu, tanaman ini akhirnya menjadi semacam tanaman wajib yang dapat kita jumpai di seantero negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S31gkRldHmI/AAAAAAAAAD8/48i0OsyzLTQ/s1600-h/20100218-angsana+kiri-kanan.jpg" title="pohon angsana sepanjang kiri-kanan jalan" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S31gkRldHmI/AAAAAAAAAD8/48i0OsyzLTQ/s200/20100218-angsana+kiri-kanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439610101245484642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Penanaman angsana yang dipakai untuk menggantikan akasia sebelumnya, semula hanya dimaksudkan sebagai tanaman sementara yang berfungsi untuk peneduh dan penyerap polusi, karena kedua tanaman ini memang tergolong cepat pertumbuhannya. Rencana selanjutnya adalah di sela-sela jajaran pohon ini akan ditanami jenis pohon tanaman keras yang tidak mudah patah, guna menggantikan pohon-pohon angsana ini kelak, namun rencana ini tidak pernah terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S31kkOj9UwI/AAAAAAAAAEE/G4GPRDmPRgM/s1600-h/20100218-pohon+rindang.jpg" title="pohon besar nan rindang" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S31kkOj9UwI/AAAAAAAAAEE/G4GPRDmPRgM/s200/20100218-pohon+rindang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439614498480411394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pohon besar dan rindang salah satu fungsinya adalah dapat menahan air hujan yang tercurah dari langit agar tidak langsung jatuh ke permukaan bumi (tanah) namun fungsi ini seperti sudah tidak begitu disadari oleh kita sekalian, karena sekarang ini sudah jarang terdapat pohon besar nan rindang yang dapat menjadi tempat berteduh di kala hujan. Padahal pohon besar nan rindang bisa menahan air dalam jangka waktu setengah hingga satu jam lebih sebelum air itu menetes atau pun mengalir melalui batang dan ini artinya memberi kesempatan air yang ada dipermukaan tanah meresap atau mengalir terlebih dahulu, sehingga ini menjadi salah satu unsur pencegah banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon rindang dari jumlah daunnya yang banyak menyebabkan ia mempunyai luas permukaan yang lebar sehingga dapat berfungsi menampung air dalam jumlah besar. Itulah pulalah sebab kenapa di kala hujan cabang pohon itu jadi lebih rendah dari biasanya atau bahkan bisa patah akibat menahan berat beban air yang cukup besar tadi. Jadi sebaiknya pepohonan tidak dipangkas di kala musim hujan, kalau pun terpaksa dipangkas sebaiknya hanya untuk cabang tertentu yang memang telah menjadi terlalu rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dapat melengkapi tulisan &lt;a href="http://arsitekku.web.id/index.php/inspirasi/2-banjir-karena-ulahku" title="artikel Banjir Karena Ulahku" target="_blank"&gt;Banjir Karena Ulahku&lt;/a&gt; sebelum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 18 Februari 2010 | &lt;a href="http://balaijumpa.blogspot.com/"&gt;samidirijono&lt;/a&gt; | &lt;a href="http://arsitekku.web.id/"&gt;arsitek&lt;/a&gt; |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-484783406837775328?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/484783406837775328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=484783406837775328&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/484783406837775328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/484783406837775328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/02/pohon-rindang-unsur-pencegah-banjir.html' title='Pohon Rindang Unsur Pencegah Banjir'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S31eKxULoXI/AAAAAAAAADs/k3z-HcmuiP4/s72-c/20100218-angsana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-4986667549721631689</id><published>2010-02-13T11:49:00.006+07:00</published><updated>2011-05-15T20:20:04.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='balai jumpa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='das Sein und das Sollen'/><title type='text'>das Sein und das Sollen</title><content type='html'>Tanggal 12 Februari kemarin saya buat satu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; lagi. Ide awalnya sederhana, supaya orang asing juga bisa membaca tulisan-tulisan yang telah dimuat di balai jumpa, jadi dengan kata lain dibuat versi Inggrisnyalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja untuk mengalihbahasakannya butuh waktu lagi, tetapi untung saja di zaman sekarang ini apa pun sudah jauh lebih mudah. Mesin-mesin penerjemah sudah banyak, baik yang berbayar mau pun yang gratisan, ini bisa menghemat waktu dan keduanya tidak kalah hebat, masing-masing punya kelebihan sendiri. Keputusan akhir yang diambil adalah menggunakan mesin terjemahan google--di sini lebih populer disebut paman google. Disebut paman mungkin karena mengambil ide dari negeri Paman Sam (Amerika), Paman Gober, Paman Donal, Paman Kikuk, atau Paman Doblang he.he.he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sempat timbul pertanyaan apa hasil terjemahannya cukup baik dan akurat? Tapi demi menghemat waktu maka pilihan itu terpaksa diambil dan lagi pula biasanya buku-buku terjemahan juga sepertinya sengaja dibuat tidak sebaik dan selengkap aslinya, seperti buku terbitan Jepang yang diterjemahkan ke bahasa Inggris pasti tidak selengkap aslinya, atau berbahasa Inggris diterjemahkan ke bahasa Indonesia juga banyak bagian-bagian penting yang hilang, hanya tulisan berbahasa Indonesia saja yang biasanya lebih lengkap dan bagus dalam versi Inggrisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai alasan yang membuat kenapa itu sepertinya harus terjadi dan oleh karena itu pulalah salah satu alasan kenapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog&lt;/span&gt; baru itu pun dibuat cukup dengan bantuan Paman Google saja. Yang penting adalah kita sendiri bisa mengerti apa yang ingin disampaikan di balai jumpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mencari judul untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;web log&lt;/span&gt; ternyata sulit juga karena banyak kata-kata yang diinginkan sudah digunakan orang lain. Langkah terakhir adalah membuka KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Edisi Ketiga--kamus yang baru mahal banget jadi belum beli--dan ketemu kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;das Sein&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;das Sollen&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Das Sein&lt;/span&gt; berarti keadaan yang sebenarnya pada waktu sekarang, sedangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;das Sollen&lt;/span&gt; berarti apa yang dicita-citakan; apa yang harus ada nanti, atau untuk singkatnya arti dari keduanya adalah "yang ada dan yang seharusnya". Keduanya diambil dari bahasa Jerman dan kedua kata ini sangat tepat karena memang untuk tujuan itulah balai jumpa mau pun &lt;a style="font-style: italic;" href="http://dassollen.blogspot.com/"&gt;das Sein und das Sollen&lt;/a&gt; dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 13 Februari 2010 | samidirijono | arsitek |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-4986667549721631689?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/4986667549721631689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=4986667549721631689&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4986667549721631689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4986667549721631689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/02/das-sein-und-das-sollen.html' title='das Sein und das Sollen'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-8519359483261716478</id><published>2010-02-10T23:55:00.011+07:00</published><updated>2010-06-19T09:25:15.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='parkir'/><title type='text'>Area Parkir Tanggung Jawab Siapa?</title><content type='html'>Kebetulan tadi siang ada janji dengan seseorang di Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading, maka kepikiran mungkin selesai pertemuan bisa sekalian membeli baterai untuk kamera di sana. Namun ternyata toko yang ada di sana tidak menjual baterai kamera. Pramuniaga dengan ramah menjelaskan bahwa baterai kamera dapat dibeli di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;service center&lt;/span&gt; yang tidak jauh dari lokasi dan memberikan secarik kertas kecil yang berisikan alamat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;service center&lt;/span&gt; mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena alamatnya tidak jauh, yakni di Jln. Raya Boulevard Barat maka sepulang dari MOI mampirlah ke sana. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Service center&lt;/span&gt; terletak di kompleks ruko demikianlah masyarakat biasa menyebutnya. Disebut ruko atau rumah toko walau pada kenyataannya kebanyakan bangunan itu hanya menjadi toko, karena sangat jarang ditinggali, kalau pun ada biasanya yang tinggal di sana hanya para penjaga toko. Hal ini terjadi konon kabarnya karena membuat izin mendirikan ruko lebih mudah daripada izin membuat toko atau pertokoan. Kalau memang betul begitu, tentunya sungguh aneh peraturan di Indonesia ini ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S3LmDB-e4yI/AAAAAAAAADI/hBQRjI7O89A/s1600-h/JB10%7Eparkir.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S3LmDB-e4yI/AAAAAAAAADI/hBQRjI7O89A/s200/JB10%7Eparkir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436660639934112546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti kondisi kebanyakan deretan ruku-ruko di sepanjang Boulevard Kelapa Gading ini, bila kita perhatikan di sekitar area parkir ruko-ruko di sana hampir semuanya tipikal sama, yakni kondisi jalan parkir kendaraan hampir rata-rata rusak. Sedangkan di daerah Boulevard Barat yang dikenakan biaya parkir jam pertama Rp3000,00 dan Rp1.500,00 tiap tambahan jam berikutnya pun masih juga kita temukan kondisi jalan area parkir yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Kenapa begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu Ikatan Arsitek Indonesia pernah diundang untuk menghadiri rapat pihak-pihak yang berkepentingan di sana, seperti pemerintah daerah (pemda) setempat dan developer guna mencari titik temu di antara mereka mengenai kondisi perparkiran di Kelapa Gading. Saya kebetulan yang diutus Ketua Umum IAI saat itu untuk hadir dalam rapat tersebut. Rapat yang salah satunya membahas tentang masalah perparkiran di sana, di mana masing-masing pihak yang berkepentingan mempunyai pandangan yang berbeda tentang siapa sebetulnya yang memikul beban tanggung jawab untuk perbaikan di area parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari sana pertanyaan ini sempat mengusik kembali dalam benak, "Apakah sampai hari ini masih terjadi lempar tanggung jawab antara developer dengan pemerintah daerah?" &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S3LmDioVTyI/AAAAAAAAADY/_TJ37VNigxw/s1600-h/JB10%7E526parkir+bulevard+barat.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S3LmDioVTyI/AAAAAAAAADY/_TJ37VNigxw/s200/JB10%7E526parkir+bulevard+barat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436660648699580194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di mana developer tidak berkehendak memperbaiki jalan dengan alasan pemda telah menarik retribusi parkir di sana sehingga merupakan kewajiban pemda untuk memperbaiki area parkir yang rusak, sedangkan pemda tidak merasa perlu memperbaiki jalan itu karena menurut pemda jalan itu belum diserahkan kepada pemda. Bila benar demikian, siapa yang dirugikan akibat perbedaan pandangan itu? Tentu saja para pemilik ruko dan masyarakat pengunjung ruko, karena dengan kondisi area parkir banyak yang rusak menjadi tidak nyaman untuk berkendara di situ. Masa iya perbaikan area parkir harus menjadi tanggung jawab pemilik ruko?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S3LmDZDiGSI/AAAAAAAAADQ/rnjwkRu7C7U/s1600-h/JB10%7E525parkir+bulevard+barat.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S3LmDZDiGSI/AAAAAAAAADQ/rnjwkRu7C7U/s200/JB10%7E525parkir+bulevard+barat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436660646129309986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mudah-mudahan kondisi jalan rusak di area parkir yang ada saat ini bukan karena masih berujung pada permasalahan yang sama. Tapi bisa saja hal seperti ini juga terjadi di tempat-tempat lain dan rasanya masyarakat atau publik berhak menuntut pihak-pihak terkait bila hal ini benar-benar terjadi, dengan dasar hukum undang-undang perlindungan konsumen tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih aneh lagi, di Jakarta ini khususnya, di mana-mana untuk parkir kok bayar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 10 Februari 2010 | samidirijono |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-8519359483261716478?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/8519359483261716478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=8519359483261716478&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8519359483261716478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8519359483261716478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/02/area-parkir-tanggung-jawab-siapa.html' title='Area Parkir Tanggung Jawab Siapa?'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S3LmDB-e4yI/AAAAAAAAADI/hBQRjI7O89A/s72-c/JB10%7Eparkir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-8405344145761212231</id><published>2010-02-08T16:48:00.003+07:00</published><updated>2010-02-11T12:29:30.802+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pajak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='upeti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tunjangan hari tua'/><title type='text'>Pajak untuk Apa?</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu saat kunjungan untuk berbelasungkawa atas berpulangnya ibunda kawan semasa kuliah dulu, baru tahu kalau ternyata ia sekarang tinggal di Amerika bersama dengan suaminya yang berambut pirang dan telah cukup lama menetap di San Fransisco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Indonesia bersama suami untuk menjenguk ibu yang sedang sakit, namun duka pun menyelimuti tatkala sang ibu kemudian berpulang ke rahmatullah. Ibundanya pergi dengan wajah tersenyum dan kulit yang berkilau... Mudah-mudahan kesalahan almarhumah bisa dimaafkan, dosanya diampuni, sehingga diterima kembali ke hadirat Sang Kuasa. Segala sesuatu berasal dari Dia dan akan kembali kepada-Nya.. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang semula berkeinginan bila kelak pensiun akan kembali dan tinggal di Indonesia, tanah kelahirannya. Ketika melihat apa yang dialami ibunya saat di rumah sakit sempat membuatnya berpikir ulang untuk menghabiskan hari tua di sini kelak. Menurutnya kehidupan serba teratur dan terjamin di sana sangat berbeda dengan di sini. Dengan maksud menghiburnya, kami pun berbincang-bincang santai sambil bertukar kabar selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perbincangan santai ini salah satunya mengangkat topik tentang pajak yang dipungut oleh negara. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2_WMGPmlTI/AAAAAAAAADA/cRP3asi7LIM/s1600-h/wajibpajak.png" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2_WMGPmlTI/AAAAAAAAADA/cRP3asi7LIM/s200/wajibpajak.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435798778582308146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Meski telah menetap di sana dan hanya beberapa kali dalam setahun mengunjungi orang tua dan sanak keluarga di sini, ternyata ia senantiasa mengikuti perkembangan negerinya juga, sehingga tahu bahwa di sini pemerintah mulai menekankan untuk kepemilikan NPWP (nomor pokok wajib pajak) pada setiap warga negara. Mengenai perpajakan ini dia mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana, "Apakah kalian tahu uang pajak yang kalian bayarkan itu digunakan pemerintah untuk apa?" Dan menurut dia sepertinya pembayar pajak di sini terlalu bodoh atau naif karena mereka tidak banyak tahu pajak itu digunakan untuk apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Uang pajak ke mana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di San Fransisco setiap pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak kepada pemerintah akan kembali ke wajib pajak lagi kelak di saat ia pensiun. Jadi pajak yang dibayarkan oleh wajib pajak itu hanya menjadi semacam pinjaman tanpa bunga bagi pemerintah guna menjalankan roda pemerintahan. Itulah sebabnya kenapa warga di sana punya kesadaran untuk membayar pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib pajak mulai di tahun kedua akan menerima laporan keuangan dari dinas pajak, yang berisikan antara lain berapa jumlah uang yang telah disetorkan dan berapa besar tunjangan yang akan diterima wajib pajak di saat pensiun nanti setiap bulannya, serta yang tidak kalah penting dilaporkan pula uang pajak yang telah disetorkan digunakan untuk apa. Jadi transparansi perpajakan di sana sudah sangat terang benderang. Dan karena sifatnya yang semacam pinjaman pada pemerintah maka itulah sebabnya kenapa wajib pajak di sana bisa memengaruhi kebijakan publik yang dilakukan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Indonesia pajak itu masih berupa semacam upeti--layaknya di zaman penjajahan--yang harus disetorkan oleh rakyat kepada penguasa. Hasil pungutan pajak tidak pernah kembali ke kita, kalau pun dianggap kembali itu dalam bentuk fisik, seperti untuk perbaikan jalan. Sedangkan di San Fransisco pajak itu bukan kembali dalam bentuk perbaikan jalan atau semacamnya, tapi kelak akan kembali ke wajib pajak dalam bentuk yang sama dengan yang telah disetorkan, yakni sebagai tunjangan hari tua atau di saat kita tiba-tiba tidak punya pekerjaan alias menganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari pengalaman San Fransisco ini, ada baiknya kita sekalian, termasuk pemerintah mulai berbenah diri khususnya dalam soal perpajakan. Agar masyarakat pun tahu manfaat dari membayar pajak sehingga memiliki kesadaran membayar pajak supaya rakyat juga tidak merasa hanya sebagai sapi perahan semata sebagaimana yang dirasakan selama ini oleh para pembayar pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 8 Februari 2010 | samidirijono |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-8405344145761212231?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/8405344145761212231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=8405344145761212231&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8405344145761212231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/8405344145761212231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/02/pajak-untuk-apa.html' title='Pajak untuk Apa?'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2_WMGPmlTI/AAAAAAAAADA/cRP3asi7LIM/s72-c/wajibpajak.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-7742883641909609451</id><published>2010-02-07T03:03:00.004+07:00</published><updated>2011-05-15T22:07:55.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peneliti'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sel surya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penelitian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='arsitek'/><title type='text'>Hasil Penelitian Jangan Hanya Teronggok di Gudang</title><content type='html'>Membaca berita Kompas hari Sabtu, 6 Februari 2010 tentang &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/05/03310628/laboratorium.sel.surya.hartika."&gt;Laboratorium Sel Surya Hartika&lt;/a&gt; sungguh ironis sekali. Apa yang dikerjakan oleh Hartika sebagai peneliti produksi sel surya selama 30 tahun, ternyata belum membuahkan hasil hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di tahun 1996, sebagai bentuk pertukaran cendera mata dengan Pemerintah Malaysia berupa tiga mobil Proton Saga yang merupakan mobil nasional kebanggaan negeri jiran itu, Presiden Soeharto memberikan 50 panel sel surya hasil penelitian Hartika. Malaysia boleh unjuk gigi mampu membikin mobil sendiri, Soeharto ingin menunjukkan Indonesia tak kalah maju di bidang teknologi dengan menunjukkan teknologi sel surya ”bikinan sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.1.1.3/bmi/www.kompas.com/data/photo/2010/02/05/3677345p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S23BSD3TOOI/AAAAAAAAACw/K9gfFoHCJWw/s200/IkaHartika-selsurya1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5435212841325115618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Meskipun Indonesia sudah memulai, menurut Hartika, negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia, ternyata yang lebih dulu membuat pabrikasi sel surya. Itu bukan karena para ahli mereka yang lebih dulu mampu membuat sel surya, melainkan ini lebih karena pemerintah negara-negara itu berani memutuskan membuat industri sel surya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartika selepas studi Jurusan Elektronika Institut Teknologi Bandung (ITB) bergabung di Lembaga Elektronika Nasional (LEN)—dulu masih di bawah LIPI. Kemudian berkesempatan mendalami teknologi sel surya di Osaka, Jepang dan menimba ilmu itu di sejumlah negara di Eropa, Asia, juga Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartika memperoleh anugerah Satyalancana Pembangunan dari Presiden Soeharto (1997). Penghargaan itu dia dapatkan atas perannya dalam Lapangan Pembangunan Bidang Industri Strategis: Proses dan Produksi Komponen Sel Surya, Listrik Tenaga Surya untuk Sejuta Rumah. Dan berkat konsistensi, kesetiaan, serta penguasaan teknologi proses produksi sel surya pada Juni 2007, Hartika dikukuhkan sebagai profesor riset oleh Kepala LIPI Umar Anggara Djenie. Sebulan kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan Satyalancana Karya Satya XXX untuk dia. Tapi anehnya, sampai kini, dua tahun menjelang Hartika pensiun, belum ada pabrikasi untuk sel surya di Indonesia, padahal negara kita yang berada di garis khatulistiwa ini memang membutuhkan sel surya agar dapat memanfaatkan karunia dari Sang Pencitpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nawa Tunggal dalam liputan di Kompas menyampaikan bahwa sungguh sayang, di bidang kemandirian teknologi ini, pemerintah masih sebatas menyampaikan penghargaan. Para periset tentu berharap, pemerintah berani dan segera mengimplementasikan hasil riset teknologi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ironis karena bagi seorang peneliti kurang lengkap rasanya bila hanya sampai sebatas penghargaan. Seperti arsitek, peneliti tentunya merasa lebih dihargai bila karya-karya mereka bisa diwujudkan dan diimplementasikan secara nyata, bukankah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk maju, Indonesia tentunya harus berani menyediakan anggaran untuk penelitian dan pemerintah harus berani menggalang kerja sama atau mengoordinir pihak swasta dalam negeri untuk mewujudkan berbagai hasil penelitian yang telah dilaksanakan supaya hasil penelitian pun tidak hanya teronggok di gudang dan membuang-buang uang percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 7 Februari 2010 | samidirijono |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-7742883641909609451?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/7742883641909609451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=7742883641909609451&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/7742883641909609451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/7742883641909609451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/02/hasil-penelitian-jangan-hanya-teronggok.html' title='Hasil Penelitian Jangan Hanya Teronggok di Gudang'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S23BSD3TOOI/AAAAAAAAACw/K9gfFoHCJWw/s72-c/IkaHartika-selsurya1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-6391954579272539426</id><published>2010-01-31T22:00:00.023+07:00</published><updated>2011-05-18T22:29:01.603+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tatung dan loya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='singkawang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kalimantan'/><title type='text'>Jade of Equator</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2Wb147O7bI/AAAAAAAAACQ/m4OjO6YxWew/s1600-h/MJA31%7Esalihara0498.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2Wb147O7bI/AAAAAAAAACQ/m4OjO6YxWew/s200/MJA31%7Esalihara0498.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432919875608571314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Memenuhi undangan seorang kawan untuk hadir di acara penutupan pameran fotografi Singkawang "Jade of Equator" yang diselenggarakan di Galeri Salihara, Jakarta ternyata bisa menambah wawasan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran yang telah berlangsung sejak tanggal 24 Januari 2010 itu ditutup dengan menampilkan acara pagelaran kesenian tradisional daerah Singkawang, Kalimantan Barat yang dipadu dengan pelaksanaan lomba fotografi, ini sungguh menjadi daya tarik tersendiri khususnya bagi para penggemar fotografi dan juga bagi para pengunjung yang hadir di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesenian tradisional yang ditampilkan memperagakan ilmu kekebalan tubuh dengan diiringi tabuhan genderang dan bunyi gemerincing giring-giring yang dipakai oleh para pemain ternyata bisa membangun suasana yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2Wb2U0Lj3I/AAAAAAAAACY/kUr5AK3QUSQ/s1600-h/MJA31%7Esalihara0507.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2Wb2U0Lj3I/AAAAAAAAACY/kUr5AK3QUSQ/s200/MJA31%7Esalihara0507.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432919883095183218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam salah satu aksinya para pemain memperagakan ilmu kekebalan tubuh yang dimiliki dengan beratraksi pada sebuah benda berupa kursi. Namun yang membedakan kursi ini dari kursi pada umumnya adalah bahwa ambalan tempat duduk kursi ini telah diganti dengan tiga bilah benda bermata tajam berbentuk golok tanpa gagang, pada sandaran ditempatkan pula sebilah benda tajam dengan posisi tegak, sedangkan pada lengan kursi kiri dan kanan dipasangi masing-masing sebilah benda tajam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atraksi lainnya adalah melakukan gerakan mengiris-iris pipi atau pun lidah dengan mandau--senjata tradisional suku dayak. Pada pipi dan kuping beberapa pemain bahkan ada yang ditancapkan hingga tembus oleh benda tajam berupa kawat yang berujung lancip dan satu orang pemain ditusuk pipinya dengan yang berdiameter kira-kira 1 cm.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2WcYMQ-KUI/AAAAAAAAACo/_5fC25PqFvo/s1600-h/MJA31%7Esalihara0508.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2WcYMQ-KUI/AAAAAAAAACo/_5fC25PqFvo/s200/MJA31%7Esalihara0508.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432920464915573058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2Wb27Lf9XI/AAAAAAAAACg/99nEbnKUfFE/s1600-h/MJA31%7Esalihara0517.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2Wb27Lf9XI/AAAAAAAAACg/99nEbnKUfFE/s200/MJA31%7Esalihara0517.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432919893393536370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengerikan memang dan tidak semua orang sanggup melihat pagelaran seperti itu. Namun tidak demikian halnya dengan para fotografer, mereka seperti terkena dampak ilmu magis sehingga sudah seperti orang kerasukan juga tampaknya, mereka tiada henti melakukan bidikan-bidikan melalui kameranya ke arah para pemain guna diabadikan untuk diikutsertakan dalam lomba fotografi, setelah mereka seleksi sendiri menjadi beberapa foto yang menjadi karya andalan. Rintik hujan yang turun pun tidak menghalangi semangat para fotografer dalam membidik dan mengejar buruannya masing-masing untuk mendapatkan momen yang terbaik. Cukup sulit memang mengambil momen terbaik dalam suasana yang sedemikian hiruk-pikuk oleh lebih dari seratus fotografer yang saling berebut mengejar buruannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah air kita yang terdiri dari bermacam suku dan budaya ini memang mempunyai bentuk-bentuk kesenian dan permainan ketangkasan yang beraneka ragam pula, yang serupa ini seperti debus, kuda lumping, reog, atau lainnya seperti tari-tarian, karapan sapi, pacu jali, yang bila dikemas dengan baik tentunya dapat dijadikan daya tarik wisata bagi daerah masing-masing, di tambah dengan dukungan alam kita yang juga indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah tidak perlu mengambil alih semuanya sebagaimana yang selama ini selalu dilakukan, pemerintah dari tingkat tertinggi hingga terendah cukup sebagai fasilitator dan promotor. Pada tingkatan yang lebih tinggi mengoordinasikan yang di bawahnya demikian seterusnya hingga yang terendah, dengan cara bergotong royong dan bahu membahu seperti itu maka secara keseluruhan akan bisa terkoordinir dengan baik. Berbagai kegiatan yang terdapat di tanah air bisa diagendakan dan direncanakan secara baik dalam satu paket kalender kegiatan tanah air, masing-masing daerah pasti punya agenda yang berbeda dan tidak perlu disamakan, yang perlu adalah dipromosikan bersama dalam satu kalender kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka wisatawan akan tahu di daerah mana ada kegiatan apa dan kapan waktunya, jadi mereka bisa merancang jadwal dan tujuan berwisata dengan jelas. Dan agar lebih berbobot, banyak hal lain yang masih harus dibenahi sebelum akhirnya kita bisa mencanangkan sebagai tahun kunjungan wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus Indonesiaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 31 Januari 2010 | samidirijono |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-6391954579272539426?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/6391954579272539426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=6391954579272539426&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6391954579272539426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6391954579272539426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/01/jade-of-equator.html' title='Jade of Equator'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2Wb147O7bI/AAAAAAAAACQ/m4OjO6YxWew/s72-c/MJA31%7Esalihara0498.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-1258790668965113737</id><published>2010-01-29T17:10:00.011+07:00</published><updated>2011-05-15T20:24:18.806+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gerakan mahasiswa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='demonstrasi'/><title type='text'>Aksi Demo Mahasiswa</title><content type='html'>Entah sejak kapan dan siapa yang memulai yang pasti demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa belakangan ini kurang mendapatkan simpati dari masyarakat. Seperti ada yang mengatur semua ini dengan memanfaatkan emosi para mahasiswa dan tampaknya usaha ini memang membuahkan hasil yakni publik tidak begitu bersimpati dengan gerakan mahasiswa. Sungguh berbeda dengan ketika gerakan mahasiswa yang terjadi di tahun 1998 yang pada puncaknya dapat menjatuhkan Suharto dari pucuk pimpinan negeri ini setelah tidak kurang dari 32 tahun berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpati publik mengalir dengan deras ketika itu. Kejatuhan Soeharto pun sudah dapat diprediksi dengan tewasnya 4 mahasiswa dalam peristiwa 12 Mei 1998, mengingat hal yang sama terjadi ketika seorang mahasiswa tewas dalam demonstrasi di tahun 1966. Sepertinya sejarah selalu berulang, perjuangan sepertinya selalu punya tumbalnya sendiri. Kerusuhan di berbagai kota yang terjadi menyusul tewasnya para mahasiswa itu tampak seperti sudah diskenariokan, di mana saat itu tidak terlihat satu pun polisi maupun tentara di jalan-jalan. Masih terbayang dalam ingatan manakala kerusuhan yang terjadi di tanggal 14 Mei 1998, yang hampir semua titik-titik kerusuhan saat itu diawali dengan pembakaran ban. Entah dari mana datangnya, sekonyong-konyong banyak sekali terdapat ban-ban kendaraan di jalanan yang kemudian di bakar, yang tidak berselang lama penjarahan mau pun pembakaran kendaraan dan gedung terjadi di sana. Siapakah yang memasok ban? Siapakah yang memulai penjarahan dan pembakaran? Tidak pernah terjawab hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya mahasiswa harus mengatur kembali strategi perjuangannya bila ingin berhasil di dalam memperjuangkan idealisme mereka. Cara-cara simpatik harus digunakan agar tidak mudah terprovokasi ke dalam kegiatan yang tidak akan menarik simpati publik. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2K1S3T7YJI/AAAAAAAAACI/wifRyezsvtw/s1600-h/VIVAnews-Tri+Saputro_demo_mhs_perbanas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2K1S3T7YJI/AAAAAAAAACI/wifRyezsvtw/s200/VIVAnews-Tri+Saputro_demo_mhs_perbanas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432103436252045458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membakar ban dalam aksi demo bukanlah akan membawa kebaikan, bahkan akan dijauhi oleh publik, sebagaimana dapat kita saksikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Publik tidak lagi bersimpati, bahkan secara psikologis pun publik masih trauma mengingat peristiwa pembakaran dan kerusuhan yang terjadi di berbagai kota pada Mei 1998 dan setelahnya. Bila dicermati itu pulalah salah satu penyebab mengapa pada waktu yang lalu demonstrasi mahasiswa terhadap kenaikan harga BBM tidak pernah mencapai hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi mahasiswa sekarang tampaknya harus mempelajari kembali sejarah perjuangan mahasiswa yang lalu bila ingin mendapatkan simpati publik, atas apa yang ingin diperjuangkan. Sebagaimana istilah "Jas Merah" yang sering didengung-dengungkan oleh Bung Karno, yakni Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa harus menggunakan cara-cara yang elegan dalam menyampaikan aspirasi agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang memang ingin meredam aksi mereka. Karena sekali terprovokasi maka akan padamlah perjuangan menuju cita-cita yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan mahasiswa di tahun 1974 pupus akibat provokasi semacam ini yang kita kenal sebagai peristiwa Malari. Berbeda dengan di tahun 1998 gerakan mahasiswa cukup solid dan tidak mudah terprovokasi pada saat peristiwa 14-15 Mei terjadi, sehingga mereka tidak dapat dijadikan kambing hitam oleh penguasa saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soliditas dan jaringan perlu diperkuat mengingat luas wilayah tanah air kita yang terdiri dari beribu-ribu kepulauan ini, dengan beragam suku, agama, dan kepentingan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan publik atas gerakan mahasiswa adalah agar mereka dengan tingkat intelektualitasnya senantiasa dapat lebih jernih dan independen dalam melihat permasalahan yang terjadi di negerinya, dan mengadakan perubahan menuju perbaikan demi tercapainya cita-cita kemerdekaan, yakni masyarakat yang adil dan makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum berlangsungnya demonstrasi serentak di berbagai penjuru tanah air kemarin dengan damai diharapkan bisa mengangkat kembali citra perjuangan mahasiswa di mata publik. Dari pada bakar ban lebih baik bakar jagung saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa, murnikan gerakanmu demi tujuan dan cita-cita perjuanganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 29 Januari 2010 | samidirijono |&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(foto diambil dari VivaNews-Tri Saputro)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-1258790668965113737?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/1258790668965113737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=1258790668965113737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1258790668965113737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1258790668965113737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/01/aksi-demo-mahasiswa.html' title='Aksi Demo Mahasiswa'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S2K1S3T7YJI/AAAAAAAAACI/wifRyezsvtw/s72-c/VIVAnews-Tri+Saputro_demo_mhs_perbanas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-1439464166222567514</id><published>2010-01-23T20:05:00.028+07:00</published><updated>2011-05-19T00:00:11.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trotoar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pejalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pedestrian'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyaman'/><title type='text'>Pejaten Raya dan Pejalan Kaki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r2Fp7RgoI/AAAAAAAAABo/WzAjrk2K0dA/s1600-h/peta_pejatenraya.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r2Fp7RgoI/AAAAAAAAABo/WzAjrk2K0dA/s200/peta_pejatenraya.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429922877762798210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jumat siang, 15 Januari 2010, tanpa direncanakan sebelumnya tiba-tiba timbul keinginan untuk menikmati suasana berjalan kaki di daerah Pejaten, tepatnya di Jalan Pejaten Raya. Untuk sampai ke daerah ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum bus Transjakarta, mengambil rute Kuningan ke Ragunan dan turun di halte Pejaten, lalu dari situ kita tinggal berjalan kaki untuk memasuki jalan Pejaten Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, karena letak halte di median jalan maka untuk mencapai sisi jalan kita bisa berjalan kaki melalui &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ramp&lt;/span&gt; (jalur landai) yang terhubung dengan jembatan penyeberangan. Sesampai di sisi jalan kita tinggal berjalan ke arah selatan menyusuri trotoar yang ada ke arah perempatan dan seperti layaknya trotoar-trotoar lain yang ada di banyak tempat di Jakarta, trotoar di sini pun tidak terlalu lebar. Di ujung perempatan jalan, persis di sisi sudut seberang kiri jalan terlihat bangunan Mal Pejaten yang didominasi oleh warna merah. Trotoar ini berbelok ke kiri dan berakhir di sebuah jembatan di mana terdapat sebuah kali kecil di bawahnya. Akhir trotoar inilah penanda bahwa kita telah tiba di ujung jalan Pejaten Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r2Fzy4dcI/AAAAAAAAABw/wG7aA-BaK9Q/s1600-h/pejatenraya0355.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r2Fzy4dcI/AAAAAAAAABw/wG7aA-BaK9Q/s200/pejatenraya0355.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429922880411956674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selanjutnya karena sudah tidak lagi terdapat trotoar maka para pejalan kaki bisa meneruskan perjalanannya melalui jalan beraspal atau di tanah tempat ditanami pepohonan yang menjadi pembatas jalan dengan riol kecil yang ada di pinggir pagar bangunan setempat. Sebetulnya enak berjalan kaki di sini, karena kita terlindungi dari terik matahari oleh deretan pohon yang cukup besar dan mulai rindang yang ditanam berjajar pada jarak tertentu hampir di sepanjang tepi jalan. Namun cukup berbahaya karena bisa saja sewaktu-waktu kita celaka karena tertabrak kendaraan yang melintas di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk berjalan di atas tanah pun kita tidak bisa nyaman, karena terdapat batang-batang pohon yang ditanam berjajar di sana dan tanah itu memang difungsikan untuk penanaman pohon peneduh yang berguna juga sebagai penguat paru-paru daerah setempat. Jadi pejalan kaki cukup kerepotan bila ingin nyaman berjalan di lingkungan seperti ini. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r3wx9uilI/AAAAAAAAACA/q-gttLyodf4/s1600-h/pejatenraya0357.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r3wx9uilI/AAAAAAAAACA/q-gttLyodf4/s200/pejatenraya0357.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429924718166575698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hal ini diperparah dengan penempatan pal batu penanda wilayah yang dapat kita temui di dekat halte yang terdapat di sana. Pal penanda wilayah ini diletakkan tanpa perencanaan yang baik, sehingga semakin mengganggu bagi kenyamanan pejalan kaki, apalagi di dekat halte itu juga dibuat pagar yang semakin mempersempit area pejalan kaki. Bagaimana pejalan kaki lewat di sana? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(lihat foto halte)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r3wrgqq7I/AAAAAAAAAB4/mMp8babYhgU/s1600-h/pejatenraya0356.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r3wrgqq7I/AAAAAAAAAB4/mMp8babYhgU/s200/pejatenraya0356.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429924716434074546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inisiatif warga menutup riol dengan bis beton bisa menginspirasi untuk pembuatan jalur bagi pejalan kaki, hanya saja untuk perbedaan ketinggian dengan jalur keluar kendaraan masih perlu disesuaikan agar tidak mengganggu kenyamanan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila pemerintah daerah setempat bisa berinisiatif untuk memberi penutup riol (saluran pembuangan air) yang ada di tepi jalan itu, maka para pejalan kaki tentu akan merasa lebih aman dan lebih terjamin keselamatannya berjalan di daerah ini. Tentunya penutup ini tidak perlu dicor penuh di atas riol, tapi cukup dengan bis-bis beton dengan lebar dan panjang tertentu agar sewaktu-waktu masih dapat dibuka bila ingin melaksanakan pembersihan riol, sebagaimana yang dapat kita temui pada beberapa lokasi di jalan ini yang dibuat oleh para pemilik bangunan setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk area halte juga perlu ditata kembali, khususnya dalam hal penempatan pagar pembatas dan pal penanda wilayah agar masyarakat pengguna dapat menikmati fasilitas kota yang telah disediakan. Pelataran halte bisa sedikit diperlebar agar pal penanda wilayah bisa digeser dan diletakkan di sana, sehingga orang berjalan pun bisa lebih leluasa. Sedangkan untuk pagar, apa perlu ada pagar diletakkan di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah dan pemerintah kota di Indonesia perlu mengubah kondisi seperti ini,  dengan lebih mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan, bukan saja bagi pengendara kendaraan tapi juga bagi pejalan kaki. Pelaksanaannya bisa saja dilakukan sekaligus atau secara bertahap disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah masing-masing. Yang bila dilaksanakan secara bertahap harus ditentukan jadwal pelaksanaan dan target-target  pencapaiannya, misalnya tahun ini dilaksanakan untuk sisi kiri jalan sepanjang 100 meter, tahun berikutnya 100 meter lagi, demikian hingga selesai. Rakyat senang, pemerintah pun senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pun berakhir setelah tiba tempat tujuan, yakni di kampus Next Academy. Pelajaran kali ini yang dapat dipetik adalah bahwa ternyata untuk berjalan kaki di Jalan Pejaten Raya ini membutuhkan keberanian ekstra lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 23 Januari 2010 | samidirijono |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-1439464166222567514?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/1439464166222567514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=1439464166222567514&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1439464166222567514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/1439464166222567514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/01/berjalan-di-pejaten-raya-tidak-nyaman.html' title='Pejaten Raya dan Pejalan Kaki'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1r2Fp7RgoI/AAAAAAAAABo/WzAjrk2K0dA/s72-c/peta_pejatenraya.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-7129605900980717341</id><published>2010-01-22T00:11:00.015+07:00</published><updated>2010-06-18T21:09:32.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='istana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pagar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ruang publik'/><title type='text'>Kompleks Istana Semakin Tak Ramah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iSm-BJK0I/AAAAAAAAABQ/9aGu_6_a1jw/s1600-h/istana1885.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 190px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iSm-BJK0I/AAAAAAAAABQ/9aGu_6_a1jw/s200/istana1885.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429250548975610690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iSmn4U_aI/AAAAAAAAABI/JOuJcWT7OaE/s1600-h/istana2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iSmn4U_aI/AAAAAAAAABI/JOuJcWT7OaE/s200/istana2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429250543033056674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iSmOKkIpI/AAAAAAAAABA/LmvVO_M3pTc/s1600-h/istana2010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iSmOKkIpI/AAAAAAAAABA/LmvVO_M3pTc/s200/istana2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429250536130224786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini bila Anda melewati kompleks istana akan terasa ada perbedaan nuansa yang terjadi di sana. Kompleks istana kini telah dikelilingi oleh pagar besi yang menjulang tinggi, tidak seperti dahulu di mana kita masih bisa merasakan kehangatan bila melintas di sekitar kompleks istana. Kini dengan ketinggian pagarnya yang mencapai lebih dari 2 kali lipat tinggi semula maka bila kita melihat ke arah istana akan tampak sederetan jeruji besi bak sebuah penjara. Sedangkan para narapidana yang ada dibalik jeruji besi itu tidak lain adalah bangunan-bangunan gedung di kompleks itu beserta orang-orang yang berada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istana saat ini memang berbeda dengan ketika di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, era di mana masyarakat kecil dapat masuk istana dengan lebih bebas walau hanya bersarung dan bersendal jepit. Di masa itu istana memang milik rakyat, rakyat bisa merasa memiliki istana yang bersahabat dengan mereka. Era sebelumnya, yakni di masa orde baru tidak mudah bagi rakyat biasa untuk masuk istana dan di era sesudahnya aturan-aturan protokoler istana pun secara perlahan tapi pasti mulai diperketat kembali, tidak mudah bagi rakyat biasa untuk masuk istana. Ada batasan-batasan yang harus dipatuhi, dari hal kecil seperti jenis sepatu hingga celana pun menjadi persyaratan bila kita ingin bertemu dengan presiden maupun wakil presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tergambar dalam ingatan kita, sejak peristiwa penuh aib di bulan Mei tahun 1998 maka lingkungan arsitektur kita pun mengalami perubahan, kekerasan demi kekerasan berdampak secara langsung maupun tak langsung pada bangunan di sekitar kita. Dengan alasan prioritas keamanan maka bangunan pun berpagar tinggi. Bangunan negara pun berturut-turut dari Monumen Nasional (Monas), Bank Indonesia, gedung wakil rakyat (DPR/MPR), gedung Kejaksaan Agung, Masjid Istiqlal, hingga yang terakhir ini istana kepresidenan pun tak luput dipagari dengan pagar tinggi. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iV6eIsa0I/AAAAAAAAABg/roVG8HaQwwA/s1600-h/Istiqlal2010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iV6eIsa0I/AAAAAAAAABg/roVG8HaQwwA/s200/Istiqlal2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429254182549613378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iV52IZR5I/AAAAAAAAABY/iosEfioMy-M/s1600-h/monas2010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iV52IZR5I/AAAAAAAAABY/iosEfioMy-M/s200/monas2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429254171810940818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketinggian pagar yang jauh melebihi tinggi manusia itu tentunya menimbulkan tanya pada masyarakat. Ada apa dengan negeriku? Semakin tak amankah negeriku kini, hingga gedung-gedung negara sampai istananya harus dipagari setinggi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adakah aturan yang mengatur batas wajar ketinggian pagar? Bila aturan itu ada, kenapa hal ini bisa terjadi? Apalagi ini pun terjadi di gedung-gedung negara, yang membuat seakan-akan pelanggar aturan dikomandani oleh gedung-gedung negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan lain, di manakah hak-hak publik untuk melihat dan menikmati kotanya bila ruang-ruang publik telah dipenuhi oleh pagar-pagar yang menjulang tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 22 Januari 2010 | samidirijono |&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(foto diambil dari koleksi pribadi dan berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-7129605900980717341?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/7129605900980717341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=7129605900980717341&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/7129605900980717341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/7129605900980717341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/01/kompleks-istana-semakin-tak-ramah.html' title='Kompleks Istana Semakin Tak Ramah'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1iSm-BJK0I/AAAAAAAAABQ/9aGu_6_a1jw/s72-c/istana1885.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-4964811697676846413</id><published>2010-01-15T10:49:00.019+07:00</published><updated>2011-05-19T00:02:09.262+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trotoar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lingkungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='street furniture'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pejalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peduli'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nyaman'/><title type='text'>Gerobak dan Trotoar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0_oirxGiYI/AAAAAAAAAAw/qkxaD-kSO-Y/s1600-h/Kwini1.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 220px; height: 201px;" src="http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0_oirxGiYI/AAAAAAAAAAw/qkxaD-kSO-Y/s320/Kwini1.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426811758566607234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari itu Selasa pagi 12 Januari 2010 dengan berkendara menuju ke tempat kerja sampai di perempatan Senen ke arah Tugu Tani yang karena tidak bisa lurus maka harus berputar mengambil rute melalui jalan Kwini 1, namun baru sampai di gedung Kebangkitan Nasional (STOVIA) kendaraan sudah harus berhenti karena antrian kendaraan yang cukup panjang akibat lampu merah lalu lintas yang terlalu lama. Rasanya tidak mengada-ada bila dikatakan demikian, mengingat seorang peminta-minta yang bergerak dari tempat lampu lalu lintas dipasang telah mencapai tempat di mana kendaraan yang saya tumpangi berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara masih menunggu antrian, di atas trotoar terlihat seorang bapak beserta gerobaknya dengan sabar pun berhenti menanti jajaran kendaraan yang masih juga belum bergerak. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1GTbA1oQ3I/AAAAAAAAAA4/IXm1SqDGFAY/s1600-h/IMG00352-20100112-1027.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S1GTbA1oQ3I/AAAAAAAAAA4/IXm1SqDGFAY/s320/IMG00352-20100112-1027.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427281118248846194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rupanya gerobak itu tidak dapat terus menyusuri trotoar yang ada karena tak jauh di depannya terdapat patok, batu, dan bak tanaman yang mempersempit trotoar sehingga tidak memungkinkan untuk dilewati oleh gerobak itu. Jadi untuk melanjutkan perjalanan terpaksa gerobak harus turun melewati jalan beraspal yang diperuntukkan bagi kendaraan, namun untuk itu dia juga harus bersabar menunggu kendaraan yang masih berhenti menanti lampu lalu lintas di ujung sana yang belum juga menyala hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebar trotoar yang ada hanya selebar kira-kira 1,5 meter atau lima kaki (five foot) dan untungnya trotoar yang sempit ini tidak digunakan oleh pedagang untuk membuka lapak berjualan di sana sebagaimana bisa kita ditemui pada trotoar-trotoar yang biasanya berada pada titik-titik keramaian seperti di daerah perkantoran, pusat perbelanjaan, atau halte. Namun meski tidak ditempati pedagang, tetap saja trotoar ini tidak dapat dipergunakan untuk gerobak lewat di sana dengan nyaman, karena di titik-titik tertentu ada saja hal-hal yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna trotoar di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam merencana jalan selain kenyamanan pengguna jalan ada hal-hal terkait yang harus dipikirkan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;street scape&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;street furniture,&lt;/span&gt; seperti sistem drainase, sistem utilitas, elektrikal, dan yang tidak kalah penting adalah kenyamanan pengguna trotoar, aksesori seperti tempat sampah, kursi taman, dan pepohonan tentunya akan menambah kenyamanan, mengingat kita berada di daerah beriklim tropis. Sudah tiba masanya untuk pemerintah kota-kota kita mulai bisa memikirkan hal-hal seperti ini dari saat mulai membuat rencana pembangunan kota, mengingat kota adalah untuk tempat kita tinggal bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menanti cukup lama, akhirnya kendaraaan mulai bergerak perlahan namun si bapak dengan gerobaknya tampaknya masih harus sabar menunggu beberapa saat lagi untuk dapat melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;| 15 Januari 2010 | samidirijono |&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-4964811697676846413?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/4964811697676846413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=4964811697676846413&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4964811697676846413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/4964811697676846413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/01/gerobak-dan-trotoar.html' title='Gerobak dan Trotoar'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0_oirxGiYI/AAAAAAAAAAw/qkxaD-kSO-Y/s72-c/Kwini1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7836616357683455296.post-6853477359500246298</id><published>2010-01-13T17:02:00.002+07:00</published><updated>2011-05-15T20:20:45.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='balai jumpa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pencerahan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='selamat datang'/><title type='text'>Selamat datang di balai jumpa....</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;Lama dalam keraguan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Membaca dunia sekitar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Buka jendela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Tatap ke depan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Jalan tidak lagi indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Lingkungan tidak lagi ramah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bilatah lemah memengaruhi kuat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Pandangan demi pandangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Biarkan mengalir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bagai rintik hujan di tanah kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Agar tumbuh dahan dan ranting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menuju pencerahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 13 januari 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7836616357683455296-6853477359500246298?l=balaijumpa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://balaijumpa.blogspot.com/feeds/6853477359500246298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7836616357683455296&amp;postID=6853477359500246298&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6853477359500246298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7836616357683455296/posts/default/6853477359500246298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://balaijumpa.blogspot.com/2010/01/selamat-datang-di-balai-jumpa.html' title='Selamat datang di balai jumpa....'/><author><name>sami</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/__A4lUHZGYuI/S0zPBukYC6I/AAAAAAAAAAM/nwmjL8rLPug/S220/sami_10.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
